Kompas.com - 22/05/2017, 21:15 WIB
|
EditorReni Susanti

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Gara-gara ingin membongkar pungutan liar di tempat kerjanya, Vina Yanti Pakpahan, dokter yang bertugas di Kantor Kesehatan Pelabuhan wilayah kerja Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), diancam oleh atasannya.

Karena tak terima dengan ancaman itu, dokter Vina pun melaporkan Marsel Elias, Koordinator Kantor Kesehatan Pelabuhan Wilayah Kerja Labuan Bajo ke Kepolisian Resor setempat.

Vina Yanti Pakpahan mengatakan, kejadian bermula ketika datang seorang agen kapal speedboat Rajo Go Ema Clearance ke kantor kesehatan pelabuhan. Setelah ia membantu menerbikan dokumen speedboat berkapasitas 5 GT, sang agen memberikan uang Rp 30.000. 

Vina yang terkejut mengembalikan uangnya. Ia lalu mengatakan, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2013 pasal 5, kapal di bawah GT 7 tidak dikenakan tarif jenis penerimaan negara bukan pajak alias gratis. 

"Untuk pelayanan penerbitan sertifikat Izin karantina, penerbitan sertifikat sanitasi kapal, penerbitan buku kesehatan kapal, penerbitan port health quarantine clearance dan penerbitan sertifikat pertolongan pertama pada kecelakaan juga gratis," ungkap Vina.

(Baca juga: Selama 4 Bulan, 87 PNS Terjaring OTT Pungutan Liar di Jawa Timur)

 

Vina kemudian menganalisa bahwa selama ini pegawai (staf) yang lain menerima uang Rp 30.000 setiap ada clearance kapal di bawah 7 GT. Karenanya, ia meminta agen kapal tersebut, jika ada petugas yang meminta uang untuk melapor ke pusat.

Agen itu, baru tahu kalau ada aturan seperti itu. Setelah agen kapal itu pulang, Vina kemudian bertanya kepada teman kantornya ED. 

"Saya lalu tanya sama dia, bahwa berarti selama ini kalian tetap meminta uang untuk kapal yang di bawah GT 7. Dia lalu menjawab apa kompetensi kamu bertanya pada saya. mendengar itu saya lalu jawab bahwa saya pegawai dan apa saya salah bertanya. Dia langsung terdiam,"ucap Vina.

Tak berselang lama, datanglah agen Kapal Plataran Phinisi untuk clearance di kantornya. Ia lalu membuat dokumen kesehatannya. Selanjutnya Vina meminta bantuan temannya ED yang sedang asyik menelpon di saat jam kantor, untuk buatkan billing PNBP kapal itu.

"Saya bilang ke dia, kan bisa melanjutkan telepon nanti dan ini kan jam kantor, jam untuk memberikan pelayanan, sehingga dia marah saya dan berkata kamu saja yang buat, kamu ini tidak ada etika ya saya sedang telepon kamu ganggu," kata Vina meniru ucapan ED.

(Baca juga: Pungutan Liar Marak di Jalur Alternatif Menuju Puncak)

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Regional
Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Regional
Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Regional
Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Regional
Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Regional
'T-Rex' yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

"T-Rex" yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

Regional
Perempuan Kuat, Perempuan Bersemangat

Perempuan Kuat, Perempuan Bersemangat

Regional
Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemprov Sulsel Salurkan 2.500 Ton Benih untuk 100.000 Ha Lahan

Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemprov Sulsel Salurkan 2.500 Ton Benih untuk 100.000 Ha Lahan

Regional
Wujudkan Medan Berkah, Maju, dan Kondusif, Bobby Ajak Seluruh Elemen Kolaborasi Cegah Korupsi

Wujudkan Medan Berkah, Maju, dan Kondusif, Bobby Ajak Seluruh Elemen Kolaborasi Cegah Korupsi

Regional
Pemprov Riau Serahkan Bantuan Korban Gempa Cianjur Rp 676,9 Juta ke Bupati Herman Suherman

Pemprov Riau Serahkan Bantuan Korban Gempa Cianjur Rp 676,9 Juta ke Bupati Herman Suherman

Regional
KPK Tetapkan Desa Sukojati Jadi Desa Antikorupsi, Bupati Ipuk: Ayo Belajar dari Desa Sukojati

KPK Tetapkan Desa Sukojati Jadi Desa Antikorupsi, Bupati Ipuk: Ayo Belajar dari Desa Sukojati

Regional
Lewat Bonebol Half Marathon, Bupati Hamim Dukung Pengembangan Olahraga Bone Bolango

Lewat Bonebol Half Marathon, Bupati Hamim Dukung Pengembangan Olahraga Bone Bolango

Regional
Peduli Kesejahteraan Guru, Bupati Hamim Bakal Terima Anugerah Dwija Praja Nugraha

Peduli Kesejahteraan Guru, Bupati Hamim Bakal Terima Anugerah Dwija Praja Nugraha

Regional
Respons Antusias Rembug Pemuda Banyuwangi, Bupati Ipuk: Kita Harus Berkolaborasi Bersama

Respons Antusias Rembug Pemuda Banyuwangi, Bupati Ipuk: Kita Harus Berkolaborasi Bersama

Regional
Layad Rawat, Strategi Dinkes Jabar Pangkas Batas Layanan Kesehatan

Layad Rawat, Strategi Dinkes Jabar Pangkas Batas Layanan Kesehatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.