Kompas.com - 10/05/2017, 13:52 WIB
|
EditorReni Susanti

MALANG, KOMPAS.com - Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Malang menggelar demonstrasi di depan gedung rektorat, Rabu (10/5/2017). Aksi tersebut buntut dari keputusan kampus yang menunda pelaksanaan wisuda.

Koordinator aksi, R Kiambang Prakasa mengatakan, sesuai dengan pengumuman pihak kampus, wisuda akan dilaksanakan pada Sabtu, 20 Mei 2017 mendatang. Namum kampus tiba-tiba menunda pelaksanaan wisuda ke 8 Juli.

"Alasan penundaan tidak jelas. Yang kami sesalkan karena mahasiswa yang dari luar pulau, orang tuanya sudah pesan tiket dan penginapan. Ternyata ditunda," ujarnya.

Muhammad Najib (22) mahasiswa Jurusan Hukum Perdata Islam, Fakultas Syariah yang akan diwisuda mengaku kecewa dengan penundaan itu. Menurutnya, penundaan wisuda tahun ini sudah dua kali terjadi.

Sebelumnya, kampus merencanakan wisuda Maret 2017. Namun karena kuota sebanyak 800 wisudawan tidak terpenuhi, wisuda batal digelar.

"Pas Maret belum memenuhi kuota. Okelah teman-teman bisa menerima alasan itu," jelasnya.

Kemudian kampus menjadwal ulang pada 20 Mei 2017. Kuota 800 wisudawan sudah terpenuhi namun pihak kampus masih menundanya. "Alasan logisnya teman-teman itu kasihan yang rumahnya luar Jawa. Yang sudah pesan tiket dan penginapan," katanya.

(Baca juga: Diwisuda, Mahasiswa Ini Naik "Skateboard" dari Rumah hingga Kampus)

 

Kepala Bagian Kerja Sama pada Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Sutaman mengatakan, pihaknya memang menunda pelaksanaan wisuda yang dijadwalkan 20 Mei ke tanggal 8 Juli.

Penundaan itu dikeluarkan pada Senin (8/5/2017) dengan alasan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Mudjia Rahardjo pada tanggal yang sama dijadwalkan menghadiri agenda Islamic Development Bank (IDB) di Jeddah, Arab Saudi.

Sesuai dengan undangan, agenda tersebut akan berlangsung selama enam hari dari 16 sampai 21 Mei 2017.

"Sebetulnya memang dijadwalkan 20 Mei. Itu sudah diumumkan dan dikomunikasikan ke semua pihak. Ternyata kemarin tanggal 5 Mei itu ada surat dari IDB, undangan kepada rektor untuk mengikuti konferensi dan presentasi terkait dengan rencana bantuan dari IDB," jelasnya.

(Baca juga: Mahasiswa UIN Malang Demo Pakai Kostum "Tikus Tong-Tong")

 

Karena ada aksi protes tentang penundaan itu, pihak kampus menjadwal ulang pelaksanaan wisuda. Rencananya, wisuda akan dilangsung pada Minggu, 21 Mei. Sehari setelah jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya.

"Jadi Pak Rektor pada tanggal 19 malam menuju kesini. Tidak mengikuti agenda penutupan IDB," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.