Fatwa Pemakaian Media Sosial Disosialisasikan di Sekolah dan Masjid

Kompas.com - 06/06/2017, 11:57 WIB
Ketua Umum MUI Maruf Amin dan Menkominfo Rudiantara sedang berbincang saat diskusi publik dan konferensi pers fatwa MUI di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Senin (6/5/2017). KOMPAS.com/Kristian ErdiantoKetua Umum MUI Maruf Amin dan Menkominfo Rudiantara sedang berbincang saat diskusi publik dan konferensi pers fatwa MUI di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Senin (6/5/2017).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY segera menindaklanjuti fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2017. Fatwa itu terkait dengan hukum dan pedoman bermuamalah melalui media sosial.

Ketua MUI DIY, H M Thoha Abdurrahman mengatakan, pihaknya segera mensosialisasikan fatwa itu kepada masyarakat. Menurutnya, masyarakat di DIY harus mengetahui fatwa yang bertujuan untuk mencegah penyebaran konten media sosial berisi berita bohong.

"Kami akan sosialisasi dengan cara ceramah ke sekolah dan masjid. Kami juga akan memberitahukan hal ini ke ormas-ormas Islam," ujar Thoha melalui sambungan telepon, Selasa (6/6/2017).

(Baca juga: MUI Terbitkan Fatwa Pemakaian Media Sosial, Ada 5 Hal yang Diharamkan)


 

Sebetulnya, sambung Thoha, pihaknya sudah melarang penyebaran berita bohong melalui media sosial. Sebab, berdasarkan ajaran Islam, berbohong merupakan hal yang dilarang agama.

Itulah mengapa masyarakat harus segera mengetahui larangan yang diperkuat fatwa MUI tersebut. "Jelas berita hoax itu tidak boleh. Apalagi sekarang puasa, kalau buat berita bohong itu puasanya tidak kepakai," kata Thoha. 

Diberitakan sebelumnya, dalam fatwa itu tercantum beberapa hal yang diharamkan bagi umat Islam dalam penggunaan media sosial.  Di antaranya, melakukan gibah (membicarakan keburukan atau aib orang lain), fitnah, adu domba, dan menyebarkan permusuhan.

Selain itu, fatwa tersebut mengharamkan adanya aksi perundungan (bullying), ujaran kebencian, serta permusuhan atas dasar suku, agama, ras, atau antargolongan.

(Baca juga: Pemerintah Akan Tindaklanjuti Rekomendasi Fatwa MUI soal Media Sosial)

Haram pula bagi umat muslim menyebarkan hoax meskipun dengan tujuan baik, seperti informasi tentang kematian orang yang masih hidup. Muslim juga diharamkan menyebarkan materi pornografi, kemaksiatan, dan segala hal yang terlarang secara syar'i.

Termasuk penyebaran konten yang benar tapi tidak sesuai tempat dan/atau waktunya juga diharamkan. MUI juga melarang menyebarkan, dan-atau membuat dapat diaksesnya konten maupun informasi yang tidak benar kepada masyarakat.

Selain itu, aktivitas buzzer di media sosial yang menyediakan informasi berisi hoax, gibah, fitnah, namimah, bullying, aib, gosip dan hal-hal sejenis sebagai profesi untuk memperoleh keuntungan, baik ekonomi maupun non-ekonomi, hukumnya haram. 

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Regional
Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Regional
Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Regional
Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Regional
'Menghilang' 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

"Menghilang" 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

Regional
Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

Regional
Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X