Ketika Anak-anak di NTT Mulai Bicara dan Peduli Kesetaraan Gender

Kompas.com - 21/05/2017, 15:13 WIB
Mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)Linda Amalia Sari (Linda Gumilar), saat berdiskusi dengan sejuemlah remaja asal NTT di lobi Hotel Aston Kota Kupang, Jumat (19/5/2017) malam Kompas.com/Sigiranus Marutho BereMantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)Linda Amalia Sari (Linda Gumilar), saat berdiskusi dengan sejuemlah remaja asal NTT di lobi Hotel Aston Kota Kupang, Jumat (19/5/2017) malam
|
EditorAmir Sodikin

KUPANG, KOMPAS.com - Pertemuan sore menjelang maghrib terasa hangat, meski ruang lobi Hotel Aston Kupang, Nusa Tenggara Timur, terasa dingin akibat embusan udara dari penyejuk ruangan.

Hangatnya pertemuan antara 11 orang anak remaja perempuan dan laki-laki dari sejumlah kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) itu dengan mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Linda Amalia Sari ( Linda Gumelar), karena diisi dengan diskusi mengenai kesetaraan gender antara perempuan dan laki-laki.

Suasana yang sempat kaku di awal pertemuan itu, mulai berubah mencair tatkala Linda Gumelar mengajak para remaja untuk santai dan mengungkapkan semua hal yang diketahui para remaja, khususnya kesetaraan gender di wilayah NTT.

Ditemani teh dingin dan pisang goreng keju, secara bergantian para remaja yang tergabung dalam koalisi anak muda untuk perempuan atau Youth Coalition for Girl (YCG), menyampaikan persoalan kesetaraan gender di provinsi yang berbatasan dengan negara Timor Leste dan Australia itu.

Pertemuan para remaja yang berusia antara 15-19 tahun dengan Linda Gumelar, difasilitasi oleh Plan International Indonesia Area Timor.

Tiga orang perwakilan remaja masing- masing Koordinator YCG for Girl Kota Kupang, Rema Dubu, Priscilla Mariana, dan Franklin Pito Jella, secara bergantian menjelaskan kondisi di NTT. Terutama soal pemahaman keluarga terkait persamaan hak, soal pendidikan antara laki-laki dan perempuan, pernikahan di usia anak, serta perdagangan manusia.

Koordinator YCG for Girl Kota Kupang Rema Dubu mengatakan, mereka sebagai relawan berkomitmen menerapkan nilai-nilai kesetaraan gender ke dalam kehidupan pribadi, lingkungan, dan organisasinya masing-masing.

Selain itu lanjut Rema, relawan ini juga secara aktif berjejaring satu sama lain dalam rangka mempromosikan hak anak perempuan melalui berbagai bentuk kontribusi, di antaranya ikut menulis cerita anak perempuan yang bisa langsung disampaikan melalui sebuah website dan terlibat dalam kegiatan yang mempromosikan hak anak baik secara online maupun offline.

“Kita juga membantu kaum muda atau anak perempuan yang mengalami kekerasan seksual, dikasari, ditindas, dan dirundung, serta kekerasan dalam pacaran. Karena kesetaran laki laki dan perempuan, posisi perempuan masih di bawah, maka kita anak muda sangat gencar untuk publikasi dan perkenalkan soal kesetaraan gender ini,” kata Rema yang diamini dua rekannya yang lain, Franklin Pito Jella dan Priscilla Mariana, Jumat (19/5/2017) malam.

Ia berharap, anak anak seusianya di NTT, bisa segera bergabung dengan mereka di YCG sehingga bisa membangun NTT menjadi lebih baik. YCG sendiri dibentuk oleh Plan International Indonesia.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Regional
Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Regional
Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Regional
Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Regional
Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Regional
1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

Regional
Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Regional
Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Regional
Seluruh ODP Corona di Lhokseumawe Diberi Biaya Hidup Rp 200.000 Per Hari

Seluruh ODP Corona di Lhokseumawe Diberi Biaya Hidup Rp 200.000 Per Hari

Regional
'Social Distancing' Tak Efektif, Jabar Buka Opsi 'Lockdown' Zona Merah Covid-19

"Social Distancing" Tak Efektif, Jabar Buka Opsi "Lockdown" Zona Merah Covid-19

Regional
Warga Solo Ciptakan Portal Disinfektan Khusus Driver Ojek Online

Warga Solo Ciptakan Portal Disinfektan Khusus Driver Ojek Online

Regional
Juru Bicara Gugus Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri Positif Terjangkit Corona

Juru Bicara Gugus Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri Positif Terjangkit Corona

Regional
Dua Warga Magetan yang Positif Corona dan Meninggal ikut Seminar di Bogor

Dua Warga Magetan yang Positif Corona dan Meninggal ikut Seminar di Bogor

Regional
Diduga Sebarkan Hoaks tentang Corona, Oknum Polwan Polda Maluku Dilaporkan ke Polisi

Diduga Sebarkan Hoaks tentang Corona, Oknum Polwan Polda Maluku Dilaporkan ke Polisi

Regional
2 Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor Sembuh Setelah Jalani Isolasi

2 Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor Sembuh Setelah Jalani Isolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X