Lewat Buku, Taman Baca Kudi Bawa Anak-anak Desa Semakin Dekat dengan Mimpi

Kompas.com - 20/05/2017, 11:40 WIB
Suasana saat kegiatan di Taman Baca Masyarakat (TBM) Kudi Dusun Cunil, Desa Pegalongan, Kecamatan Patikraja, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (14/5/2017). KOMPAS.com/Iqbal FahmiSuasana saat kegiatan di Taman Baca Masyarakat (TBM) Kudi Dusun Cunil, Desa Pegalongan, Kecamatan Patikraja, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (14/5/2017).
|
EditorCaroline Damanik

BANYUMAS, KOMPAS.com - Suasana Minggu pagi itu terasa hangat. Puluhan anak kecil di Dusun Cunil, Desa Pegalongan, Kecamatan Patikraja, Banyumas, Jawa Tengah, ramai-ramai berkumpul di jalan.

Berbeda dengan anak-anak di perkotaan, tak ada satu pun anak-anak dusun tersebut nampak menunduk sambil menggenggam gawai. Mereka berlarian, bercengkerama satu sama lain di tepi jalan sembari menanti kakak pengasuh Taman Baca Kudi mengeluarkan koleksi buku dari dalam rumah.

Begitu mereka yang biasa kerap disapa Kak Olipe, Kak Apris, dan Kak Eko itu muncul dari balik pintu membawa buku, anak-anak itu langsung berhambur menghampiri. Mereka berebut membantu ketiga pemuda-pemudi itu untuk menata koleksi buku di atas rak kayu.

Dengan riang, anak-anak Dusun Cunil mengangkat rak dan menata buku satu per satu, menjajarkannya dengan rapi di atas rak.

“Membaca adalah bermimpi dengan mata terbuka,” kalimat ini selalu diungkapkan oleh Kak Olipe, aktivis sosial sekaligus founder Taman Baca Masyarakat (TBM) Kudi.

Gadis asal Purwokerto ini berkeyakinan, dengan membaca, seseorang akan semakin dekat dengan cita-cita. Sebab, semakin banyak orang tahu akan sesuatu hal, semakin kecil ketakutan yang meliputi hal tersebut sehingga semakin berani seseorang menjemput kemungkinan yang ada dalam masa depannya.

“Momok yang menjadikan manusia gagal sebenarnya adalah ketakutan. Takut salah langkah, takut ini, takut itu. Tapi dengan banyak membaca, ketakutan itu sedikit demi sedikit akan hilang. Sebab wawasan kita untuk tahu mana benar dan salah akan semakin luas,” ujar Kak Olipe yang memiliki nama asli R Widiawati tersebut.

(Baca juga: Demi Anak-anak Desa, Ibu Ini Modifikasi Motor Roda 3 Jadi Perpustakaan Keliling)

Kak Olipe menceritakan, awal mula dia menemukan Dusun Cunil berangkat dari ketidak sengajaan. Sekitar awal tahun 2015, Olipe dan dua orang sahabat karibnya, Apris Nur Rakhmadani (Apris) dan Eko Priyanto (Eko) sedang mencari spot air terjun di sekitar Desa Pegalongan.

“Saya, Eko, sama Apris setiap liburan memang suka nyari curug (air terjun) yang belum populer. Kami menemukan Dusun Cunil justru karena tersesat waktu nyari curug,” katanya.

Ketiga sahabat itu merasa prihatin, betapa dusun kecil di atas bukit itu tidak memiliki fasilitas pendidikan dini sama sekali.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Regional
Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Regional
Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Regional
Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Regional
Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Regional
Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Regional
Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Regional
Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Regional
Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Regional
Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Regional
Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Regional
Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Regional
Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Regional
Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Regional
Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X