Cendol dan Kue di Magelang Ditemukan Mengandung Zat Pewarna Tekstil

Kompas.com - 09/06/2017, 07:50 WIB
Kompas.com/Ika Fitriana Petugas Dinas Kesehatan uji laboratorium makanan mengandung zat kimia berbahaya di Pasat Rejowinangun Magelang, Kamis (8/6/2017).

MAGELANG, KOMPAS.com - Makanan-makanan mengandung bahan berbahaya masih saja ditemukan di pasaran di Kota Magelang, Jawa Tengah.

Makanan-makanan tersebut banyak dijual selama Ramadhan atau menjelang hari raya Idul Fitri, seperti cendol, kue kering dan ikan teri.

Penemuan itu terungkap setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang melakukan uji sampel secara acak aneka jenis makanan di sejumlah titik, antara lain di Pasar Rejowinangun, Pasar Cacaban, dan beberapa toko oleh-oleh.

Baca juga: BPOM: Persentase Takjil yang Mengandung Bahan Berbahaya Menurun


Di Pasar Rejowinangun, petugas mengambil 20 sampel makanan dan jajanan. Di antaranya kue wajik, kue sempe, cendol, mi basah, bakso, dan ikan teri. Tiga makanan di antaranya positif mengandung zat berbahaya.

"Hasil uji laboratorium menunjukkan makanan cendol dan kue wajik positif mengandung pewarna tekstil jenis rhodamin B. Lalu ikan teri juga positif mengandung formalin. Selain makanan itu negatif mengandung zat berbahaya," terang Kepala Seksi Farmasi Makanan dan Minuman (Farmamin) Dinkes Kota Magelang, Dumaria, Kamis (8/6/2017).

Dumaria mengungkapkan, ikan teri merupakan makanan yang paling kerap ditemukan mengandung zat formalin. Padahal, pihaknya sudah cukup sering melakukan pembinaan dan edukasi kepada produsen maupun pedagang agar tidak lagi menggunakan zat pengawet mayat itu.

"Masyarakat perlu waspada, kalau pun membeli sebaiknya dicuci pakai air hangat dulu sebelum dimasak untuk mengurangi zat tersebut," tuturnya.

Berbeda dengan mi basah, katanya, yang perlahan penggunaan zat formalin terus berkurang. Beberapa kali pihaknya melakukan uji laboratorium hasilnya negatif zat kimia tersebut.

"Kalau dulu mi sering gunakan formalin, sekarang sudah ada jarang. Kami apresiasi perubahan yang baik ini," tandasnya.

Dia menuturkan, pengawasan dan pengecekan makanan ini sudah jadi agenda rutin seksi Farmamin Dinkes. Terutama di momen-momen tertentu, seperti bulan Ramadan, Natal, tahun baru, dan momen lainnya.

Langkah ini bertujuan untuk mengawasi, sekaligus mengedukasi para pedagang agar tidak lagi menjual makanan yang mengandung bahan berbahaya.

Selain cek kandungan makanan, petugas juga memeriksa aneka jenis kue kering.

"Hasilnya ternyata masih banyak kue kering yang tidak tercantum batas waktu kedaluwarsa di bungkusnya. Ini bisa merugikan konsumen. Bahkan ada kue lama yang di-repacking agar tampak baru," ujarnya.

Baca juga: Sidak Makanan Takjil, BBPOM Temukan Sambel Kandungan Berbahaya

Sementara itu, Hariani, salah satu pedagang kue di Pasar Rejowinangun menyambut positif adanya pengawasan dan pemeriksaan makanan dan kue kering oleh petugas Dinas Kesehatan. Hal itu agar pedagang juga berhati-hati dalam membeli kue dari produsen.

“Memang ada (kue) yang tidak mencantumkan masa kedaluwarsa, tapi kami selalu menyampaikan ke konsumen tanggalnya. Ada juga yang dibungkus ulang, karena relatif lebih tahan lama,” akunya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorFarid Assifa
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X