Kompas.com - 06/06/2017, 19:29 WIB
|
EditorReni Susanti

SEMARANG, KOMPAS.com - Sutrisno alias Babe, salah satu sindikat narkotika internasional jaringan Nigeria dituntut pidana penjara selama 17 tahun.

Babe merupakan otak jaringan Nigeria. Sedangkan tiga kaki tangannya ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah pada 31 Januari 2017 lalu.

"Menuntut agar terdakwa dihukum dengan pidana 17 tahun," kata jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Kurnia, di Pengadilan Negeri Semarang, Selasa (6/6/2017).

Jaksa juga membebani denda terhadap Babe sebesar Rp 10 miliar. Jika tidak sanggup membayar, narapidana yang saat ini ditahan di Lapas Nusakambangan Cilacap tersebut diganti dengan enam bulan kurungan.

"Melanggar pasal 114 Undang-undang Narkotika," tambah jaksa.

(Baca juga: BNN Jateng Bongkar Sabu Jaringan Nigeria-Nusakambangan)

Perbuatan Babe terbongkar setelah petugas menangkap tiga orang kaki tangannya saat bertransaksi di Stasiun Solo Balapan, Surakarta, pada Selasa 31 Januari 2017.

Babe diduga bagian dari sindikat jaringan narkoba internasional Nigeria, yang terhubung dengan jaringan di tanah air melalui wilayah Jakarta-Nusakambangan dan Surakarta.

"Saat ini terdakwa sedang menjalani hukuman pidana," tambah jaksa.

Anak buah Babe dituntut hukuman berbeda-beda. Terdakwa Sulistyo Wibowo dan Fendi Suryo yang kala itu ditangkap di Stasiun Solo dituntut 15 tahun penjara beserta denda Rp 1 miliar.

Sementara salah satu perempuan bernama Modita dituntut 1 tahun penjara karena mengetahui bisnis sabu yang dijalankan oleh para terdakwa.

(Baca juga: Petugas Gagalkan Upaya Penyelundupan 2 Kg Sabu di Bandara Aceh)

Pada 31 Januari 2017 lalu, Kepala BNNP Jateng Brigadir Jenderal Tri Agus Heru mengungkap sindikat tersebut berkat operasi pada dua orang kurir yang ditangkap di Stasiun Solo Balapan, Surakarta, pada Selasa 31 Januari 2017.

 

 

Dua orang itu berinisial SW dari Jakarta, serta FS dari Surakarta. Bersama dengan dua kurir itu, ditangkap satu perempuan berinsial MD yang membantu proses transaksi narkotika.

Petugas pun mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya sabu seberat 1 kg, 588 butir ekstasi, 17 emas batangan, satu cincin emas, enam buah telepon genggam, dan dua unit sepeda motor. 

Kompas TV Pengedar Sabu di Makassar Diciduk Polisi yang Menyamar
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.