Lagi, 2 Anggota Kelompok Bermotor Pelaku Penganiayaan TNI AD Ditangkap - Kompas.com

Lagi, 2 Anggota Kelompok Bermotor Pelaku Penganiayaan TNI AD Ditangkap

Kompas.com - 17/05/2017, 12:17 WIB
DIDIE SW/dok. Kompas.com Ilustrasi

UNGARAN, KOMPAS.com - Dua terduga pelaku penganiayaan terhadap anggota Kodim 0733/Semarang, Pelda Edi Susanto, kembali ditangkap.

Kedua terduga pelaku masing-masing berinisal NDK (22) dan Arn (31), warga Kelurahan Langensari, Ungaran Barat, ditangkap di sebuah rumah di wilayah Bringin, Selasa (16/5/2017) malam.

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Hartono mengatakan, hingga sekarang sudah ada tujuh pelaku yang diamankan di Mapolres Semarang.

"Untuk dua pelaku yang baru ditangkap, akan kami mintai keterangannya hari ini," kata Hartono, Rabu (17/5/2017).

Baca juga: Pangdam Diponegoro: Kelompok Bermotor Aniaya TNI yang Sedang Bertugas

Menurut Hartono, pihaknya masih mendalami peran masing-masing terduga pelaku untuk melengkapi bukti acara pemeriksaan.

"Kami mintai keterangan dan kami juga masih melakukan pengejaran pelaku lainnya," sambungnya.

Sebelumnya, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman menegaskan, kasus penganiayaan yang dilakukan terhadap Pelda Edi Susanto (41) oleh kelompok bermotor di Ungaran pada Minggu (14/5/2017) dini hari lalu merupakan kasus pidana yang menjadi ranah aparat penegak hukum.

Untuk itu, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus yang menimpa anggota Kodim 0733/Semarang tersebut kepada aparat kepolisian.

"Kami berharap polisi dapat segera menangkap para pelaku guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sebab, penganiayaan ini dilakukan terhadap anggota kami yang tengah bertugas mengabdi," kata Panglima di sela acara silaturahmi dengan tokoh masyarakat/tokoh agama Jawa Tengah- DIY, di Balai Diponegoro, Semarang, Selasa (16/5/2017).

Baca juga: Sedang Ronda, Seorang Anggota TNI AD Dikeroyok Kelompok Bermotor

Menurut Pangdam, melaksanakan kewajiban jaga malam atau ronda tersebut merupakan bagian dari pengabdian anggota TNI kepada masyarakat, dalam rangka ikut menjaga serta mengamankan lingkungan.

Kompas TV Pada Rabu (10/5) malam, polisi membekuk pelaku penganiayaan yang menewaskan korbannya.


EditorFarid Assifa
Komentar

Terkini Lainnya

Peluang JK Kembali Jadi Cawapres Hanya Melalui Amandemen UUD 1945

Peluang JK Kembali Jadi Cawapres Hanya Melalui Amandemen UUD 1945

Nasional
Panitia Larang Atribut Politik dalam Acara 'Untukmu Indonesia' di Monas

Panitia Larang Atribut Politik dalam Acara "Untukmu Indonesia" di Monas

Megapolitan
Diduga Korban Tanah Longsor, Dua Kerangka Manusia Ditemukan di Ponorogo

Diduga Korban Tanah Longsor, Dua Kerangka Manusia Ditemukan di Ponorogo

Regional
Senyum Kim dan Moon Saat Bergandengan Tangan Lewati Garis Perbatasan

Senyum Kim dan Moon Saat Bergandengan Tangan Lewati Garis Perbatasan

Internasional
12 Jembatan Penyeberangan di Sudirman-Thamrin Bakal Dibuat Kekinian

12 Jembatan Penyeberangan di Sudirman-Thamrin Bakal Dibuat Kekinian

Megapolitan
Gerindra dan PKS Dirikan Sekretariat Bersama Pemenangan Prabowo

Gerindra dan PKS Dirikan Sekretariat Bersama Pemenangan Prabowo

Nasional
Dilarang Disparbud, Panitia 'Untukmu Indonesia' Tetap Akan Bagikan Sembako di Monas

Dilarang Disparbud, Panitia "Untukmu Indonesia" Tetap Akan Bagikan Sembako di Monas

Megapolitan
Pemerintah dan DPR Belum Sepakat soal Definisi Terorisme, Pembahasan RUU Diperpanjang

Pemerintah dan DPR Belum Sepakat soal Definisi Terorisme, Pembahasan RUU Diperpanjang

Nasional
Sopir Kopaja Mabuk Berujung Kecelakaan dengan Honda HR-V di Rasuna Said

Sopir Kopaja Mabuk Berujung Kecelakaan dengan Honda HR-V di Rasuna Said

Megapolitan
Sepi Pembeli, Pedagang Blok G Ini Tutup Lapak Baju Koko Jelang Ramadhan

Sepi Pembeli, Pedagang Blok G Ini Tutup Lapak Baju Koko Jelang Ramadhan

Megapolitan
Enam Temuan Ombudsman soal Kebijakan TKA yang Tak Sesuai Fakta Lapangan

Enam Temuan Ombudsman soal Kebijakan TKA yang Tak Sesuai Fakta Lapangan

Nasional
Ganjaran Vonis Mati untuk 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu...

Ganjaran Vonis Mati untuk 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu...

Megapolitan
Moon kepada Kim Jong Un: Saya Senang Bertemu Anda

Moon kepada Kim Jong Un: Saya Senang Bertemu Anda

Internasional
Usung Tema 'Enlightenment', Art Jog 2018 Berkembang Jadi Pergelaran Seni Visual

Usung Tema "Enlightenment", Art Jog 2018 Berkembang Jadi Pergelaran Seni Visual

Regional
Polri Tak Lagi Berwenang Awasi TKA sejak Muncul Aturan Baru soal Keimigrasian

Polri Tak Lagi Berwenang Awasi TKA sejak Muncul Aturan Baru soal Keimigrasian

Nasional

Close Ads X