Ini Kronologi Bentrokan Suporter dengan Polisi di Gunungkidul

Kompas.com - 08/05/2017, 13:49 WIB
Motor polisi dibakar massa saat bentrok antara polisi dan suporter sepak bola, Minggu (7/5/2017). Kontributor Yogyakarta, Markus YuwonoMotor polisi dibakar massa saat bentrok antara polisi dan suporter sepak bola, Minggu (7/5/2017).
|
EditorErlangga Djumena

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian Resort Gunungkidul, Yogyakarta mengamankan 23 orang yang terlibat bentrok dengan polisi di Bunderan Siyono, Playen, Gunungkidul, Minggu (7/5/2017) malam. Polisi memburu aktor utama pembakaran KLX 250 cc milik pihak kepolisian. 

Kapolres Gunungkidul AKBP Muhammad Arif Sugiayarto menyampaikan kronologi bentrokan antara suporter yang diduga berasal dari salah satu tim sepak bola di Yogyakarta dengan pihak kepolisian.

Menurut dia, peristiwa itu bermula dari adanya informasi mengenai adanya kemungkinan bentrok antar suporter seusai pertandingan antara Persis Solo dengan Persiba Bantul di Stadiun Sultan Agung.

"Kita antisipasi karena kemungkinan akan ada rencana bentrok antar suporter. Karena seusai menyaksikan pertandingan suporter asal Solo dialihkan melalui Panggang untuk kembali ke Solo," katanya di Mapolres Gunungkidul Senin (8/5/2017).

Pihak kepolisian melakukan pencegatan di seputar bundaran Siono, Playen. Namun massa yang berjumlah sekitar 500 orang itu, menolak  pencegatan tersebut.

"Akhirnya terjadilah insiden bentrokan. Kita tangkap 23 orang sebagian besar bukan berasal dari Gunungkidul, tetapi berasal dari Bantul, Sleman, bahkan Kulonprogo," bebernya.

Arif mengatakan, akibat bentrokan dua polisi terluka, dan satu kendaraan jenis KLX rusak karena dibakar massa. Pun pihaknya sudah mengantongi nama-nama yang diduga terlibat pembakaran tersebut.

"Kita tahu siapa yang menggerakkan, siapa yang turut dalam kerusuhan, termausk yang membakar sepeda motor polisi dan melukai petugas. Mereka masuk dalam DPO kami, dan tengah kita cari untuk ditindak tegas," ucapnya.

Dari tangan para pelaku polisi menyita 7 kendaraan sepeda motor, 22 kayu, enam tongkat besi, satu rantai motor, satu tali motor, hingga bom molotov. Hingga kini pihaknya, terus melakukan pemeriksaan terhadap suporter yang tertangkap.

"Saat ini masih kita periksa untuk mengetahui peran masing-masing," sebut dia.

Baca juga: Suporter Sepak Bola dan Polisi Bentrok di Gunungkidul, 1 Motor Dibakar

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebelum Tumbang di Tangan Algojo Cambuk, Pria Ini Ditangkap Berzina di Bengkel

Sebelum Tumbang di Tangan Algojo Cambuk, Pria Ini Ditangkap Berzina di Bengkel

Regional
Direstui Presiden, Gedung RSUD Soekarno yang Mangkrak 9 Tahun Dibangun Kembali

Direstui Presiden, Gedung RSUD Soekarno yang Mangkrak 9 Tahun Dibangun Kembali

Regional
Kronologi Kakak Dibakar Adik gara-gara Tak Beri Uang, Disiram Bensin Saat Rebahan di Sofa

Kronologi Kakak Dibakar Adik gara-gara Tak Beri Uang, Disiram Bensin Saat Rebahan di Sofa

Regional
Angka Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Masa Transisi di Malang Raya Diperpanjang

Angka Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Masa Transisi di Malang Raya Diperpanjang

Regional
Hendak Bepergian dengan Pesawat, Keluarga Gubernur Babel Tes Swab, Anak Bungsu Positif Corona

Hendak Bepergian dengan Pesawat, Keluarga Gubernur Babel Tes Swab, Anak Bungsu Positif Corona

Regional
Siswi SMK di Gresik Tewas Gantung Diri, Polisi: Berencana Nikah Usai Lebaran

Siswi SMK di Gresik Tewas Gantung Diri, Polisi: Berencana Nikah Usai Lebaran

Regional
Warga yang Bawa Kabur 'Cool Box' Sampel Swab Ditangkap, Polisi: Dia Pikir Milik Jenazah PDP

Warga yang Bawa Kabur "Cool Box" Sampel Swab Ditangkap, Polisi: Dia Pikir Milik Jenazah PDP

Regional
Viral Status Teman Tuli Saat Tarik Tabungan di Bank: Teler Berbicara Satpam Menuliskannya Untukku

Viral Status Teman Tuli Saat Tarik Tabungan di Bank: Teler Berbicara Satpam Menuliskannya Untukku

Regional
 Detik-detik Adik Bakar Kakak Kandung karena Tak Diberi Uang

Detik-detik Adik Bakar Kakak Kandung karena Tak Diberi Uang

Regional
Balikpapan Dibebani Kasus Impor Covid-19 dari Jawa dan Sulawesi

Balikpapan Dibebani Kasus Impor Covid-19 dari Jawa dan Sulawesi

Regional
Anak Bungsu Gubernur Bangka Belitung Positif Covid-19, Diduga Terpapar Transmisi Lokal

Anak Bungsu Gubernur Bangka Belitung Positif Covid-19, Diduga Terpapar Transmisi Lokal

Regional
Kronologi Satpol PP Bacok PNS karena Tersinggung Dipaksa Buka Portal

Kronologi Satpol PP Bacok PNS karena Tersinggung Dipaksa Buka Portal

Regional
Setelah Sepekan Nihil Kasus, 1 Warga Ditemukan Positif Corona, Diduga Seorang Pejabat

Setelah Sepekan Nihil Kasus, 1 Warga Ditemukan Positif Corona, Diduga Seorang Pejabat

Regional
Mayat Perempuan Ditemukan Membusuk Dalam Tumpukan Jerami di Kandang Sapi

Mayat Perempuan Ditemukan Membusuk Dalam Tumpukan Jerami di Kandang Sapi

Regional
Tak Diberi Uang, Adik Bakar Kakak Kandung di Cianjur

Tak Diberi Uang, Adik Bakar Kakak Kandung di Cianjur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X