GROBOGAN, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mencatat ada 139 titik lokasi jalur pengendara yang menjadi objek perlintasan kereta api di wilayah Kabupaten Grobogan.
Dari total itu, 126 titik rel perlintasan kereta api di antaranya tidak dilengkapi palang pintu.
Baca juga: Terios Tabrak Kereta di Perlintasan Tanpa Palang Pintu, 2 Orang Tewas
Hal ini berbeda jauh dengan data yang dipetakan oleh Satuan Lantas Polres Grobogan yang menyebutkan ada 51 titik lokasi rel perlintasan kereta api di wilayah hukumnya. Dari total itu, terdapat 17 titik lokasi rel perlintasan kereta api yang tak dilengkapi palang pintu.
"Di Grobogan hanya 13 titik rel perlintasan kereta api yang ada palang pintunya dan 126 titik tak ada palang pintunya. Itu data di kami. Rincian total lokasi rel perlintasan kereta api yaitu jalan provinsi 8 titik, jalan kabupaten 33 titik dan jalan desa 98 titik," ungkap Kepala Dishub Kabupaten Grobogan, Agung Sutanto kepada Kompas.com, Jumat (2/6/2017).
Dijelaskan Agung, dari keseluruhan titik lokasi rel perlintasan kereta api itu, 12 di antaranya merupakan jalur tengkorak atau rawan kecelakaan.
Titik lokasi itu berada di Kecamatan Toroh, Pulokulon, Kradenan, Geyer, Penawangan, Godong, dan Tegowanu.
"Termasuk jalur yang menjadi lokasi kecelakaan minibus dan kereta api yang menewaskan empat orang termasuk dosen. Itu jalur tengkorak," kata Agung.
Baca juga: Dosen Undip Kemudikan Sendiri Avanza yang Tertabrak Kereta, Polisi Keluarkan SP3
Untuk mengantisipasi adanya kecelakaan yang melibatkan kereta dengan kendaraan pada arus mudik ini, Dishub Grobogan akan menerjunkan petugas untuk berjaga-jaga di 12 titik jalur tengkorak pada H-4 hingga H+4 lebaran.
"Kami tugaskan sehari empat orang berjaga di satu titik. Kami berkoordinasi dengan Sat Lantas dan warga. Ini menjadi perhatian kami karena 12 jalur tengkorak itu banyak memakan korban," imbuh Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Grobogan, Abdul Qohar.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.