442 Tahanan Kabur, Kepala Rutan Dicopot, Kakanwil Kemenkum HAM Riau Dievaluasi

Kompas.com - 08/05/2017, 13:50 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
EditorReni Susanti

PEKANBARU, KOMPAS.com – Kepala Rutan Klas IIB Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Teguh Trihatnanto dicopot dari jabatannya. Pencopotan ini imbas dari kaburnya 442 tahanan, Jumat (5/5/2017).

"Insya Allah diganti dan memang perintahnya seperti itu. Sudah kita bahas dengan Pak Kanwil untuk menetapkan Pelaksana Harian (Plh)," jelas Dirjen Lembaga Pemasyarakatan Kemenkum HAM RI, I Wayan Kusmiantha Dusak belum lama ini.

Ia menjelaskan, tidak hanya kepala rutan yang diganti, para petugas jaga sudah dilakukan pergantian. Harapannya manajemen kerja lapas akan berganti menjadi lebih baik lagi.

"Penyebab mereka melarikan diri karena memang lapas over kapasitas. Kedua ada mis manajemen, seharusnya napi dipindahkan tapi tidak dipindahkan sehingga para tahanan terlalu penuh. Kita akan ubah manajemennya hari ini, semuanya akan diganti sesuai perintah Pak Menteri (MenkumHAM, Yasonna Laoly) juga," sebutnya.

(Baca juga: Keluarga Napi Beberkan Pungli di Rutan Pekanbaru dari Rp 20.000 hingga Rp 7 Juta)

Mengenai tuntutan tahanan juga akan jadi perhatian. Tahanan menuntut 16 persoalan. Mulai dari masalah air, pelayanan kesehatan, hingga makanan.

“Termasuk juga petugas-petugas yang dianggap terlalu ekstrem dan mereka minta ini dipindahkan. Namun, saya sendiri meminta mereka (petugas lapas) diperiksa karena mereka juga disumpah untuk menjadi pegawai," katanya.

Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly mengatakan, kepala rutan dan beberapa pegawai lainnya dibekukan oleh Kanwil.

"Saat ini diberhentikan oleh Kanwil. Sambil menjalani pemeriksaan internal oleh Irjen. Kami juga meminta pihak Polda Riau, Polresta Pekanbaru untuk memeriksa tindakan pidananya," terangnya.

(Baca juga: Tahanan Rutan Pekanbaru Sengaja Ditumpuk untuk Diperas)

Menurutnya tahanan sengaja ditumplak dalam satu ruangan agar tarifnya (punglinya) naik. "Sangat tidak manusiawi. Soal pejabatnya bukan tidak tahu, tapi memang membiarkan," ungkap Yasonna.

Mengenai jabatan Kakanwil Kemenkum HAM Riau, sambung Yasonna, nantinya akan dinilai dan dipelajari oleh Irjen.

Kepala rutan yang baru diminta untuk melakukan pembenahan. Termasuk untuk ruangan transit serta mengatur kebutuhan makan dan minum tahanan.

"Banyak keluhan, masalah air, pemerasan, pergeseran blok pun harus membayar. Ada yang Rp 700 ribu. Jadi kepala rutan yang baru agar melakukan pembenahan," tutupnya.

Berita ini tayang di Tribun Jabar dengan judul: Yasonna Sebut Jabatan Kemenkumham Riau Akan Dievaluasi

Kompas TV Menkumham juga menindak petugas rutan yang melakukan pemerasan terhadap napi, termasuk mencopot kepala rutan setempat.



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Regional
Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Regional
Puncak Bogor Hujan Deras, Wisatawan Diminta Waspada Bencana

Puncak Bogor Hujan Deras, Wisatawan Diminta Waspada Bencana

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 31 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 31 Oktober 2020

Regional
Penyebab Anggota TNI Dikeroyok Anggota Klub Motor Gede, Kapolres: Sama-sama Tidak Bisa Kendalikan Emosi

Penyebab Anggota TNI Dikeroyok Anggota Klub Motor Gede, Kapolres: Sama-sama Tidak Bisa Kendalikan Emosi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 31 Oktober 2020

Regional
Heboh Harga Nasi Goreng Dinilai Terlalu Mahal, Ini Kata Kadispar Bintan

Heboh Harga Nasi Goreng Dinilai Terlalu Mahal, Ini Kata Kadispar Bintan

Regional
Pria Ini Nekat Bunuh Tetangganya, Polisi: Pelaku Curiga Istrinya Selingkuh dengan Korban

Pria Ini Nekat Bunuh Tetangganya, Polisi: Pelaku Curiga Istrinya Selingkuh dengan Korban

Regional
'Waktu Pertama Ketemu Tidak Pernah Merasa Mirip seperti Jokowi'

"Waktu Pertama Ketemu Tidak Pernah Merasa Mirip seperti Jokowi"

Regional
UMP DIY Naik Sebanyak 3,54 Persen, Berlaku 1 Januari 2021

UMP DIY Naik Sebanyak 3,54 Persen, Berlaku 1 Januari 2021

Regional
Sempat Minta Selimut, Tamu Hotel di Mataram Ditemukan Tewas Telentang di Depan Pintu Kamar

Sempat Minta Selimut, Tamu Hotel di Mataram Ditemukan Tewas Telentang di Depan Pintu Kamar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X