Pasangan "Gay" di Aceh Dihukum Cambuk 85 Kali

Kompas.com - 23/05/2017, 17:15 WIB
Petugas kesehatan memastikan kondisi kesehatan terpidana kasus liwath (hubungan sejenis) yang mendapat vonis cambukan sebanyak 85 kali yang dillaksanakan di Mesjid Asy-Syuhada Lamgugop Banda Aceh, Selasa (23/5/2017). KOMPAS.com/Daspriani Y ZamzamiPetugas kesehatan memastikan kondisi kesehatan terpidana kasus liwath (hubungan sejenis) yang mendapat vonis cambukan sebanyak 85 kali yang dillaksanakan di Mesjid Asy-Syuhada Lamgugop Banda Aceh, Selasa (23/5/2017).
|
EditorCaroline Damanik

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Hb (22) dan Tf (24), dua pria yang terbukti melakukan hubungan sejenis, menjalani eksekusi cambuk sebanyak 85 kali cambukan.

Mahkamah Syariyah Banda Aceh menyatakan, keduanya terbukti secara meyakinkan telah menjalani hubungan sesama jenis dan melanggar pasal 63 Qanun nomor 6/ 2014 pasal 63 tentang Liwath.

Eksekusi pencambukan dilakukan di halaman Masjid Syuhada Lamgugop Banda Aceh di hadapan khalayak ramai. Lima orang algojo secara bergantian melakukan eksekusi bagi keduanya.

Sempat minta jeda sejanak, Habibi bisa menjalani cambukan hingga hitungan ke-83. Sepanjang proses cambuk, bibirnya terlihat komat-kamit melafazkan seruan tasbih.

(Baca juga: Tersinggung Tak Dibayar, Pria "Gay" Pukuli Teman Kencan hingga Tewas)

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja-Wilayatul Hisbah Banda Aceh, Yusnardi, mengatakan, sesuai dengan aturan yang ada, pasca-eksekusi cambuk, para terpidana kemudian langsung diserahkan ke pihak keluarga.

“Dengan demikian kita berharap para tepridana bisa mendapat bimbingan yang lebih baik dari pihak keluarga termasuk menyeimbangkan kembali kehidupan lingkungannya,” ucap Yusnardi, Selasa (23/5/2017).

Bersamaan dengan itu, empat pasangan bukan muhrim yang terbukti melanggar hukum syariat Islam juga menjalani eksekusi cambuk.

Empat pasang pelanggar tersebut yaitu SI (24) dan WN (26) yang kena hukuman cambuk 23 kali, MS (23) dan VR (21) dicambuk 27 kali, HS (26) dan AG (20) kena cambuk 26 kali, serta MK (26) dan FR (29) yang dicambuk 29 kali. Empat pasangan itu melanggar pasal 25 ayat 1 mengenai Ikhtilath, qanun nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Proses cambuk berlangsung tertib. Masyarakat yang menonton beberapa kali menyoraki pelanggar syariat. Keempat pasangan itu dicambuk hingga selesai. Permintaan jeda saling diajukan oleh terpidana. Bahkan cambukan terhadap terpidana VR sempat berhenti pada hitungan kesepuluh untuk diperiksa kondisi kesehatannya.

“Tapi tadi dia pun menyelesaikan hukumannya pada giliran yang terakhir,” ujar Yusnardi.

Anggota MPU Aceh, Abdul Gani Isa, dalam tausiyahnya mengatakan, syariat Islam dilaksanakan dengan sifat persuasif dan mendidik. Hukuman syariat Islam juga dilakukan terbuka melalui proses pengadilan.

"Proses cambuk disaksikan oleh orang-orang, didampingi tim medis, jaksa, dan dilakukan sesuai prosedur qanun," kata Abdul Gani di Masjid Syuhada.

Abdul Gani juga mengingatkan kepada khalayak, bahwa penegakan syariat Islam bukan untuk hura-hura, tapi untuk memberikan efek jera.

"Untuk memperbaiki kehidupan yang salah dan keliru untuk ke arah yang lebih baik," katanya.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puluhan Rumah dari 2 Desa di Muba Terendam Banjir

Puluhan Rumah dari 2 Desa di Muba Terendam Banjir

Regional
Sebelum Gelar Sekolah Tatap Muka, Siswa di Salatiga Jalani 'Rapid Test'

Sebelum Gelar Sekolah Tatap Muka, Siswa di Salatiga Jalani "Rapid Test"

Regional
Puluhan Rumah di Simalungun Rusak akibat Longsor dan Banjir

Puluhan Rumah di Simalungun Rusak akibat Longsor dan Banjir

Regional
Ini Alasan PSBB Bodebek Kembali Diperpanjang

Ini Alasan PSBB Bodebek Kembali Diperpanjang

Regional
Kasus Mayat Bayi Dalam Kantong Plastik, Polisi Tetapkan Ibu Kandung sebagai Tersangka

Kasus Mayat Bayi Dalam Kantong Plastik, Polisi Tetapkan Ibu Kandung sebagai Tersangka

Regional
Bawaslu Klaim Kasus Covid-19 di Daerah yang Gelar Pilkada Cenderung Turun

Bawaslu Klaim Kasus Covid-19 di Daerah yang Gelar Pilkada Cenderung Turun

Regional
Ridwan Kamil Puji Ketua PBNU yang Berani Umumkan Diri Positif Covid-19

Ridwan Kamil Puji Ketua PBNU yang Berani Umumkan Diri Positif Covid-19

Regional
Langgar Protokol Kesehatan, Operasional Obyek Wisata Dusun Semilir Semarang Dihentikan

Langgar Protokol Kesehatan, Operasional Obyek Wisata Dusun Semilir Semarang Dihentikan

Regional
Rizieq Shihab Akan Dipanggil Polisi Terkait 2 Kasus Berbeda di Bogor

Rizieq Shihab Akan Dipanggil Polisi Terkait 2 Kasus Berbeda di Bogor

Regional
Ridwan Kamil Sebut Tokoh Publik Wajib Umumkan Hasil Tes Covid-19

Ridwan Kamil Sebut Tokoh Publik Wajib Umumkan Hasil Tes Covid-19

Regional
KPU Solo Temukan 8.237 Lembar Surat Suara Rusak

KPU Solo Temukan 8.237 Lembar Surat Suara Rusak

Regional
10 Orang Diperiksa Polisi soal RS Ummi, Termasuk Menantu Rizieq Shihab

10 Orang Diperiksa Polisi soal RS Ummi, Termasuk Menantu Rizieq Shihab

Regional
Kronologi Balita Tewas Setelah Terjebak Dalam Rumah yang Terbakar

Kronologi Balita Tewas Setelah Terjebak Dalam Rumah yang Terbakar

Regional
Masa Tanggap Darurat Covid-19 di DIY, Sri Sultan: Pusat Diperpanjang, Mosok Aku Nyabut

Masa Tanggap Darurat Covid-19 di DIY, Sri Sultan: Pusat Diperpanjang, Mosok Aku Nyabut

Regional
Tulis Cerpen di Penjara, Jerinx Singgung Soal Kaliyuga hingga Kebebasan Berpendapat

Tulis Cerpen di Penjara, Jerinx Singgung Soal Kaliyuga hingga Kebebasan Berpendapat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X