Soal Penangguhan Penahanan Nuril, Pengacara Masih Tunggu Jawaban - Kompas.com

Soal Penangguhan Penahanan Nuril, Pengacara Masih Tunggu Jawaban

Kompas.com - 25/05/2017, 08:53 WIB
KOMPAS.com/ Karnia Septia Baiq Nuril Maknun, terdakwa kasus UU ITE saat berada di PN Mataram, Rabu (10/5/2017)

MATARAM, KOMPAS.com - Tim kuasa hukum masih menunggu jawaban majelis hakim terkait permohonan penangguhan penahanan terdawa Baiq Nuril, mantan tenaga honorer SMAN 7 Mataram yang terjerat UU ITE karena diduga menyebarkan rekaman asusila atasannya.

"Hari ini belum bisa ditangguhkan. Kami harap bisa dipertimbangkan lagi oleh majelis hakim karena klien kami pasif," kata Yan Mangandar, tim kuasa hukum Nuril usai sidang di PN Mataram, Rabu (24/5/2017).

Baca juga: Rieke Diah Pitaloka: Saya Jamin Nuril Tidak Akan Melarikan Diri

Yan mengatakan, saat ini berkas permohonan penangguhan penahanan Nuril tengah dipelajari oleh majelis hakim.

Selain itu, majelis hakim masih mengunggu tahap pembuktian selesai.

Yan menyebutkan, hingga sidang keempat kasus Nuril, sudah ada 30 lebih penjamin yang menandatangani berkas permohonan penangguhan penahanan untuk Nuril.

Salah satu berkas penangguhan penahanan ditandatangani langsung oleh anggota Badan Legislasi DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, yang turut hadir di sidang keempat Nuril. Seluruh berkas tersebut kini telah diserahkan kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Mataram.

Baca juga: Dijerat UU ITE, Baiq Nuril Akan Tuntut Balik Mantan Atasannya

Pihaknya berharap berkas permohonan penangguhan penahanan Nuril dikabulkan dan Nuril bisa kembali bersama ketiga buah hatinya.

Kompas TV Pelaku Jaringan Paedofil Online Dijerat UU ITE & Pornografi


EditorFarid Assifa
Komentar

Terkini Lainnya

Kurangi Pengeluaran Negara, Gaji Menteri Malaysia Dipangkas 10 Persen

Kurangi Pengeluaran Negara, Gaji Menteri Malaysia Dipangkas 10 Persen

Internasional
Diusir, Dicurigai Teroris, hingga Terpisah dengan Suami, Ibu dan 6 Anaknya Ini Diamankan Dinsos

Diusir, Dicurigai Teroris, hingga Terpisah dengan Suami, Ibu dan 6 Anaknya Ini Diamankan Dinsos

Megapolitan
Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta Masih Ditutup

Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta Masih Ditutup

Megapolitan
Ketua Pansus: Harus Ada Pembeda Antara Kriminal Biasa dan Terorisme

Ketua Pansus: Harus Ada Pembeda Antara Kriminal Biasa dan Terorisme

Nasional
Seorang Pria Ditemukan Tewas Dalam Kamar Mandi Hotel

Seorang Pria Ditemukan Tewas Dalam Kamar Mandi Hotel

Regional
Koper Hitam Tak Bertuan di Kepri Bikin Heboh, Isinya Ternyata Kosong

Koper Hitam Tak Bertuan di Kepri Bikin Heboh, Isinya Ternyata Kosong

Regional
Pelaku Penyerangan Mapolsek Maro Kerap Berurusan dengan Polisi

Pelaku Penyerangan Mapolsek Maro Kerap Berurusan dengan Polisi

Nasional
Ingin Perwira Aktif Masuk Kemenko Maritim, Luhut Inisiasi Revisi UU TNI

Ingin Perwira Aktif Masuk Kemenko Maritim, Luhut Inisiasi Revisi UU TNI

Nasional
Polisi Cek Kejiwaan Pelaku Penyerangan Mapolsek Maro Sebo

Polisi Cek Kejiwaan Pelaku Penyerangan Mapolsek Maro Sebo

Nasional
Pemprov DKI Resmi Melantik Johan Romadhon sebagai Dirut PD Dharma Jaya

Pemprov DKI Resmi Melantik Johan Romadhon sebagai Dirut PD Dharma Jaya

Megapolitan
Rudal Houthi Hantam Pasar yang Ramai di Yaman, Lima Orang Tewas

Rudal Houthi Hantam Pasar yang Ramai di Yaman, Lima Orang Tewas

Internasional
Sandiaga Imbau Warga Tukar Uang untuk THR di Tempat Resmi

Sandiaga Imbau Warga Tukar Uang untuk THR di Tempat Resmi

Megapolitan
Siap Edarkan 1,1 Kilogram  Sabu, Sepasang Suami istri Ditangkap Polisi

Siap Edarkan 1,1 Kilogram Sabu, Sepasang Suami istri Ditangkap Polisi

Regional
Jaksa KPK: Kontraktor Diminta Uang untuk Biaya Kampanye Calon Gubernur Sultra

Jaksa KPK: Kontraktor Diminta Uang untuk Biaya Kampanye Calon Gubernur Sultra

Nasional
Ini Alasan Pemerintah Tak Ingin Ada Motif Politik dalam Definisi Terorisme

Ini Alasan Pemerintah Tak Ingin Ada Motif Politik dalam Definisi Terorisme

Nasional

Close Ads X