Kompas.com - 15/05/2017, 20:57 WIB
Kepala Lemsaneg, Djoko Setiadi (tiga dari kiri) menjelaskan soal sistem pengamanan siber di Hotel Tentrem, Jalan A M Sangaji, Kota Yogyakarta, Senin (15/5/2017). KOMPAS.com/Teuku Muh Guci SKepala Lemsaneg, Djoko Setiadi (tiga dari kiri) menjelaskan soal sistem pengamanan siber di Hotel Tentrem, Jalan A M Sangaji, Kota Yogyakarta, Senin (15/5/2017).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) menawarkan sistem keamanan siber untuk mencegah dan mengantisipasi serangan program jahat. Hal itu menyusul munculnya WannaCry, program jahat yang akhir-akhir ini membuat heboh dunia internet.

Kepala Lemsaneg Djoko Setiadi mengaku, pihaknya memiliki sistem yang mengakomodasi keamanan informasi dan rahasia negara. Sistem itu, kata dia, merupakan karya anak bangsa yang berasal dari sejumlah dari perguruan tinggi ternama. Satu di antaranya Sekolah Tinggi Sandi Negara.

"Sistem ini kami prioritaskan untuk instansi pemerintah," kata Djoko usai menghadiri kegiatan Forum Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) di Hotel Tentrem, Jalan A M Sangaji, Kota Yogyakarta, Senin (15/5/2017).

Djoko menjamin, sistem karya anak bangsa itu tangguh mengantisipasi dan mencegah serangan program jahat melalui sambungan internet. Buktinya, kata dia, mulai dari berdiri sampai saat ini belum ada informasi rahasia milik lembaga yang dipimpinnya itu bocor ke publik.

"Sehebat apapun produk luar negeri, mereka (pelaku kejahatan siber) sudah punya kunci-kuncinya. Sekuat apapun sistemnya apapun tetap saja bisa terbuka oleh mereka sendiri," kata Djoko.

Ditanya nama sistem karya anak bangsa itu, Djoko enggan menyebutnya. Namun ia menjamin karya anak bangsa itu sangat ampuh menangkal program jahat.

Ia pun berharap semua kementerian dan lembaga negara mau menggunakan sistem keamanan siber milik Lemsaneg tersebut.

"Melalui kegiatan Forum Bakohumas ini kami sosialisasikan sistem milik kami. Niscaya kalau pakai produk karya anak bangsa sendiri jauh lebih aman. Karena perjalanan data apapun jenisnya dan bentuknya tidak keluar dari Republik ini," ujar Djoko.

Baca juga: Waspada, Ada Ransomware WannaCry Versi 2

Dia mengaku baru beberapa lembaga negara yang memanfaatkan sistem milik Lemsaneg, yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Polri.

Polri, kata dia, menggunakan sistem milik Lemsaneg dalam penerimaan taruna Akademi Kepolisian agar penerimaannya berlangsung transparan, humanis, dan akuntabel. Adapun Kemendikbud, menyimpan master soal ujian nasional sehingga tidak ada kebocoran soal.

"Saya harapkan pejabat pemerintah sadar karena kejahatan siber bukan lagi suatu wacana dan ancaman, tapi sudah nyata dan sudah ada di depan mata," ucap Djoko.

Dia mengatakan, pihaknya mencatat sekitar 90 juta kasus kejahatan siber terjadi di Indonesia pada 2016. Tingginya kasus kejahatan siber itu, kata dia, seiring dengan meningkatnya pengguna internet Indonesia yang jumlahnya sampai 130 juta penduduk.

"90 juta kasus itu yang berusaha belum menjebol. Makanya mengamankan informasi itu tugas bersama," kata Djoko.

Baca juga: Serangan "Ransomware" WannaCry, Layanan e-KTP di Semarang Terganggu

Kompas TV Menurut Rudiantara, tidak hanya di Indonesia, serangan Wannacry juga terjadi di Inggris Raya dan Skotlandia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X