Ridwan Kamil Lobi UNESCO Jadikan Pencak Silat Warisan Dunia

Kompas.com - 16/05/2017, 16:00 WIB
Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil saat berbincang dengan Kompas.com di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/5/2017). KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGWali Kota Bandung M Ridwan Kamil saat berbincang dengan Kompas.com di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/5/2017).
|
EditorReni Susanti

BANDUNG, KOMPAS.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menjadi delegasi Indonesia untuk melobi UNESCO agar memasukkan Pencak Silat sebagai warisan dunia tak benda.

Pekan lalu, Ridwan membawa 25 orang pesilat dari Jawa Barat untuk tampil di Paris, Perancis. Hasilnya, sekitar seribuan penonton mengapresiasi seni bela diri asli Indonesia tersebut.

"Alhamdulillah saya mewakili pemerintah Indonesia presentasi memperjuangkan pencak silat di UNESCO Paris di hadapan hampir 1.000 orang untuk meyakinkan pencak silat itu milik Indonesia," ujar pria yang akrab disapa Emil ini di Balai Kota Bandung, Selasa (16/5/2017).

"Daripada kecolongan diaku oleh negara negara tetangga kita lakukan yang namanya proaktif. Bahwa pencak silat itu berbeda dengan bela diri yang lain," tambahnya.

(Baca juga:  Membawa Pencak Silat ke UNESCO)

Emil mengatakan, baginya, Pencak Silat itu kombinasi dari empat hal. Ada bela dirinya, musik, tarian, dan fesyen.

"Tidak ada bela diri di dunia yang memiliki empat aspek budaya itu dalam satu kegiatan budaya tadi," ungkapnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, di Perancis, tim Pencak Silat dari Masyarakat Seni Pencak Silat Indonesia (Maspi) juga menggelar workshop untuk mempopulerkan Pencak Silat kepada masyarakat Perancis.

Setelah presentasi, UNESCO akan memproses. Pengumumannya dilakukan antara akhir 2018 atau awal 2019.

"Mereka juga melakukan workshop dengan masyarakat Perancis untuk mempopulerkan. Karena ternyata di sana ada pedepokan silat yang anggotanya orang-orang Perancis," tuturnya.

(Baca juga: Pencak Silat Dinominasikan Jadi Warisan UNESCO)

Emil optimistis, jalinan komunikasi yang intensif serta presentasi yang argumentatif bisa menjadikan Pencak Silat kian dikenal masyarakat internasional.

"Saya sangat optimis karena kunci argumentasinya sangat kuat.  Nanti duta besar kita di UNESCO, Pak Fauzi, juga akan melobi terus menerus. Kelemahan kita dalam melestarikan budaya biasanya di lobi. Jadi saya posisinya di situ bukan sebagai wali kota Bandung tetapi sebagai warga Indonesia yang diminta melobi lah dengan kapasitas," tutupnya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X