Saat Para Pegawai Honorer Jatim Berebut "Curhat" di Hadapan Pejabat

Kompas.com - 15/05/2017, 11:33 WIB
Forum sosialisasi dan konsolidasi Revisi UU ASN di Gedung Juang 45 Surabaya, Minggu (14/5/2017) KOMPAS.com/Achmad FaizalForum sosialisasi dan konsolidasi Revisi UU ASN di Gedung Juang 45 Surabaya, Minggu (14/5/2017)
|
EditorFarid Assifa

SURABAYA, KOMPAS.com - Ratusan pegawai honorer pemerintah menghadiri konsolidasi tentang revisi UU nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara di Gedung Juang 45 Surabaya, Minggu (14/5/2017) sore.

Hadir dalam forum tersebut, sejumlah pejabat, di antaranya, anggota komisi VI DPR Rieke Dyah Pitaloka, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, dan sejumlah pejabat Pemprov Jawa Timur.

Baca juga: Guru Honorer Ancam Mogok, Bupati Garut Bilang Tidak Takut

Rieke memfasilitasi para pegawai honorer dari kalangan guru, perawat, penyuluh pertanian hingga Satpol PP yang datang untuk menyampaikan keluh kesahnya menjadi pegawai honorer di depan para pejabat tersebut. Tak ayal mereka pun berebut maju, meski pembawa acara sudah membatasi.

"Satu satu saja ya. Tidak usah berebut," kata politisi mantan pemeran "Oneng" ini.

Ali Muttakin, guru tidak tetap asal Ngawi, Jawa Timur, mengaku sudah 12 tahun mengabdi, namun gaji yang diterimanya kurang dari Rp 1 juta.

"Apa yang bisa guru lakukan dengan gaji 750.000," terang bapak tiga anak ini.

Penghasilan yang lebih memprihatinkan bahkan dialami Henri, guru asal Tulungagung. Setiap bulannya dia mengaku hanya menerima gaji Rp 200.000. Dengan penghasilan sebesar itu, dia juga dibebani mengajar ekstrakulikuler.

"Tenaga guru di tempat saya terbatas, kasihan anak-anak kalau tidak ada yang mengajar," jelasnya.

Mendengar beragam curhat para Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berjanji akan mendata kembali para pegawai honorer di semua instansi.

"Kadang para honorer tidak didata dan dilaporkan di data kabupaten atau provinsi. Kami akan data kembali dan pastikan mereka bekerja dan dengan penghasilan yang layak," ujarnya.

Dia mengaku sangat mendukung perjuangan para honorer agar dapat diangkat menjadi PNS dengan cara yang sah, secara konstitusi dan dilindungi oleh undang-undang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X