PN Banda Aceh Sidangkan Permohonan Suami yang Ajukan Suntik Mati

Kompas.com - 15/05/2017, 16:46 WIB
Seorang tetangga Berlin Silalahi, bersaksi di hadapan hakim di PN Banda Aceh saat Pengadilan menggelar sidang permohonan euthanasia Berlin Silalahi, Senin (15/5/2017). KOMPAS.com/Daspriani Y ZamzamiSeorang tetangga Berlin Silalahi, bersaksi di hadapan hakim di PN Banda Aceh saat Pengadilan menggelar sidang permohonan euthanasia Berlin Silalahi, Senin (15/5/2017).
|
EditorReni Susanti

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Pengadilan Negeri Banda Aceh mulai menyidangkan permohonan Berlin Silalahi, korban tsunami Aceh yang mengajukan permohonan suntik mati atau euthanasia.

Berlin mengajukan euthanasia karena tidak tahan dengan penderitaan ekonomi dan penyakit yang dialaminya.

Persidangan dipimpin oleh hakim tunggal Ngatimin SH. Dalam persidangan tersebut, kuasa hukum Berlin Silalahi, Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), mengajukan dua saksi di hadapan hakim, yakni Habibah dan Puspa Dewi.

Kedua saksi adalah tetangga Berlin saat tinggal di barak Bakoy. Di hadapan hakim, para saksi mengetahui niat dan keinginan Berlin mengajukan euthanasia, karena frustasi dan kesehatan yang memburuk.

“Sebagai tetangga saya juga sedih melihat kondisinya Pak Hakim. Beliau merasa frustasi akan kondisi hidup saat ini. Sudah sakit parah, tidak punya tempat tinggal, dan dia merasa tidak bisa menghidupi anak dan istrinya. Makanya dia minta suntik Pak Hakim,” ujar Puspa Dewi, Senin (15/5/2017).

(Baca juga: Suami yang Ajukan Suntik Mati: Saya Sudah Tidak Tahan Lagi...)

 

Hal serupa disampaikan Habibah. “Setelah kami digusur dari barak, kekecewaan dia bertambah-tambah, makanya dia ingin begitu Pak,” ujar Habibah.

Direktur YARA, Safaruddin mengatakan, selain persoalan ekonomi, kesehatan menjadi alasan utama bagi Berlin saat mengajukan permohonan euthanasia. 

“Kami juga sudah mendapat laporan hasil pemeriksaan laboratorium atas kondisi kesehatan Pak Berlin. Hasil ini akan kami lampirkan dan sampaikan kepada hakim pada sidang berikutnya. Kami hanya memfasilitasi Pak Berlin, agar hakim bisa mengabulkan permohonannya,” tuturnya.

(Baca juga: Cerita di Balik Keikhlasan Ratnawati yang Suaminya Minta Disuntik Mati)

Hakim Ngatimin mengatakan, agenda sidang selanjutnya adalah melihat hasil pemeriksaan laboratorium dan pengakuan saksi-saksi. Itu dilakukan sebelum hakim membacakan putusan pengadilan. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19 Meski Sempat Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Minta Didoakan Sembuh

Positif Covid-19 Meski Sempat Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Minta Didoakan Sembuh

Regional
Sulut Dua Kali Pecah Rekor Tambahan Kasus Covid-19 dalam Seminggu

Sulut Dua Kali Pecah Rekor Tambahan Kasus Covid-19 dalam Seminggu

Regional
Diguyur Hujan Deras, Kota Pangkalpinang Kembali Terendam Banjir

Diguyur Hujan Deras, Kota Pangkalpinang Kembali Terendam Banjir

Regional
Sedang Mandi di Laut, Wisatawan Pantai Jayanti Cianjur Hilang Ditelan Ombak

Sedang Mandi di Laut, Wisatawan Pantai Jayanti Cianjur Hilang Ditelan Ombak

Regional
Korban Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewas di Toilet, Tim Labfor Temukan BBM

Korban Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewas di Toilet, Tim Labfor Temukan BBM

Regional
Begal Sadis yang Aniaya Penjual Nasi Kuning di Makassar Ditembak Polisi

Begal Sadis yang Aniaya Penjual Nasi Kuning di Makassar Ditembak Polisi

Regional
Video Viral Nenek 80 Tahun Hidup Sendirian Tidak Terurus, Undang Simpati Warga

Video Viral Nenek 80 Tahun Hidup Sendirian Tidak Terurus, Undang Simpati Warga

Regional
Jenazah Covid-19 yang Diambil Paksa dari RSUD Ba'a NTT Dimakamkan

Jenazah Covid-19 yang Diambil Paksa dari RSUD Ba'a NTT Dimakamkan

Regional
Kesaksian Warga yang Lihat Kakek Tarmin Diserang Puluhan Tawon hingga Tewas

Kesaksian Warga yang Lihat Kakek Tarmin Diserang Puluhan Tawon hingga Tewas

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Januari 2021

Regional
Pembunuh Teman Kencan Sesama Jenis di Grobogan Jual Diri di Media Sosial dan Pernah Menikah

Pembunuh Teman Kencan Sesama Jenis di Grobogan Jual Diri di Media Sosial dan Pernah Menikah

Regional
Tak Mau Bantu Pekerjaan Rumah, Calon Pengantin Tewas Mengenaskan Dibacok Kerabatnya

Tak Mau Bantu Pekerjaan Rumah, Calon Pengantin Tewas Mengenaskan Dibacok Kerabatnya

Regional
Digelar di Masa PPKM, Dua Hajatan di Kota Solo Dihentikan Satpol PP

Digelar di Masa PPKM, Dua Hajatan di Kota Solo Dihentikan Satpol PP

Regional
Warga Sumedang yang Hilang Terseret Arus Sungai Cimanuk Ditemukan Tewas

Warga Sumedang yang Hilang Terseret Arus Sungai Cimanuk Ditemukan Tewas

Regional
Jateng Dapat Tambahan 248.600 Dosis, 31 Daerah Siap Gelar Vaksinasi Covid-19

Jateng Dapat Tambahan 248.600 Dosis, 31 Daerah Siap Gelar Vaksinasi Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X