Pesan Presiden Jokowi kepada Penerima Sertifikat Tanah Gratis

Kompas.com - 24/05/2017, 19:24 WIB
Ribuan warga Jawa Timur saat menunjukkan sertifikat tanah yang baru saja didapatkannya kepada Presiden Joko Widodo di Lapangan Brawijaya, Rampal, Kota Malang, Rabu (24/5/2017). KOMPAS.com/Andi HartikRibuan warga Jawa Timur saat menunjukkan sertifikat tanah yang baru saja didapatkannya kepada Presiden Joko Widodo di Lapangan Brawijaya, Rampal, Kota Malang, Rabu (24/5/2017).
|
EditorFarid Assifa

MALANG, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo berpesan kepada seluruh penerima sertifikat tanah gratis dari Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona).

Jokowi meminta kepada masyarakat untuk menjaga baik-baik sertifikat tersebut. Sebab, sertifikat itu adalah bukti hak milik atas lahan yang dimiliki.

"Sertifikat ini adalah tanda bukti hak. Ini adalah hak hukum. Kalau sudah pegang ini, udah enak banget. Ada yang ngaku-ngaku, ini tanah saya. Tidak, ini tanah saya. Ini ada (sertifikatnya). Nama saya ada di sini," katanya seusai menyerahkan sertifikat tanah di Lapangan Brawijaya, Rampal, Kota Malang.

Baca juga: Jokowi: 2019, 9 Juta Sertifikat, Caranya Gimana? Tergantung Pak Menteri

Kepada ribuan warga Jawa Timur penerima sertifikat tanah gratis itu, Jokowi meminta agar sertifikat tersebut difotokopi, kemudian disimpan dalam plastik. Hal itu untuk menghindari kerusakan dan hilangnya sertifikat.

"Yang sudah pegang sertifikat saya titip, difotokopi. Yang asli diberi plastik, kalau ada gentingnya bocor tidak merusak sertifikat ini. Kenapa difotokopi, kalau ini hilang, gampang ngurusnya ke kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional)," jelasnya.

Selain itu, Jokowi juga berpesan kepada masyarakat yang ingin menjadikan sertifikat itu sebagai anggunan untuk pinjaman uang ke bank agar memeprtimbangkannya secara matang supaya tidak terjadi kredit macet.

"Kalau ingin sertifikatnya 'disekolahkan". Dipakai agunan ke bank, dipakai jaminan ke bank, silakan. Tetapi saya titip, ini hati-hati. Tolong dikalkulasi dulu, dihitung dulu, bisa nggak nyicil tiap bulannya. Bisa nggak ngangsur setiap bulannya. Kalau dihitung kira-kita tidak masuk (bisa nyisil), jangan memaksakan diri. Bisa-bisa sertifikat ini justru akan diambil oleh bank," jelasnya.

Jokowi juga meminta kepada penerima sertifikat supaya menggunakan uang hasil pinjamannya dengan efektif jika sertifikat itu benar-benar dijadikan jaminan ke bank. Sebab, pinjam ke bank, selain membayar cicilan pokok, juga harus membayar bunga angsuran.

"Kalau sertifikatnya sudah dianggunkan ke bank, misalnya dapat pinjaman Rp 200 juta. Jangan sampai yang Rp 100 juta untuk beli mobil. Jangan, hati-hati dengan yang namanya pinjaman bank. Karena harus banyar pokok dan membayar bunga cicilan," katanya.

Mantan wali kota Solo dan gubernur DKI Jakarta itu menyarankan uang hasil pinjamannya itu dipakai untuk modal usaha.

"Silakan kalau mau dipakai untuk tambahan usaha. Nambah investasi, nambah modal. Tapi kalau dapat Rp 200 juta gunakan semuanya untuk modal. Jangan ada yang dipakai untuk mobil. Tidak bisa mencicil kita nanti," jelasnya.

Baca juga: Jokowi: Sudah Ada Sertifikat Tanah, Silakan Datang ke Bank, tetapi Hati-hati...

Diketahui, Presiden Joko Widodo membagikan 10.038 sertifikat tanah gratis kepada masyarakat di seluruh Jawa Timur, Lapangan Brawijaya, Rampal, Kota Malang, Rabu (24/5/2017).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

Regional
Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X