Suporter Sepak Bola dan Polisi Bentrok di Gunungkidul, 1 Motor Dibakar

Kompas.com - 08/05/2017, 05:15 WIB
Motor polisi dibakar massa saat bentrok antara polisi dan suporter sepak bola, Minggu (7/5/2017). Kontributor Yogyakarta, Markus YuwonoMotor polisi dibakar massa saat bentrok antara polisi dan suporter sepak bola, Minggu (7/5/2017).
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Bentrokan antara suporter sepak bola dengan polisi terjadi di Yogyakarta seusai pertandingan Persis Solo melawan Persiba Bantul di Stadion Sultan Agung, Minggu (7/5/2017).

Di Gunungkidul, sebuah motor Kawasaki KLX 250 milik polisi dibakar massa di sekitar Bundaran Siono, Playen.

Baca juga: Eksekusi Lahan di Gowa Bentrok, 5 Warga Diamankan Polisi

Awalnya, polisi melakukan penjagaan di sepanjang jalan dari perempatan Gading hingga bundaran Siyono sejak pukul 18.00 WIB. Pukul 18.30 WIB, massa yang datang dari arah Yogyakarta dihadang polisi dan terjadi bentrok antara polisi dengan massa.

Sempat terjadi saling lempar antara polisi dengan sejumlah massa. Polisi sempat mengeluarkan beberapa kali tembakan gas air mata. Bahkan, sebuah motor polisi Kawasaki KLX dibakar oleh massa di sekitar SD N Siono 3, Playen.

"Tadi ada bentrok antara polisi dan suporter. Massa sempat membakar motor trail milik polisi," kata Aditya, salah seorang warga Wonosari yang kebetulan berada di lokasi.

Aditya mengaku sejak dari Patuk dirinya berada di belakang rombongan massa. Kata dia, massa membawa sejumlah senjata dan pentungan. 

Setelah bentrokan, polisi menghalau seluruh suporter tersebut ke arah Yogyakarta. Polisi juga mengamankan para pelaku yang diduga melakukan provokasi.

"Kita masih berusaha mengamankan (pelaku provokasi)," kata Wakapolres Gunungkidul, Kompol Verena Sri Wahyuningsih saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Baca juga: Bentrok di Wisma Latimojong Bogor, Sejumlah Mahasiswa Terluka

Sampai sekitar 22.00 WIB, polisi masih melakukan penjagaan di sejumlah jalan di Gunungkidul.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ekspresi Ayah yang Menganiaya Anak Saat Diminta Hak Asuh oleh Polisi

Ekspresi Ayah yang Menganiaya Anak Saat Diminta Hak Asuh oleh Polisi

Regional
Polisi Kembali Tangkap 2 Orang Terkait Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Polisi Kembali Tangkap 2 Orang Terkait Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Regional
Jadi Tukang Sapu Tempat Judi dan Tabungan Tertinggal di Malaysia, Ini Kisah Udin yang Dipulangkan ke Indonesia

Jadi Tukang Sapu Tempat Judi dan Tabungan Tertinggal di Malaysia, Ini Kisah Udin yang Dipulangkan ke Indonesia

Regional
532 Perusahaan Pariwisata Tutup akibat Pandemi, Puluhan Ribu Pekerja Dirumahkan

532 Perusahaan Pariwisata Tutup akibat Pandemi, Puluhan Ribu Pekerja Dirumahkan

Regional
Geledah Rumah Kontrakan di Sleman, Densus 88 Sita CPU dan Flashdisk

Geledah Rumah Kontrakan di Sleman, Densus 88 Sita CPU dan Flashdisk

Regional
Tak Punya Biaya Berobat, Pria Ini Selama 25 Tahun Hanya Terbaring akibat Tubuhnya Kaku seperti Kayu

Tak Punya Biaya Berobat, Pria Ini Selama 25 Tahun Hanya Terbaring akibat Tubuhnya Kaku seperti Kayu

Regional
Saiful Ilah Tersangkut Korupsi, Nur Ahmad Meninggal, Hudiyono Dilantik Jadi Penjabat Bupati Sidoarjo

Saiful Ilah Tersangkut Korupsi, Nur Ahmad Meninggal, Hudiyono Dilantik Jadi Penjabat Bupati Sidoarjo

Regional
328 Santri di Banyumas Terpapar Covid-19, Forum Ponpes: Ini Bukan Aib

328 Santri di Banyumas Terpapar Covid-19, Forum Ponpes: Ini Bukan Aib

Regional
Serunya Jelajah Museum Multatuli secara Virtual, Begini Caranya

Serunya Jelajah Museum Multatuli secara Virtual, Begini Caranya

Regional
Tubuhnya Kaku 25 Tahun, Tepu Hanya Bisa Berguling ke Lubang jika Ingin Mandi dan Buang Air

Tubuhnya Kaku 25 Tahun, Tepu Hanya Bisa Berguling ke Lubang jika Ingin Mandi dan Buang Air

Regional
Bawa Celurit supaya Dianggap Keren oleh Pacar, Pemuda Ini Gugup Saat Ditangkap Polisi

Bawa Celurit supaya Dianggap Keren oleh Pacar, Pemuda Ini Gugup Saat Ditangkap Polisi

Regional
328 Santri di Banyumas Terjangkit Covid-19, 20 Sudah Sembuh

328 Santri di Banyumas Terjangkit Covid-19, 20 Sudah Sembuh

Regional
Banyak Petahana Maju Pilkada, Bawaslu Jabar Fokus Awasi Netralitas ASN

Banyak Petahana Maju Pilkada, Bawaslu Jabar Fokus Awasi Netralitas ASN

Regional
Calon Bupati Adakan Lomba Pantun, Kampanye Sempat Dipenuhi Warga

Calon Bupati Adakan Lomba Pantun, Kampanye Sempat Dipenuhi Warga

Regional
Bocah 10 Tahun Disiksa Ayah lalu Dibuang, Kapolres Pelalawan: Daripada Dia Mati, Saya Rawat

Bocah 10 Tahun Disiksa Ayah lalu Dibuang, Kapolres Pelalawan: Daripada Dia Mati, Saya Rawat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X