Polisi Siapkan Pengamanan Khusus di Tambang Emas Tumpang Pitu

Kompas.com - 09/05/2017, 15:01 WIB
Kapolda Jatim Dan Direktur PT Bumi Suksesindo tanda tangan MoU pengamanan obyek vital nasional tambang emas Tumpang Pitu Banyuwangi di Surabaya. Kontributor Surabaya, Achmad FaizalKapolda Jatim Dan Direktur PT Bumi Suksesindo tanda tangan MoU pengamanan obyek vital nasional tambang emas Tumpang Pitu Banyuwangi di Surabaya.
|
EditorFarid Assifa

SURABAYA, KOMPAS.com - Dalam waktu dekat, polisi segera menerapkan pola pengamanan khusus di wilayah Tambang emas Tumpang Pitu Banyuwangi, Jawa Timur.

Pengamanan khusus itu dilakukan setelah wilayah tersebut ditetapkan sebagai objek vital nasional oleh Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral, Februari tahun lalu.

Baca juga: Presiden Jokowi Diminta Tutup Tambang Emas di Gunung Tumpang Pitu

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Machfud Arifin, menjelaskan, pola pengamanan akan dikoordinir oleh Polda Jawa Timur dibantu personel polres jajaran setempat dari Satuan Sabhara dan Brimob.

"Prosedurnya sesuai Perpres 63 tahun 2004 tentang pengamanan objek vital nasional," katanya usai penandatanganan MoU dengan pengelola tambang emas Tumpang Pitu Banyuwangi, PT Bumi Suksesindo di Surabaya, Selasa (9/5/2017).

Selain mengamankan dari gangguan sosial, kata Machfud, pengamanan juga dilakukan untuk mengamankan aset perusahaan dan proses produksi penambangan emas.

"Kalau dari polisi saja tidak cukup, karena itu kami juga butuh bantuan pengamanan dari pihak internal perusahaan," jelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widiatmoko berharap pengamanan khusus yang diterapkan polisi di wilayah tambang emas Tumpang Pitu di Desa Pancer, Kecamatan Pesanggaran, itu tetap mengedepankan pendekatan humanis.

"Pengamanannya kami harap tetap humanis agar warga sekitar tetap dapat beraktivitas dengan aman," jelasnya.

Baca juga: 16 Jam Terjebak di Lubang Tambang Emas, 13 Korban Masih Bertahan Hidup

Pada 2015, di kawasan tersebut sempat terjadi gejolak penolakan warga atas beroperasinya tambang emas. Sejumlah fasilitas perusahaan dibakar oleh warga. Beberapa warga terkena tembakan peluru panas polisi saat pembubaran aksi massa.

Kompas TV Meski Dilarang, Warga Tetap Menambang Emas
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.