Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 13/05/2017, 18:49 WIB
|
EditorErlangga Djumena

MATARAM, KOMPAS.com - Muliyati tenaga kerja Indonesia (TKI) yang lolos dari upaya pemerkosaan dan terjatuh dari lantai dua rumah majikannya akhirnya pulang ke kampung halamannya.

Saat tiba di Lombok International Airport, Jumat (12/5/2017) malam, Muliyati harus menggunakan kursi roda. Kondisinya tampak lemah.

Melihat kondisi sang anak, Rohani, ibu Muliyati sempat pingsan. Ibu dan anak tersebut lalu dibawa menggunakan mobil menuju kediamannya di Desa Dasan Baru, Lombok Barat, NTB.

Saat turun dari mobil, Muliyati dibopong oleh Mawardi, suaminya. Di rumahnya yang sederhana, Muliyati dibaringkan di emperan rumah. Para tetangga pun berdatangan untuk melihat kondisi Muliyati.

Mawardi mengaku bahagia sekaligus sedih melihat kondisi istrinya. Ia berharap, kondisi kesehatan istrinya cepat pulih seperti sedia kala.

"Rasa bahagianya ada, rasa sedihnya ada. Karena apa, kita lihat dia kayak gini kan," kata Mawardi.

Dia berjanji akan merawat Muliyati meski harus bekerja serabutan. Ia tidak akan membiarkan Muliyati kembali menjadi buruh migran ke luar negeri. "Tidak. Cukup satu kali," kata Mawardi.

Sementara itu, Koordinator Pusat Bantuan Hukum Buruh Migran, M Saleh mengatakan, setelah Muliyati sampai di rumah, pihaknya bersama pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan BP3TKI akan melihat kondisi kesehatan Muliyati di Rumah Sakit Umum Daerah setempat.

Saleh menyebutkan, Muliyati mengalami cedera pada tulang rusuk karena berusaha kabur dari percobaan pemerkosaan oleh anak majikan dan dua temannya. Saat kejadian, sang majikan sedang tidak berada di rumah.

"Usaha perkosaan itu sempat beradu fisik, tapi tetap bisa bertahan. Baru kemudian dia (Muliyati) bisa lari dari lantai satu ke lantai dua. Karena tidak ada pengaman dia jatuh," kata Saleh.

Saat itu Muliyati sempat berlari dan ditemukan oleh polisi. Muliyati lalu dibawa ke rumah sakit. Akibat kejadian ini, tulang rusuk Muliyati mengalami cedera sehingga harus dipasang pen.

Saleh berharap, tidak ada TKI lain yang menjadi korban.

Dia menambahkan, moratorium pengiriman TKI ke Timur Tengah telah dilakukan sejak tahun 2015. Namun hingga sekarang, upaya pengiriman masih terus dilakukan dengan berbagai cara.

Baca juga: Kisah Reni Haryati, TKW yang "Nyambi" Kuliah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wabup Pidie Jaya Apresiasi Ketulusan Pengabdian Ramhat Aulia yang Bawa Ayahnya Berobat dengan Becak Motor

Wabup Pidie Jaya Apresiasi Ketulusan Pengabdian Ramhat Aulia yang Bawa Ayahnya Berobat dengan Becak Motor

Regional
Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Regional
BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

Regional
Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Regional
Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Regional
Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Regional
Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Regional
Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Regional
LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

Regional
Songsong Kemajuan Desa, BUMDes Wadas Studi Banding ke 4 Desa Sekaligus

Songsong Kemajuan Desa, BUMDes Wadas Studi Banding ke 4 Desa Sekaligus

Regional
BERITA FOTO: Banjir Terjang Aceh Utara, 11.000 Warga Mengungsi

BERITA FOTO: Banjir Terjang Aceh Utara, 11.000 Warga Mengungsi

Regional
Plt Walkot Semarang Optimistis Capai Target Nol Kasus Stunting pada 2023

Plt Walkot Semarang Optimistis Capai Target Nol Kasus Stunting pada 2023

Regional
Pelayanan Publik Jateng Diapresiasi Ombudsman RI, Ganjar: Saya Senang

Pelayanan Publik Jateng Diapresiasi Ombudsman RI, Ganjar: Saya Senang

Regional
Kisah Haru Nenek Berusia 90 Tahun Alami Kelumpuhan, Selamat Berkat Kartu Jateng Sejahtera

Kisah Haru Nenek Berusia 90 Tahun Alami Kelumpuhan, Selamat Berkat Kartu Jateng Sejahtera

Regional
Tahun 2023, Pemkot Balikpapan Fokus pada Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Tahun 2023, Pemkot Balikpapan Fokus pada Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.