Anggaran Tak Cukup, Lapas Kerobokan Terlilit Utang Rp 1,95 Miliar

Kompas.com - 08/05/2017, 16:24 WIB
Polisi berjaga di Lapas Kerobokan, Jumat (22/4/2016) KOMPAS.com/SRI LESTARIPolisi berjaga di Lapas Kerobokan, Jumat (22/4/2016)
|
EditorCaroline Damanik

DENPASAR, KOMPAS.com - Lapas Kerobokan menanggung utang sebesar Rp 1,95 miliar karena ketidaksesuaian antara anggaran yang disiapkan dengan jumlah penghuni yang kini sudah melebihi kapasitas.

Utang-utang tersebut merupakan sisa belanja tahun 2016 yang harus dibayarkan melalui anggaran tahun 2017.

"Total utang lama Rp 1,2 miliar, utang 2016. Terus ditambah biaya jasa dan listrik Rp 600 juta dan tagihan Rumah Sakit Sanglah yang belum terbayar Rp 150 juta," kata Kalapas Kerobokan Rony Nainggolan saat ditemui di Denpasar, Senin (8/5/2017).

Hal ini tidak lepas dari perbedaan jumlah tahanan saat penyusunan anggaran dengan kondisi rill. Untuk tahun 2017, Lapas Kerobokan dipastikan akan kekurangan anggaran operasional.

"Anggarannya Rp 17 miliar. Hitungan kami akan habis bila Juli nanti, sisanya kami akan berutang lagi," ujarnya.

(Baca juga: Over Kapasitas, Sebagian Penghuni Lapas Kerobokan Dipindah)

Hal ini disebabkan sebagian besar anggaran digunakan untuk menutup utang tahun sebelumnya.

Saat penyusunan anggaran, pihak lapas menggunakan asumsi jumlah warga binaan adalah 1.045 orang.

Dalam perkembangannya, tiap hari ada penghuni baru yang masuk hingga kemudian jumlahnya mencapai 1.300 orang. Jumlah ini jauh di atas kapasitas ideal yaitu 300 orang.

Demikian pula dengan anggaran kesehatan yang dianggarkan Rp 60 juta hanya cukup untuk opname 5 warga binaan. Padahal, kenyataannya, jumlah yang sakit jauh melampaui yang dianggarkan. Belum termasuk pembengkakan penggunaan listrik.

"Antisipasinya surat pengakuan utang yang diteruskan ke Kanwil Kumham Bali nanti sebelum sampai ke meja Sekjend Kementerian Hukum dan HAM," ujar Nainggolan.

 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Regional
Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Regional
Gubernur Kalbar Geram karena Lahan Konsesi Sengaja Dibakar: Mereka Pikir Saya Takut

Gubernur Kalbar Geram karena Lahan Konsesi Sengaja Dibakar: Mereka Pikir Saya Takut

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Maret 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Maret 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

Regional
Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Regional
Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Regional
Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Regional
Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Regional
2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Regional
Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Regional
Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X