Jokowi: 9 Juta Sertifikat Caranya Gimana? Tergantung Pak Menteri

Kompas.com - 24/05/2017, 19:01 WIB
Ribuan warga Jawa Timur saat menunjukkan sertifikat tanah yang baru saja didapatkannya kepada Presiden Joko Widodo di Lapangan Brawijaya, Rampal, Kota Malang, Rabu (24/5/2017). KOMPAS.com/Andi HartikRibuan warga Jawa Timur saat menunjukkan sertifikat tanah yang baru saja didapatkannya kepada Presiden Joko Widodo di Lapangan Brawijaya, Rampal, Kota Malang, Rabu (24/5/2017).
|
EditorReni Susanti

MALANG, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo membagikan 10.038 sertifikat tanah untuk warga Jawa Timur, di Lapangan Brawijaya, Rampal, Kota Malang, Rabu (24/5/2017).

Pembagian sertifikat itu gratis sesuai dengan Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) oleh pemerintah.

"Saya ingin lihat betul bahwa rakyat sekarang sudah pegang sertifikat," katanya.

Jokowi menjelaskan, seharusnya terdapat 126 juta sertifikat yang dipegang masyarakat. Namun sampai tahun lalu, hanya ada 46 juta sertifikat yang sudah dibagikan.

"Karena di seluruh Indonesia harusnya yang sudah pegang sertifikat 126 juta sertifikat, bidang. Tetapi, sampai tahun lalu, yang bisa diberikan baru 46 juta. Masih banyak sekali," ucapnya.

(Baca juga: Saat Dua Ekor Kerbau Mentahkan Sertifikat Tanah di Pengadilan)

Menurut Jokowi, sertifikat hak tanah sangat penting dimiliki masyarakat. Menurutnya, tidak adanya sertifikat hak tanah dapat menimbulkan sengketa kepemilikan. Ia pun menceritakan pengalamannya yang sering menjumpai kasus sengketa tanah di sejumlah daerah.

"Kenapa sertifikat ini penting, setiap saya ke provinsi, negara kita ini memiliki 34 provinsi, memiliki 516 kabupaten dan kota, selalu saya ketemu di desa, di kampung, di daerah, rakyat selalu mengeluh masalah sengketa tanah. (Sengketa) antara rakyat dengan pemerintah, rakyat dengan perusahaan," jelasnya.

Menurutnya, sengketa tanah disebabkan tidak adanya sertifikat hak tanah. Sementara pemilik tanah itu sudah mendudukinya sejak lama.

"Kenapa sengketa, karena rakyat sudah menduduki tanah itu, ada 30 tahun, 20 tahun, 50 tahun tapi tidak pegang apa-apa. Ada yang pegang leter C ada juga yang pegang surat kepala desa. Itu bukan hak hukum. Hati-hati," jelasnya.

(Baca juga: Jokowi: Sudah Ada Sertifikat Tanah, Silakan Datang ke Bank, tetapi Hati-hati...)

Oleh karenanya, ia meminta kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Pertanahan Nasional Sofyan Djalil untuk mempercepat pembagian sertifikat melalui Prona. Tahun ini ia meminta sebanyak lima juta sertifikat harus dikeluarkan.

Tahun depan sebanyak tujuh juta sertifikat dan 2019 harus bisa merealisasikan 9 juta sertifikat. "Caranya gimana, tergantung Pak Menteri. Yang penting saya sudah perintah, kalau sudah perintah saya cek," jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Regional
Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Regional
Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Regional
Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Regional
Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Regional
Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X