Banyak Ular Kobra Masuk Sekolah yang Terendam Banjir di Nunukan

Kompas.com - 31/05/2017, 19:55 WIB
Sejumlah siswa SMA N 1 Sembakung menangkap ular cobra yang bersarang di ruang sekolah pasca banjir swelama 2 minggu yang merendam bangunan sekolah. Akibat banjir membuat ujian akhir sekolah juga diundur. Kontributor Nunukan, SukocoSejumlah siswa SMA N 1 Sembakung menangkap ular cobra yang bersarang di ruang sekolah pasca banjir swelama 2 minggu yang merendam bangunan sekolah. Akibat banjir membuat ujian akhir sekolah juga diundur.
|
EditorFarid Assifa

NUNUKAN, KOMPAS.com - Kapolres Nunukan, Kalimantan Utara, AKBP Jefri Yuniardi mendapat lapora banyaknya ular kobra masuk ke ruang SMAN 1, Kecamatan Sembakung, yang terdampak banjir kiriman dari Malaysia.

Jefri mendapat keluhan itu langsung dari kepala sekolah saat perwira polisi itu mengunjungi sekolah tersebut untuk memberikan bantuan, Rabu (31/5/2017).

Baca juga: Banjir Kiriman dari Malaysia Rendam 7 Desa di Wilayah Perbatasan Nunukan

Mendengar keluhan kepala sekolah tersebut, Jefri yang memberi bantuan perbaikan peralatan sekolah hanya tersenyum sambil memberi semangat kepada para guru. Dia pun berpesan agar siswa dan guru berhati hati dengan keberadaan ular kobra itu.

"Sebagai guru harus tetap bersemangat memberikan pendidikan di wilayah perbatasan demi anak bangsa," ujarnya, Rabu.

Baca juga: Banjir Kiriman Malaysia, Satu Warga Perbatasan Dilaporkan Meninggal

Kepala SMAN 1 Sembakung, Syarifah Camelia Faridah mengatakan, jika banjir merendam sekolah dipastikan akan banyak ular kobra membuat sarang di ruang kelas. Padahal, selama 6 minggu terakhir, bangunan sekolah tersebut sudah 2 kali terendam banjir.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ada ular yang bersarang di kap lampu hasil karya siswa. Ular ular tersebut sangat berbahaya kalau menggigit siswa. Hari ini saja ada 5 ular kobra yang ditemukan di sekolah dan perumahan guru," ujarnya.

Rabu hari ini, banjir selama 12 minggu yang merendam 7 desa di Kecamatan Sembakung mulai surut. Namun karena keadaan sekolah yang masih banyak lumpur membuat ujian akhir sekolah diundur hingga Jumat depan.

Baca juga: Terdampak Banjir Kiriman Malaysia, SMA di Nunukan Tunda Ujian

Warga juga terlihat membersihkan rumah mereka dari genangan lumpur.

Selain memberikan bantuan ke sekolah, Kapolres Nunukan juga memberikan bantuan sembako dan obat-obatan kepada warga korban banjir melalui Kecamatan Sembakung.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X