Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/05/2017, 15:08 WIB

SARAWAK, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengirimkan 15 guru bina untuk mengajar di Community Learning Center (CLC) yang tersebar di Sarawak, Malaysia

CLC merupakan pusat kegiatan belajar yang dikhususkan bagi anak-anak TKI yang terpaksa ikut orangtuanya merantau sebagai buruh migran di Malaysia. Saat ini, terdapat 16 CLC yang tersebar di Sarawak.

Konsul Jenderal KJRI Kuching, Jahar Gultom mengatakan, serah terima guru bina tersebut dihadiri KUAI KBRI Kuala Lumpur, dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur.

Ada pula Wakil dari Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbud RI, Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu serta perwakilan dari Pemerintah Malaysia antara lain Jabatan Pendidikan Negeri Sarawak, Jabatan Imigresen Malaysia dan Polis Diraja Malaysia (PDRM) Sarawak.

"Kegiatan ini merupakan buah kerja keras perjuangan selama dua tahun, KJRI Kuching dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur bersama-sama memperjuangkan agar CLC yang ada di Sarawak bisa diakui oleh Pemerintah Sarawak," ujar Jahar, Senin (8/5/2017).

Jahar menambahkan, setelah proses pendaftaran 16 CLC tersebut selesai, Kemedikbud RI bisa mengirimkan guru bina ke CLC di Sarawak.

"Saat ini terdapat 16 CLC yang memberikan akses pendidikan bagi 981 anak-anak buruh migran Indonesia yang berada di ladang-ladang perkebunan kelapa sawit di Sarawak," ucapnya.

(Baca juga: Guru Indonesia Mengajar di Malaysia)

Jahar berharap, penambahan 15 guru bina bisa meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak buruh migran Indonesia di Sarawak.

Ia menegaskan, guru bina merupakan duta bangsa. Karena itu mereka harus menjaga nama baik bangsa dan mentaati peraturan Malaysia khususnya Sarawak.

Kedatangan 15 guru tersebut secara simbolis ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima antara Kemendikbud RI yang diwakili oleh Kasubdit Pendidikan Khusus, Pendidikan Layanan Khusus dan SILN dengan Konjen RI Kuching dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendaftaran SMKN Jateng dan 15 SMK Semi Boarding Dibuka, Catat Tanggalnya!

Pendaftaran SMKN Jateng dan 15 SMK Semi Boarding Dibuka, Catat Tanggalnya!

Regional
Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Regional
Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Regional
Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Regional
Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Regional
Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.