Mabuk dan Ganggu Shalat Tarawih, 9 Remaja Diamankan Petugas

Kompas.com - 09/06/2017, 10:32 WIB
9 remaja yang diduga pesta obat terlarang hingga sakau diamankan petugas gabungan dati TNI-Polri, Satpol PP dan aparat pemerintah Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar dari Desa Sugiwaras. Kompas.com/ Junaedi9 remaja yang diduga pesta obat terlarang hingga sakau diamankan petugas gabungan dati TNI-Polri, Satpol PP dan aparat pemerintah Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar dari Desa Sugiwaras.
|
EditorFarid Assifa

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Sembilan remaja mabuk yang menghadang para pengguna jalan diamankan petugas gabungan dari pemerintah kecamatan, TNI-Polri dan Satpol PP di kantor Camat Wonomulyo, Jumat (9/6/2017).

Para remaja ini, dua di antaranya adalah perempuan, nyaris dihakimi massa lantaran kerap membuat keributan dan berteriak di sekitar lokasi masjid saat warga sedang melaksanakan shalat tarawih dan shalat subuh sejak tiga hari terakhir.

Selain mengamankan sembilan remaja, petugas juga menyita sejumlah obat keras daftar G yang dikenal fil koplo dan pil boje serta sejumlah kaleng lem yang kerap dikonsumsi para remaja ini.

Baca juga: Bela Warga, Satu Prajurit Kopassus Kalahkan Delapan Pemuda Mabuk

Polisi juga menyita peralatan mesin tato yang digunakan para remaja untuk membujat tato di sekujur tubuhnya.

Barang bukti tersebut kemudian dibawa petugas ke kantor camat setempat.

Penangkapan sembilan remaja ini bermula ketika warga dan jemaah masjid di Desa Sugiwaras merasa resah dan melaporkan remaja ini ke petugas polsek, camat dan aparat Danramil setempat.

Para remaja yang mabuk obat terlarang dan lem tersebut kerap menghadang serta meminta uang dari pengguna jalan.

Asn, salah satu remaja yang diamankan petugas, mengaku mendapatkan berabagai jenis pil koplo, pil bojes dan lem dari teman-temannya di Parepare, Sulawesi Selatan. Ia mengaku obat keras tersebut dikonsumsi sendiri, bukan untuk dijual kembali.

“Cuma menghibur diri saja di lokasi, Pak. Pil itu saya dapat dari teman di Parepare untuk konsumsi saja, bukan dijual,” ujar Asn.

Dari hasil identifikasi petugas, sembilan remaja itu diketahui berasal dari sejumlah daerah seperti Makassar, Parepare dan Mamuju. Hal itu diketahui dari sebagian kartu identitas yang mereka bawa.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobil Mewah Bergambar Machfud-Mujiaman, Timses: Pak Machfud ke Mana-mana Pakai Innova

Mobil Mewah Bergambar Machfud-Mujiaman, Timses: Pak Machfud ke Mana-mana Pakai Innova

Regional
Soal Pemulung Positif Covid-19, Satgas Ambon: Sudah Beberapa Kali Dijemput, tapi Melarikan Diri

Soal Pemulung Positif Covid-19, Satgas Ambon: Sudah Beberapa Kali Dijemput, tapi Melarikan Diri

Regional
Kasus Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Dilakukan Berkali-kali sampai Korban Histeris

Kasus Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Dilakukan Berkali-kali sampai Korban Histeris

Regional
Pria Mencurigakan di Rumah Makan Ogan Ilir Digeledah, Isi Tasnya Ada 1 Kg Sabu

Pria Mencurigakan di Rumah Makan Ogan Ilir Digeledah, Isi Tasnya Ada 1 Kg Sabu

Regional
Video 5 Remaja Perempuan Memperebutkan Lelaki Viral, Polisi Panggil Keluarga dan Pihak Sekolah

Video 5 Remaja Perempuan Memperebutkan Lelaki Viral, Polisi Panggil Keluarga dan Pihak Sekolah

Regional
Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Regional
Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi, dan Obesitas

Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi, dan Obesitas

Regional
19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

Regional
Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Regional
Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Regional
Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X