Diduga Korupsi Pengadaan Sepatu PNS, Kepala Bappeda Magetan Ditahan

Kompas.com - 10/05/2017, 20:39 WIB
Ilustrasi KompasIlustrasi
|
EditorFarid Assifa

MAGETAN, KOMPAS.com - Penyidik Kejaksaan Negeri Magetan menahan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Magetan Sumarjoko, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan sepatu PNS tahun anggaran 2014 senilai Rp 1,2 miliar, Rabu (10/5/2017) sore.

"Tersangka kami tahan selama 20 hari di Rutan Kelas IIB Magetan. Kami tahan tersangka agar tidak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti serta melancarkan penyidikan," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Magetan, Siswanto saat dihubungi Kompas.com, Rabu (10/5/2017) malam.

Baca juga: Kasus Korupsi Masjid Raya, Mantan Bupati Sula Dituntut 5 Tahun Penjara

Sebelum ditahan, Sumarjoko diperiksa sebagai tersangka selama 7 jam, mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB di ruang Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Magetan, Achmad Taufik.

Sumarjoko juga sempat menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dititipkan penahanannya ke Rutan Kelas IIB Magetan.

Siswanto mengatakan, penetapan kepala Bappeda sebagai tersangka juga untuk memenuhi rasa keadilan, lantaran awalnya dalam kasus ini hanya kontraktornya yang dijadikan tersangka. Sementara dari pemerintah selaku pihak yang mengadakan barang belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Itulah menjadi semacam ketidakadilan. Pengadaan barang pemerintah, penyedia barangnya jadi tersangka tetapi pihak pemerintahnya tidak ada. Maka penyidik berkesimpulan pihak pemerintah juga harus bertanggung jawab," tandas Siswanto.

Menurut Siswanto, tersangka Sumarjoko dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau ayat 3 UU 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Siswanto mengatakan, korupsi pengadaan sepatu PNS Magetan mirip dengan korupsi E-KTP. Korupsi itu terjadi secara sistemik. Mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan sudah diatur dari awal.

"Sistemnya yang diakali. Fakta yang kami dapat di awal sebelum merencanakan dan melaksanakan kegiatan, pihak pemerintah sudah bertemu dengan penyedia barang. Selanjutnya SKPD yang mengadakan sepatu diarahkan untuk memilih penyedia barang itu. Namun ada beberapa SKPD yang membelot," jelas Siswanto.

Baca juga: 7 Fakta Menarik dalam Sidang ke-12 Kasus Korupsi E-KTP

Siswanto menambahkan, kerugian negara dalam kasus itu mencapai Rp 100 juta lebih. Soal bagian komisi yang diterima tersangka dalam proyek itu sementara masih didalami penyidik.

Dikatakan, untuk sementara tersangka dalam kasus ini dari pihak pemerintah baru satu orang. Namun tidak tertutup kemungkinan jumlah tersangka tergantung perkembangan penyidikan dan persidangan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Panggil Teman Pria Mahasiswi yang Sumpal Mulut Bayi dengan Kapur Toilet

Polisi Panggil Teman Pria Mahasiswi yang Sumpal Mulut Bayi dengan Kapur Toilet

Regional
Kristen Gray Dideportasi karena Pernyataan Bali Ramah LGBT, Ini Penjelasan Kemenkumham

Kristen Gray Dideportasi karena Pernyataan Bali Ramah LGBT, Ini Penjelasan Kemenkumham

Regional
Mengebut di Jalan, Pebalap Muda Pematangsiantar Meninggal akibat Tabrakan

Mengebut di Jalan, Pebalap Muda Pematangsiantar Meninggal akibat Tabrakan

Regional
Kepala Kantor Imigrasi Entikong Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pemerkosaan

Kepala Kantor Imigrasi Entikong Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pemerkosaan

Regional
Pascabanjir Bandang, Agro Wisata Gunung Mas Puncak Bogor Ditutup

Pascabanjir Bandang, Agro Wisata Gunung Mas Puncak Bogor Ditutup

Regional
Sederet Fakta Bocornya Puluhan Ribu Data Mahasiswa Undip, Diunggah Mahasiswa Teknik, Investigasi Libatkan UGM dan UI

Sederet Fakta Bocornya Puluhan Ribu Data Mahasiswa Undip, Diunggah Mahasiswa Teknik, Investigasi Libatkan UGM dan UI

Regional
Perkosa Penyandang Disabilitas dan Ancam Sebar Videonya, 2 Pemuda di Makassar Ditangkap

Perkosa Penyandang Disabilitas dan Ancam Sebar Videonya, 2 Pemuda di Makassar Ditangkap

Regional
686 Pengungsi Gempa Sulbar Tiba di Makassar, Dinsos Sulsel Siapkan Lokasi Penampungan

686 Pengungsi Gempa Sulbar Tiba di Makassar, Dinsos Sulsel Siapkan Lokasi Penampungan

Regional
Kristen Gray: Saya Berkomentar Mengenai LGBT dan Saya Dideportasi karena LGBT

Kristen Gray: Saya Berkomentar Mengenai LGBT dan Saya Dideportasi karena LGBT

Regional
Khofifah: Pemecatan Sekda Jember oleh Bupati Tidak Sah dan Cacat Prosedur

Khofifah: Pemecatan Sekda Jember oleh Bupati Tidak Sah dan Cacat Prosedur

Regional
Kristen Gray dan Pasangannya Dideportasi, Jalani Tes Swab Sebelum Dipulangkan ke AS

Kristen Gray dan Pasangannya Dideportasi, Jalani Tes Swab Sebelum Dipulangkan ke AS

Regional
4 Remaja Tipu Warga, Modus Minta Sumbangan Korban Gempa, Uangnya untuk Beli Minuman Keras

4 Remaja Tipu Warga, Modus Minta Sumbangan Korban Gempa, Uangnya untuk Beli Minuman Keras

Regional
Fakta Video Tiktok Perempuan Berdaster Pamer Celana Dalam di Tugu Pangkalpinang, Polisi Tangkap 3 Waria

Fakta Video Tiktok Perempuan Berdaster Pamer Celana Dalam di Tugu Pangkalpinang, Polisi Tangkap 3 Waria

Regional
Pelihara 15 Ekor Kasturi Tanpa Izin, Pemuda Asal Mempawah Kalbar Ditangkap Polisi

Pelihara 15 Ekor Kasturi Tanpa Izin, Pemuda Asal Mempawah Kalbar Ditangkap Polisi

Regional
2 Bocah Berusia 7 Tahun Tewas Tenggelam di Kubangan

2 Bocah Berusia 7 Tahun Tewas Tenggelam di Kubangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X