Kompas.com - 10/05/2017, 17:36 WIB
Ilustrasi TKI Kompas.com/ERICSSENIlustrasi TKI
|
EditorFarid Assifa

MALANG, KOMPAS.com - Mistiyah, seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Jalan Trunojoyo, Gondanglegi Kulon, Kabupaten Malang, diduga disekap oleh majikannya di Arab Saudi.

Dugaan penyekapan itu diketahui setelah ada laporan dari keluarga korban di Malang.

Kepala Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Malang, Muhamad Iqbal mengatakan, pihaknya mengetahui adanya dugaan penyekapan setelah mendapat pengaduan dari keluarga korban pada 21 Februari 2017 lalu.

Baca juga: Dedi Mulyadi Pulangkan TKW Ilegal dengan Pesawat Kelas Satu

Dijelaskannya, Mistiyah yang pertama kali berangkat ke Arab Saudi pada tahun 2004 lalu sudah habis kontrak dengan majikannya. Namun, majikannya melarang Mistiyah untuk pulang ke negara asalnya.

"Dia itu bekerja sudah melebihi waktu kontrak yang seharusnya. Mau pulang tidak diperbolehkan," katanya kepada Kompas.com, Rabu (10/5/2017).

Namun demikian, Iqbal belum bisa memastikan kapan masa kontrak kerja itu habis.

"Kontrak berakhirnya kami juga belum jelas karena kami belum tahu apakah ada proses perpanjangan kontrak atau tidak di sana," jelasnya.

Selain disekap, Iqbal menyebut bahwa Mistiyah juga tidak digaji. Namun demikian, tidak ada laporan tentang kekerasan yang dialami oleh Mistiyah.

"Ada informasi tidak digaji. Tapi dari informasi kondisi TKW baik-baik saja," jelasnya.

Baca juga: Gaji Saat di Malaysia Digelapkan, Mantan TKW Laporkan Agennya

Iqbal mengaku sudah melakukan upaya penanganan atas dugaan penyekapan tersebut. Salah satunya adalah berkoordinasi dengan Kantor Perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh. Namun upaya itu masih belum berhasil.

"Di sana oleh kantor perwakilan sudah didatangi, cuma masih belum berhasil. Ada tahapannya. Butuh proses," katanya.

Kompas TV Pihak Yayasan Panca Karsa melaporkan dugaan penyekapan TKW kepada pihak KBRI di Riyadh, Arab Saudi.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.