"Tutup Tambang, Selamatkan Kehidupan Kami dan Ekosistem Leuser!"

Kompas.com - 27/05/2017, 15:57 WIB
Sungai Bahorok, tempat aktivitas pertambangan galian C yang mengancam kehidupan masyarakat sekitar dan ekosistem Leuser, Sabtu (27/5/2017) KOMPAS.com/Mei LeandhaSungai Bahorok, tempat aktivitas pertambangan galian C yang mengancam kehidupan masyarakat sekitar dan ekosistem Leuser, Sabtu (27/5/2017)
|
EditorFarid Assifa

 

"Kami mau ekosistem Leuser tetap terjaga,TNGL harus diselamatkan. Kami berharap pemerintah mengembalikan Bukit Lawang seperti dulu, menjadi tempat wisata dan ilmu pengetahuan karena ada hutan dan orangutannya," timpal Fahmi dan Pandi, warga dusun lain.

Izin tambang

Program Manager JMT-PELA, Susilo Laharjo mengatakan, proses perizinan galian C milik Syahdaulat Purba penuh kejanggalan. Dia menyebutkan beberapa indikasi di antaranya penerbitan Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL) dengan Nomor 660-26/SPPL/BLH-LKT/2016 tertanggal 8 November 2016.

Izin ini terbit sebelum ada izin yang dikeluarkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP).

Dasar pengajuan terbitnya hanya berdasarkan surat rekomendasi penerbitan izin yang dikeluarkan Dinas Energi dan Sumber Daya Meneral (ESDM) Provinsi Sumatera Utara Nomor 540/3227/DPE/2016 tertanggal 8 November 2016 yang ditandatangani Kepada Dinas Eddy Saputra Salim.

Baca juga: 2017, Tambang Tumpang Pitu Targetkan Produksi 100 Ribu Ons Emas

Pada Juli 2017, Eddy ditangkap Tim Sapu Bersih Pungutan Liar dan Dirkrimsus Polda Sumut dari kantornya karena melakukan pungutan liar terkait penerbitan izin galian C di Sumut.

"Izin SPPL tidak bisa terbit jika tidak ada pengajuan untuk pengurusan izin lingkungan. Kalau dasar pengajuan terbitnya berdasarkan surat rekomendasi Dinas ESDM Provinsi Sumatera Utara Nomor 540, ini masalah. Bagaimana mungkin izin SPPL terbit bersamaan dengan terbitnya surat rekomendasi izin usaha pertambangan yang diajukan kepada DPMPPTSP?" ucap Susilo menggeleng.

Dijelaskannya, izin usaha pertambangan eksplorasi yang diterbitkan DPMPPTSP keluar pada 16 November 2016 dengan Nomor 671/608/BPPTSU/2/XI.1a/XI/2016 dengan masa berlaku dua tahun.

Lima bulan kemudian, tepatnya 23 Maret 2017, DPMPPTSP mengeluarkan izin operasi produksi dengan Nomor 671/176/DPMPPTSP/5/XI.1b/III/2017.

"Kami mencurigai ada indikasi percepatan izin penerbitan yang tidak sesuai prosedur dan menyalahi perundang-undangan. DPMPPTSP tidak akan mungkin mengeluarkan izin operasi produksi bila tidak ada telaah dan kajian Dinas ESDM Provinsi Sumut. Kami masih berkomunikasi dan meminta data terkait telaah dan kajian ini," kata peneliti dari JMT-PELA, Aji Dwi Asmadi.

Data dari JMT-PELA, mulai 2014 hingga 2019, ada 329 IUP galian C di Sumatera Utara. Sebanyak 123 berstatus operasi produksi dan 206 tahap eksplorasi. Ada enam IUP galian C yang bermasalah administrasinya seperti penuliasan tanggal dan lokasi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X