Aksi Seribu Lilin untuk Ahok dari Kaimana - Kompas.com

Aksi Seribu Lilin untuk Ahok dari Kaimana

Kompas.com - 15/05/2017, 20:26 WIB
KOMPAS.com/Budy Setiawan Aksi Seribu Lilin untuk Ahok dari masyarakat di Kaimana, Papua Barat.

KAIMANA.KOMPAS.com - Ribuan warga Kaimana, Papua Barat, menyalakan seribu lilin menuntut pembebasan Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok), yang divonis 2 tahun penjara atas kasus dugaan penistaan agama.

Aksi yang digelar di Taman Kota Kaimana ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sepanjang aksi, sebagian peserta meneriakkan NKRI harga mati, tegakkan keadilan, toleransi beragama harga mati.

Aksi dilanjutkan dengan melepaskan balon merah putih sebagai simbol masyarakat Kaimana tetap berkomitmen menjaga NKRI. Mereka pun menyanyikan lagu 'Dari Sabang Sampai Merauke' dilanjutkan dengan lagu 'Papua Pulau Indah'.

(Baca juga: Dibubarkan di Pantai Losari, Aksi 1.000 Lilin untuk Ahok Pindah ke Halaman RS)

 

Di tengah kerumunan ribuan masyarakat, Asisten II Kabupaten Kaimana, Marthinus Furima berpesan agar masyarakat Kaimana tetap menjaga keutuhan NKRI, serta mengawal Kebhinekaan di tengah-tengah masyarakat yang majemuk.

“Kita harus mengingat perjuangan nenek moyang, yang telah susah payah memperjuangkan kemerdekaan. Untuk itu tugas kita saat ini adalah menjaga perjuangan mereka,” ungkapnya.

Masyarakat Kaimana, sambung dia, terkenal dengan kehidupan agama keluarga. Karenanya, nilai-nilai toleransi yang merupakan kekuatan rakyat harus terus dijaga.

(Baca juga: Status Dukung "Gerakan Matikan Lilin untuk Ahok", Gubernur Sebut Akun Facebook Di-"hack")

 

Aksi 1000 lilin dari Kaimana ditutup dengan menyanyikan lagu 'Gebyar Gebyar Indonesia' dan masyarakat diberikan kesempatan untuk berkreasi sebagai wujud partisipasi.


EditorReni Susanti

Terkini Lainnya

Kerugian Negara Dikembalikan, Pejabat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Sampah Tidak Ditahan

Kerugian Negara Dikembalikan, Pejabat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Sampah Tidak Ditahan

Regional
Alasan 6 KPU Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih

Alasan 6 KPU Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih

Nasional
Universitas Brawijaya Raih Juara Umum UTU Award 2018

Universitas Brawijaya Raih Juara Umum UTU Award 2018

Edukasi
Sebuah Gudang Bank BNI di Kota Palopo Terbakar

Sebuah Gudang Bank BNI di Kota Palopo Terbakar

Regional
KPK Telusuri Pembahasan Rencana Tata Ruang Terkait Proyek Meikarta

KPK Telusuri Pembahasan Rencana Tata Ruang Terkait Proyek Meikarta

Nasional
Pekerja Proyek Pembangunan Bandara NYIA Tewas Setelah Terjatuh ke Saluran Air

Pekerja Proyek Pembangunan Bandara NYIA Tewas Setelah Terjatuh ke Saluran Air

Regional
Saat Ketua KPK Blusukan ke Sungai Mahakam dan Temukan Penumpukan Batubara Ilegal

Saat Ketua KPK Blusukan ke Sungai Mahakam dan Temukan Penumpukan Batubara Ilegal

Regional
Tim Mapagama UGM Siap Arungi Sungai Franklin Australia

Tim Mapagama UGM Siap Arungi Sungai Franklin Australia

Edukasi
Kasus Jamal Khashoggi, Saudi Tak Bakal Turuti Permintaan Turki

Kasus Jamal Khashoggi, Saudi Tak Bakal Turuti Permintaan Turki

Internasional
Poster Jokowi-Ma'ruf Dipasang di Tempat Ibadah di Garut, Tim Lakukan Investigasi

Poster Jokowi-Ma'ruf Dipasang di Tempat Ibadah di Garut, Tim Lakukan Investigasi

Nasional
6 Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu

6 Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu

Nasional
Kronologi Pelaku Perampokan Sopir Taksi 'Online' Serahkan Diri karena Takut Ditembak Polisi

Kronologi Pelaku Perampokan Sopir Taksi "Online" Serahkan Diri karena Takut Ditembak Polisi

Regional
Kelompok Kerja Guru Mandiri Melawan 'Efek Mattew' di Kaltara

Kelompok Kerja Guru Mandiri Melawan 'Efek Mattew' di Kaltara

Edukasi
Jika Perang Lawan Rusia dan China, AS Terancam Kalah

Jika Perang Lawan Rusia dan China, AS Terancam Kalah

Internasional
Kisah Henita Cari Anak Pasca-gempa di Petobo, Melacak dengan Cinta hingga Ucapan Ulang Tahun

Kisah Henita Cari Anak Pasca-gempa di Petobo, Melacak dengan Cinta hingga Ucapan Ulang Tahun

Regional

Close Ads X