Polisi Gerebek Gudang Penimbunan Bawang Putih dari China di Cilacap

Kompas.com - 26/05/2017, 21:58 WIB
Kapolres Cilacap AKBP Yudo Hermanto menunjukkan bawang putih kating dari China yang disita di Mapolres, Jumat (26/5/2017). KOMPAS.com/Iqbal FahmiKapolres Cilacap AKBP Yudo Hermanto menunjukkan bawang putih kating dari China yang disita di Mapolres, Jumat (26/5/2017).
|
EditorReni Susanti

CILACAP, KOMPAS.com - Satuan Petugas (Satgas) pangan Kepolisian Resor Cilacap menyita 12 ton bawang putih jenis kating impor dari China yang ditimbun dalam dua gudang di Kecamatan Kroya, Cilacap, Jawa Tengah, Senin (22/5/2017).

Kapolres Cilacap AKBP Yudo Hermanto mengatakan, bawang putih impor senilai Rp 60 juta tersebut disita karena sang pemilk, Sudityo (55) dan Sulistyo (28) tidak memiliki Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) dan juga surat ijin gudang.

“Saat ini keduanya masih berstatus sebagai saksi, kami masih berkoordinasi dengan SKP (Stasiun Karantina Pertanian) Kelas I Cilacap, Bea Cukai, dan DPMPPSP (Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Cilacap terkait unsur pelanggaran yang dilakukan,” katanya, Jumat (26/5/2017).

(Baca juga: 182 Ton Bawang Putih yang Ditimbun di Marunda Asal China dan India)

Yudo menjelaskan, penggerebekan terjadi saat Satgas Pangan tengah melakukan inspeksi ke beberapa pasar di Kecamatan Kroya. Tanpa diduga, harga bawang putih di pasar tersebut melonjak dari umumnya Rp 50.000-55.000 menjadi Rp 60.000.

Petugas yang mendapat fakta lapangan langsung melakukan penelusuran. Benar saja, dari hasil penelusuran, petugas menemukan sedikitnya 30 karung bawang putih di gudang milik Sudityo, dan 570 karung dari gudang milik Sulistyono.

Bawang Putih yang ditimbun dijual dengan harga Perkilo Rp 35.000 kepada pengecer, dan pengecer menjual kepada konsumen sekitar Rp 60.000. Hal ini sangat merugikan masyarakat,” katanya.

(Baca juga: Menteri Amran: Tidak Ada Alasan Harga Bawang Putih Bergejolak)

 

Kepala SKP Kelas 1 Cilacap, Dadang Abdullah mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan. Hasilnya, importir yang menyuplai barang kepada kedua saksi telah memilki surat yang lengkap.

“Surat importir lengkap dan legal, sehingga kemungkinan unsur pidana ada di perizinan perdagangan kedua saksi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan non Perizinan DPMPPSP Cilacap, Gatot Tri Atmojo mengungkapkan, jika terbukti melanggar, kedua orang tersebut bisa dipidana dengan kurungan selama enam bulan atau denda Rp 50 juta. 

"Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Cilacap Nomor 11 Tahun 2014 tentang Surat Izin Usaha Perdagangan," tutupnya. 

Kompas TV Polisi Temukan Penimbunan Ratusan Ton Bawang di Bekasi
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Regional
Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Regional
Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan 'Bapenda Kapendak'

Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan "Bapenda Kapendak"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.