Guru Honorer Ancam Mogok, Bupati Garut Bilang Tidak Takut

Kompas.com - 08/05/2017, 17:17 WIB
Guru matematika. ShutterstockGuru matematika.
|
EditorFarid Assifa

GARUT, KOMPAS.com - Ketua Fagar Sukwan Kabupaten Garut, Cecep Kurniadi mengancam akan melakukan aksi mogok belajar selama satu bulan jika Bupati Garut Rudy Gunawan tidak mengeluarkan surat penugasan kepada 13.000 guru honorer di Kabupaten Garut.

Hal ini berkaitan dengan adanya Permendiknas Nomor 18 tahun 2017 yang mengharuskan para tenaga honorer mendapat penugasan dari kepala daerah. Surat penugasan ini juga yang menurut Cecep menjadi ganjalan bagi para guru honorer menerima sertifikasi dan honor yang dianggarkan sekolah dari dana BOS.

Baca juga: Dedi Mulyadi: Pernah Anda Memikirkan Nasib Guru Honorer?

Cecep yang dihubungi, Senin (8/5/2017), mengungkapkan, aksi mogok sudah direncanakan oleh para guru honorer untuk mendorong bupati mengeluarkan surat penugasan dan menuntut status PNS.

Namun, menurutnya, bupati telah memberikan sinyal akan mengeluarkan SK bagi para honorer dan menunggu nota dari Dinas Pendidikan.

Dihubungi terpisah, Bupati Garut Rudy Gunawan mengaku saat ini belum bisa mengeluarkan SK bagi para honorer. Karena, kata Rudy, harus ada tahapan yang panjang jika ingin ada penerbitan SK baru, prosesnya pun harus terbuka.

"Saat ini kita tidak bisa mengeluarkan SK, mereka diangkat oleh kepala sekolah," katanya.

Menurut Rudy, jika dirinya menandatangani SK bagi para guru honorer, maka itu sama halnya dengan mengikat mereka dan nantinya para honorer harus digaji penuh oleh Pemkab Garut.

Pengikatan ini, bisa saja dilakukan dengan cara mengangkat para honorer menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), namun sampai saat ini Peraturan Pemerintah (PP) soal PPPK belum dikeluarkan pemerintah.

"Aturannya cuma ada PNS dan PPPK, jika memang aturannya ada, PPPK bisa saja, tapi pertimbangan kemampuan keuangan daerah juga," katanya.

Ketika dimintai komentar terkait rencana mogok para guru honorer, Rudy menegaskan dirinya tidak takut. Bahkan, Rudy mempersilakan jika para guru honorer akan menggelar aksi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Regional
Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Regional
Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Regional
Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Regional
Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Regional
Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Regional
Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Regional
Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Regional
Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Regional
Pengemudi 'Speedboat' yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Pengemudi "Speedboat" yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Regional
15 ASN Pemkab Ponorogo Positif Covid-19

15 ASN Pemkab Ponorogo Positif Covid-19

Regional
Intensitas Kegempaan Gunung Merapi Minggu Ini Lebih Rendah

Intensitas Kegempaan Gunung Merapi Minggu Ini Lebih Rendah

Regional
Video Hoaks Aliran Lahar Dingin Gunung Semeru Beredar di Medsos

Video Hoaks Aliran Lahar Dingin Gunung Semeru Beredar di Medsos

Regional
Tambah 3 Orang, Kini Ada 5 Anggota DPRD Lamongan Positif Covid-19

Tambah 3 Orang, Kini Ada 5 Anggota DPRD Lamongan Positif Covid-19

Regional
Angka Kematian akibat Covid-19 di Banyumas Meningkat, Tiap Hari Lebih dari 5 Orang

Angka Kematian akibat Covid-19 di Banyumas Meningkat, Tiap Hari Lebih dari 5 Orang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X