Kompas.com - 09/06/2017, 13:55 WIB
Ilustrasi ujian. ShutterstockIlustrasi ujian.
|
EditorReni Susanti

GORONTALO, KOMPAS.com  -  Karena tidak mampu membayar uang perpisahan sekolah, FA (16) siswa SMPN 6 Kota Gorontalo tidak mendapatkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN). Padahal SKHUN merupakan salah satu syarat untuk mendaftar SMA.

Orangtua FA, Fatma Radjak mengatakan, uang perpisahan yang harus dibayarkan sebesar Rp 200.000. Baginya, nilai uang tersebut sangat besar. Apalagi, warga Kelurahan Ipilo ini sudah berpisah dengan suaminya dan harus membiayai seluruh kebutuhan kedua anaknya.

“Waktu saya menghadap kepala sekolah, saya diharuskan membayar Rp 200 ribu untuk biaya perpisahan,” ujar Fatma Radjak, Jumat (9/6/2017).

Karena tidak ada uang, Fatma pulang tanpa membawa SKHUN milik anaknya. Padahal ia sudah menjelaskan kesusahan hidupnya kepada pihak sekolah.

(Baca juga: Menunggak Biaya Sekolah, Siswa SMP di Bekasi Tak Diberi Nilai UN)

Fatma pun menyerah. Saat itu, sambung dia, kepala sekolah memintanya menandatangani selembar surat penyataan untuk membayar uang perpisahan setelah menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pemerintah untuk keluarga miskin.

Saat dikonfimasi, Kepala Sekolah SMPN 6 Kota Gorontalo, Zumerti Abdul Madjid mengaku tidak memaksa FA untuk membayar uang perpisahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Uang perpisahan sebesar Rp 200.000 itu kesepakatan orangtua siswa saat rapat tujuh bulan lalu. Orangtua FA ini baru menghadap saya hari ini, sudah siang, sementara petugas yang mengurus SKHUN sudah keluar sekolah,” ucap Zumerti.

Zumerti menambahkan, penampilan orangtua FA saat datang ke sekolah tidak mencerminkan orang miskin. Ia menilai tidak mungkin kesulitan keuangan.

“Ada 12 orang tidak mampu, mereka membuat surat pernyataan dan kami langsung menyerahkan SKHUN. Seharusnya orangtua FA membuat surat pernyataan tidak mampu,” papar Zumerti.

(Baca juga: Nilai UN Siswa SMP Bekasi yang Sempat Ditahan Sudah Diberikan)

Persoalan ini ramai dibicarakan setelah ada yang menggunggahkan di media sosial. Sejumlah warga Gorontalo menyayangkan kebijakan sekolah yang mensyaratkan pelunasan biaya perpisahan siswa untuk mengambil SKHUN.

Kompas TV Di rumah kontrakannya yang sempit, di kawasan Kapas Madya Dua Surabaya, LW sempat disekap oleh orangtuanya sendiri.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.