Diundang oleh NASA, Gomos Manalu Simpan Mimpi Besar untuk Indonesia

Kompas.com - 10/05/2017, 11:00 WIB
Gomos Parulian Manalu dan ibunya, Juli boru Hutabarat, saat ditemui di rumahnya, Jalan Cemara 34, Pematangsiantar, Senin (8/5/2017) siang. KOMPAS.com/Tigor MuntheGomos Parulian Manalu dan ibunya, Juli boru Hutabarat, saat ditemui di rumahnya, Jalan Cemara 34, Pematangsiantar, Senin (8/5/2017) siang.
|
EditorCaroline Damanik

PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com - Gomos Parulian Manalu sebentar lagi akan segera berangkat ke Bandung, Jawa Barat. Dia diterima di Sekolah Tinggi Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung (ITB).

Gomos akan mendaftar ulang ke Bandung pada 16 Mei 2017 ini. Sang ibu, Juli boru Hutabarat (41) mengaku sudah membeli tiket pesawat Gomos untuk pergi dan pulang.

"Karena habis dia daftar ulang, kan kembali lagi," kata Juli saat ditemui di rumah mereka di Jalan Cemara 34, Pematangsiantar, Senin (8/5/2017) siang.

Anaknya yang merupakan lulusan Del Laguboti, Kabupaten Tobasa, itu diterima melalui jalur undangan di ITB karena prestasinya.

Gomos bersama rekan-rekannya dari Del Laguboti pernah diundang oleh NASA atau Badan Antariksa Amerika Serikat untuk menyampaikan riset bertajuk Micro-Aerobic Metabolism of The Yeast Saccharromyces Cerevisae In A Microgravity Environment, tepatnya pada 29 Maret 2016.

KOMPAS.com/Tigor Munthe Sertifikat yang diperoleh Gomos Parulian Manalu setelah diundang oleh NASA atau Badan Antariksa Amerika Serikat untuk menyampaikan riset bertajuk Micro-Aerobic Metabolism Of The Yeast Saccharromyces Cerevisae In A Microgravity Environment.
Menurut dia, kesempatan itu sangatlah berharga. Dari pengalaman itu, pemuda kelahiran Pematangsiantar, 5 Februari 2000 itu, memiliki impian memiliki sebuah perusahaan. Dia bercita-cita bisa memperkerjakan anak-anak Indonesia di perusahaan miliknya.

Belajar dari pengalaman selama di NASA Amerika Serikat, Gomos menekankan perlunya proses pembangunan di Indonesia dipercepat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Indonesia, menurut dia, jauh ketinggalan dibanding negara adidaya itu, terutama karena faktor pola pendidikan di sana jauh lebih baik.

"Di sana, disiplin itu kuat. Humble dalam membagi ilmu, humble mengajari. Mereka walau seorang doktor atau profesor pun tak segan membagi ilmu dan pengetahuan dan tidak merasa rendah saat berbagi dengan anak-anak SMA," kata Gomos yang mengaku tak suka dengan hal-hal yang berbau menghafal itu.

(Baca selengkapnya: Perjuangan Gomos Manalu, Anak Penjual Roti yang Pernah Diundang NASA)

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.