Desak Bebaskan Ahok, Warga 3 Kabupaten di NTT Gelar Aksi Bakar Lilin

Kompas.com - 10/05/2017, 22:37 WIB
Ribuan warga Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar aksi bakar 1.000 agar Ahok segera dibebaskan. Aksi itu digelar di Lapangan Umum Betun, Rabu (10/5/2017) malam Dokumen Wendy NahakRibuan warga Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar aksi bakar 1.000 agar Ahok segera dibebaskan. Aksi itu digelar di Lapangan Umum Betun, Rabu (10/5/2017) malam
|
EditorFarid Assifa

KUPANG, KOMPAS.com - Ribuan warga di tiga kabupaten di daratan Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar aksi bakar lilin di wilayahnya masing-masing.

Aksi itu dilakukan guna mendesak agar Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok segera dibebaskan dari hukuman penjara.

Aksi ribuan warga itu digelar secara serentaka di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU) dan Malaka, Rabu (10/5/2017) malam.

Baca juga: Tuntut Ahok Dibebaskan, Ratusan Warga NTT Gelar Aksi Bakar 1.000 Lilin

Koodinator aksi di Kabupaten TTS, Romo Ento Tnomel mengatakan, aksi ini digagas oleh Pemuda Kristen Efata dan didukung oleh Orang Muda Katolik Gereja Katolik Madros Soe dan semua pemuda dari berbagai elemen.

“Tujuan kita ialah untuk mendukung Ahok untuk segera dibebaskan dari penjara dan segala tuntutan hukum serta keadilan hukum. Kita juga buat seruan anti-radikalisme untuk memecah belah NKRI, menjaga persatuan di NKRI serta meminta keadilan dari kaum minoritas,” kata Romo Ento kepada Kompas.com, Rabu malam.

Aksi bakar lilin, kata Romo Ento, dilakukan di sepanjang jalan depan lapangan Puspenmas, Kecamatan Kota Soe, dan diikuti langsung oleh Bupati TTS Paul Mella dan sejumlah pimpinan forum komunikasi pimpinan daerah serta ribuan warga Kota Soe.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, di Kabupaten TTU, aksi menyalakan 1.000 lilin digelar di depan kantor Pengadilan Negeri Kefamenanu di Jalan EL Tari, Kecamatan Kota Kefamenanu.

Koordinator aksi, Wilem Oki menjelaskan, pihaknya menolak rasisme penegakan hukum dan lawan radikalisme yang merongrong kebinekaan Indonesia.

“Ini adalah buah refleksi atas vonis hakim terhadap Ahok. Kita melihat wibawa negara telah di runtuhkan oleh kelompok tertentu yang memaksa negara melalui lembaga peradilan untuk menghukum seseorang yang tidak memiliki niat melakukan penistaan,” ucapnya.

Menurut Wilem, vonis hakim terhadap Ahok tersebut menjadi bukti nyata bahwa negara telah takluk di bawah keinginan kelompok atau golongan tertentu.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X