Karya Seni Lukis Bakar Asal Sukabumi Diminati Warga Belanda dan Jepang

Kompas.com - 21/05/2017, 15:27 WIB
Seniman muda, Mochamad Shidiq melukis wajah di atas media kayu menggunakan teknik bakar di rumahnya Gang Lipur, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (20/5/2017). Warga Belanda dan Jepang sempat memesan dan meminta gambar foto wajahnya dilukis di atas kayu oleh pemuda Sukabumi itu. KOMPAS.com/BUDIYANTOSeniman muda, Mochamad Shidiq melukis wajah di atas media kayu menggunakan teknik bakar di rumahnya Gang Lipur, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (20/5/2017). Warga Belanda dan Jepang sempat memesan dan meminta gambar foto wajahnya dilukis di atas kayu oleh pemuda Sukabumi itu.
|
EditorAmir Sodikin

SUKABUMI, KOMPAS.com - Melukis itu ternyata tidak selalu dengan media kanvas dan catnya. Banyak rupa yang dihasilkan para seniman di Indonesia ini.

Salah satunya yang dilakukan seniman muda asal Sukabumi, Jawa Barat, Mochamad Shidiq Syaefulrachman (24). Kini pemuda lulusan jurusan otomotif SMKN 4 tahun 2011 ini sedang menekuni seni lukis bakar dengan media kayu dan alat pen menyerupai solder listrik.

Puluhan karya lukisnya mulai dari gambar pemandangan alam, binatang, hingga wajah-wajah musisi dunia telah dihasilkannya. Belum lagi lukisan-lukisan sesuai pesanan, seperti lukisan keluarga dan wajah pribadi.

Bahkan dua warga negara Belanda dan Jepang turut pula memesan wajahnya untuk dilukis oleh pemuda asal Gang Lipur, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gunung Parang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi itu.

''Awalnya saya iseng saja. Saat itu sedang memperbaiki radio, saat itu soldernya yang masih panas saya coba dipakai menggambar di atas kayu dan ternyata bisa,'' ungkap Shidiq panggilan akrab Mochamad Shidiq Syaefulrachman kepada Kompas.com saat ditemui di rumahnya, Sabtu (20/5/2017).

Karena penasaran, lanjut dia, menggambar dengan alat solder listrik di atas kayu itu terus dipelajarinya secara otodidak. Sejumlah gambar sketsa wajah musisi dunia seperti John Lennon dan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) almarhum Munir berhasil dilukis di atas kayu.

''Saya belajar secara otodidak. Walaupun darah seni saya mengalir dari ayah saya. Ayah dulu pernah juga melukis waktu di Taman Mini Jakarta,'' tutur putra semata wayang pasangan Mansur Zaelani dengan Ai Sumiati.

Menurut dia tidak semua kayu dapat dijadikan sebagai media melukisnya. Hanya ada tiga jenis kayu yang biasanya dipakai sebagai media, antara lain pinus, damar dan bayur.

''Dari ketiga jenis kayu ini juga punya karakter masing-masing.

Sebelum melukis, kayu-kayu yang akan dijadikan media menggambar itu harus dibuat sehalus mungkin. Makanya dalam prosesnya harus diamplas semua permukaannya agar rapih.

''Barulah dibuatkan sketsanya dulu, setelah itu baru dilukis. Setiap gambar yang dilukis memerlukan waktu yang berbeda-beda. Kalau ukuran kecil biasanya lebih sulit, ya ada yang selesai seminggu ada juga yang sampai sebulan,'' tutur dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buntut Konflik Tanah di Flores Timur: Polisi dan Istri Disandera, Rumah Rohaniawan Dirusak, 7 Orang Ditangkap

Buntut Konflik Tanah di Flores Timur: Polisi dan Istri Disandera, Rumah Rohaniawan Dirusak, 7 Orang Ditangkap

Regional
Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Regional
Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Regional
Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Regional
Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Penganggurann Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Penganggurann Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Regional
Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Regional
Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

Regional
Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Regional
Waspada, 'The Silent Killer' Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Waspada, "The Silent Killer" Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Regional
Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Regional
Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Regional
Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Regional
Ini Reaksi Umar Patek Saat Istrinya Resmi Jadi WNI, Tanda Cinta 'Saranghae' hingga 2,5 Tahun Menunggu

Ini Reaksi Umar Patek Saat Istrinya Resmi Jadi WNI, Tanda Cinta "Saranghae" hingga 2,5 Tahun Menunggu

Regional
Akhir Perjalanan SN, Pelaku Pelemparan Sperma dan Begal Payudara di Tasikmalaya

Akhir Perjalanan SN, Pelaku Pelemparan Sperma dan Begal Payudara di Tasikmalaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X