"Tutup Tambang, Selamatkan Kehidupan Kami dan Ekosistem Leuser!"

Kompas.com - 27/05/2017, 15:57 WIB
Sungai Bahorok, tempat aktivitas pertambangan galian C yang mengancam kehidupan masyarakat sekitar dan ekosistem Leuser, Sabtu (27/5/2017) KOMPAS.com/Mei LeandhaSungai Bahorok, tempat aktivitas pertambangan galian C yang mengancam kehidupan masyarakat sekitar dan ekosistem Leuser, Sabtu (27/5/2017)
|
EditorFarid Assifa

 

"Ditulis lokasinya di Kabupaten Langkat, rupanya di Kabupaten Sergai. Dari enam IUP galian C yang bermasalah, satu kita dampingi. Kami ingin ada jeda izin pertambangan untuk memperbaiki tata kelola industri pertambangan kita," tegas Aji.

Dianggap wajar

Syah Daulat Purba saat dikonfirmasi wartawan via telepon selulernya menyatakan wajar warga sekitar menolak galian C. Namun soal izin-izin tambangnya, dia mengaku sudah sesuai prosedur.

"Wajarlah kalau ada warga yang menolak, ada yang tidak. Tapi manalah mungkin pemerintah bodoh mengeluarkan izin kalau tak sesuai prosedur. Kalau kami melanggar sudah datang Krimsus ke sini," katanya.

Diminta komentar soal warga yang sudah mengadukan perusahaan tambang ke Ombudsman, Purba malah menyarankan warga agar membuat laporan ke instansi yang lebih tinggi.

"Suruh mengadu dan lapor ke yang lebih tinggilah, sama yang ngasih izin. Lingkungan hidup dan ekologi di Bahorok ini sudah rusak pasca-banjir bandang. Kita harus objektif juga. Sungai Bahorok pun sudah memakai lahan warga, termasuk lahan saya," tukas Daulat sambil menutup pembicaraan.

Sementara itu, asisten Ombudsman Sumut Adilarhaman yang menerima pengaduan warga meminta agar masyarakat melengkapi administrasi dan berkas-berkas pengaduannya supaya ditindaklanjuti pihaknya.

Baca juga: Wagub Jawa Timur: Seluruh Perahu Tambang di Jatim Tak Berizin

Di tempat terpisah, Koordinator Supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi untuk Sumatera Utara, Adlinsyah Nasution menyebutkan, kewenangan atas proses pembuatan dan penerbitan segala jenis perizinan harus melalui DPMPPTSP Pemprov Sumut.

Seluruh izin harus diproses dan dikelola Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP), begitu juga soal pemberian rekomendasi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP).

Menurutnya, OTT yang dilakukan Tim Saber Pungli Polda Sumut kepada Kadis ESDM Sumut membuktikan bahwa sistem belum berjalan baik. Setiap pemohon izin harus datang ke DPMPPTSP, selanjutnya PTSP yang mengundang Dinas ESDM membicarakan pemberian rekomendasi.

Operasi tangkap tangan Kadis ESDM dilakukan karena pemohon izin datang langsung ke dinas agar diberikan rekomendasi. Seharusnya Dinas ESDM menolak dan mengarahkan pemohon izin ke PTSP.

"Penangkapan Kadis ESDM harus jadi pembelajaran bagi semua pihak, khususnya pimpinan SKPD yang berhubungan dengan penerbitan izin. Seluruh izin wajib melalui PTSP, ini yang belum dilakukan, gubernur harus mengeluarkan instruksinya," kata Adliansyah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X