Kompas.com - 16/05/2017, 11:11 WIB
|
EditorFarid Assifa

GRESIK, KOMPAS.com – Pernah makan daun kemangi untuk dijadikan lalapan? Ternyata, daun kemangi tidak hanya nikmat dimakan, tetapi juga bisa dijadikan obat anti-nyamuk yang kadarnya tidak jauh berbeda dengan di pasaran.

Inovasi itu dilakukan oleh tiga siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nahdlatul Ulama (NU) Trate, Gresik, Jawa Timur, M Fahri Tsaniyahya (14), Dhea Safitri (15), dan Rizky Nabila Firdani (14). Mereka masih tercatat duduk di kelas 8.

Baca juga: Manfaatkan Buah Naga untuk Sel Surya, Siswa Ini Berlaga di Amerika

Kemangi sendiri memiliki ciri khas aroma daunnya yang kuat namun lembut dengan sentuhan aroma limau. Kemangi juga banyak dijumpai tumbuh di Benua Asia dan Amerika, yang tak jarang tumbuh di alam bebas.

“Setelah kami teliti, kemangi ternyata mengandung asam sitrat dan flavoid, yang itu berguna untuk mengganggu sistem pernafasan dan membunuh nyamuk,” ucap Fahri, Selasa (16/5/2017).

Para siswa ini kemudian mengombinasikan daun kemangi dengan ampas tebu. Selain sebagai media mempermudah pembentukan cetakan yang dinginkan, campuran ampas tebu juga memberikan dorongan kuat aroma daun kemangi saat obat anti-nyamuk tersebut digunakan.

“Kami sudah menelitinya selama tiga bulan, dengan hasil yang bervariasi. Namun dari ujian yang telah kami lakukan, nyamuk sudah pada mati sekitar satu jam saat obat ini mulai dipasang untuk digunakan,” jelasnya.

Dari penuturan ketiga siswa itu, semakin banyak daun kemangi yang digunakan sebagai campuran obat anti-nyamuk tersebut, maka dipastikan bakal semakin cepat obat tersebut bekerja dalam melumpuhkan nyamuk.

“Pertama, daun kemangi yang kami gunakan sekitar 5 gram, dan itu baru bekerja membunuh nyamuk sekitar 60 menit. Sementara saat menggunakan 10 gram, baru efektif sekitar 55 menit, dan 15 gram menjadi 50 menit saja. Itu artinya, semakin banyak daun kemangi yang digunakan, maka akan semakin efektif dalam membunuh nyamuk,” jelas Rizky.

Menurut dia, mengolah daun kemangi dan ampas tebu menjadi obat antinyamuk memerlukan serangkaian proses yang memakan waktu satu hingga dua hari.

“Biasanya kita akan mendapati ampas tebu dalam kondisi sedikit basah, karena adanya kandungan kadar air, dan itu membutuhkan penjemuran di bawah terik matahari dulu. Tergantung tingkat kebasahannya, bisa satu hari, bisa juga dua hari,” terang Rizky.

Setelah ampas tebu sudah cukup kering, diblender dengan dicampur kemangi hingga halus.

“Setelah campuran sudah dalam bentuk serbuk baru dicampur dengan tepung kanji dan air sambil dipanaskan dan diaduk hingga mengental. Untuk menyesuaikan bentuk, maka campuran ditaruh dalam plat sablon dulu dan dijemur lagi dua hingga tiga hari. Baru setelah itu, dipotong kecil menyesuaikan alat elektrik yang hendak digunakan,” tutur Dhea.

Baca juga: Bikin Permainan "Sewidak", Empat Siswa SMA Ini Juarai Microsoft Youth Spark

Hasil penelitian ketiga siswa ini sudah sempat diikutsertakan dalam lomba karya ilmiah remaja tingkat kabupaten yang diselenggarakan bulan lalu. Karya ini mendapat predikat sebagai juara kedua.

Kompas TV Warga Manfaatkan Angin Jadi Sumber Listrik
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub Uu Dukung Pencanangan Pariwisata Berbasis HAM di Jabar untuk Pulihkan Ekonomi Pariwisata

Wagub Uu Dukung Pencanangan Pariwisata Berbasis HAM di Jabar untuk Pulihkan Ekonomi Pariwisata

Regional
Uu Sebut Porpov Jabar 2022 Bisa Jadi Bahan Evaluasi Pembinaan Atlet

Uu Sebut Porpov Jabar 2022 Bisa Jadi Bahan Evaluasi Pembinaan Atlet

Regional
Penerbangan Internasional Dibuka, Gubernur Riau: Sudah Lama Dinanti Investor

Penerbangan Internasional Dibuka, Gubernur Riau: Sudah Lama Dinanti Investor

Regional
Tim Muhibah Angklung Tampil di Amerika Serikat, Kadisparbud Jabar Ungkap Harapannya

Tim Muhibah Angklung Tampil di Amerika Serikat, Kadisparbud Jabar Ungkap Harapannya

Regional
Wagub Uu: Transformasi Migas Hulu Jadi Migas Utama Bantu Tingkatkan PAD di Jabar

Wagub Uu: Transformasi Migas Hulu Jadi Migas Utama Bantu Tingkatkan PAD di Jabar

Regional
Siapkan Generasi Emas, Wali Kota Metro Sosialisasikan Program Jama-PAI

Siapkan Generasi Emas, Wali Kota Metro Sosialisasikan Program Jama-PAI

Regional
Rumahnya Direnovasi Setelah Hampir Roboh, Nenek Ami Sampaikan Rasa Syukur kepada Ridwan Kamil

Rumahnya Direnovasi Setelah Hampir Roboh, Nenek Ami Sampaikan Rasa Syukur kepada Ridwan Kamil

Regional
Program Perhutanan Sosial, Gubernur Riau Tanam Bibit Pohon Aren dan Tebar Benih Arwana di Rohul

Program Perhutanan Sosial, Gubernur Riau Tanam Bibit Pohon Aren dan Tebar Benih Arwana di Rohul

Regional
Kang Emil Tunaikan Ibadah Haji sebagai Badal untuk Almarhum Eril

Kang Emil Tunaikan Ibadah Haji sebagai Badal untuk Almarhum Eril

Regional
Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar Capai 56 Persen, Kang Emil: Pengerjaannya Tidak Mudah

Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar Capai 56 Persen, Kang Emil: Pengerjaannya Tidak Mudah

Regional
Meriahkan Y20, Jabar Adakan Youth Innovation Festival untuk Publik

Meriahkan Y20, Jabar Adakan Youth Innovation Festival untuk Publik

Regional
Ridwan Kamil Sebut KTT Y20 Jadi Platform Anak Muda Bangun Masa Depan

Ridwan Kamil Sebut KTT Y20 Jadi Platform Anak Muda Bangun Masa Depan

Regional
Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Regional
Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.