Polisi Tangkap 2 Pegawai Inspektorat OKI yang Peras Kepala Sekolah

Kompas.com - 07/05/2017, 15:06 WIB
ILUSTRASI SHUTTERSTOCKILUSTRASI

KAYUAGUNG, KOMPAS.com - Tim Sapu Bersih Pungutan Liar ( Saber Pungli) Polres Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 2 oknum aparatur sipil negara (ASN) Inspektorat Kabupaten OKI pada 5 Mei 2017 kemarin.

Kedua ASN Inspektorat OKI yang ditangkap itu masing-masing berinisial MY menjabat auditor muda dengan pangkat III C dan KA, auditor pertama dengan pangkat III B.

Baca juga: Dua PNS Tertangkap Tangan Tarik Pungli Legalisasi IMB Rp 5 Juta

Dari kedua tersangka, polisi mengamankan uang Rp 22 juta yang diduga dari hasil pungli terhadap seorang kepala SMPN 5 Tanjung Makmur, Pedamaran Timur, OKI.

Kapolres OKI AKBP Ade Hariyanto melalui Kasat Reskrim OKI AKP  Haris Munandar ketika dikonfirmasi membenarkan adanya operasi tangkap tangan itu.

Menurut Haris, penangkapan itu berawal dari informasi dari Satintel Polres OKI tentang adanya rencana pungutan liar dari oknum pegawai Inspektorat Pemkab OKI terhadap salah seorang kepala sekolah yang tengah bermasalah karena dilaporkan oleh salah satu LSM.

Setelah dilakukan pendalaman, akhirmya pada tanggal 5 Mei sekitar pukul 11.15 WIB polisi berhasil melakukan operasi tangkap tangan terhadap kedua oknum pejabat Inspektorat, MY dan KA dengan barang bukti uang Rp 22 juta yang hendak diserahkan oleh kepala sekolah.

Setelah ditangkap, keduanya langsung dibawa ke Mapolres OKI untuk diperiksa lebih lanjut.

"Kami berhasil menangkap kedua oknum ASN di Inspektorat OKI dengan barang bukti uang sebesar 22 juta rupiah," kata Haris.

Haris menambahkan, uang Rp 22 juta itu diduga sebagai uang damai agar masalah kepala sekolah yang dilaporkan tidak diperpanjang. Saat ini, kedua orang tersangka itu berada di Polres OKI untuk diperiksa dan didalami kemungkinan adanya pejabat lain yang terlibat.

Baca juga: Pungli terhadap Bidan dan Dokter, Pejabat Dinkes Aceh Barat Ditangkap

Selain uang Rp 22 juta, polisi juga mengamankan barang bukti lain berupa satu lembar surat perintah tugas, empat lembar surat berita acara klarifikasi dan delapan lembar laporan hasil pemeriksaan khusus terhadap kepala SMP Negeri 5 Tanjung Makmur Pedamaran Timur.

Haris mengatakan, akibat perbuatannya, kedua oknum tesebut diancam Pasal 12 huruf E Undang-undang Pemberantasan Rindak Pidana Korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Umar Patek Minta Kelompok Teroris Hentikan Aksinya | YouTuber Aniaya Kakek

[POPULER NUSANTARA] Umar Patek Minta Kelompok Teroris Hentikan Aksinya | YouTuber Aniaya Kakek

Regional
Kisah di Balik Ulang Tahun Risma, Wartawan 'Kesurupan' hingga Foto di Bawah Pohon Tabebuya

Kisah di Balik Ulang Tahun Risma, Wartawan "Kesurupan" hingga Foto di Bawah Pohon Tabebuya

Regional
5 Fakta Video Viral Cucu Tendang dan Pukuli Kakek, Berawal dari Pakan Ikan yang Masuk Mulut

5 Fakta Video Viral Cucu Tendang dan Pukuli Kakek, Berawal dari Pakan Ikan yang Masuk Mulut

Regional
Cerita di Balik Siswa SD Tewas Disengat Tawon, Ingin Bongkar Sarang yang Resahkan Warga

Cerita di Balik Siswa SD Tewas Disengat Tawon, Ingin Bongkar Sarang yang Resahkan Warga

Regional
Cerita di Balik Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa, Berawal dari Hujan Deras

Cerita di Balik Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa, Berawal dari Hujan Deras

Regional
Usaha Pemerintah Naikkan Kesejahteraan Petani

Usaha Pemerintah Naikkan Kesejahteraan Petani

Regional
Bocah SD Tewas Terpeleset ke Parit Saat Banjir di Samarinda

Bocah SD Tewas Terpeleset ke Parit Saat Banjir di Samarinda

Regional
Seorang Pemuda Tewas Diduga Dibunuh usai Pesta Miras

Seorang Pemuda Tewas Diduga Dibunuh usai Pesta Miras

Regional
Di Hari Ulang Tahunnya Ke-58, Risma Dikerjai Wartawan

Di Hari Ulang Tahunnya Ke-58, Risma Dikerjai Wartawan

Regional
Gedung SD Nyaris Ambruk, Siswa Ketakuan hingga Kerap Digigit Rayap Saat Belajar

Gedung SD Nyaris Ambruk, Siswa Ketakuan hingga Kerap Digigit Rayap Saat Belajar

Regional
Ridwan Kamil Jamin Gizi Bayi Kembar Siam di Bekasi agar Bisa Dioperasi Pemisahan

Ridwan Kamil Jamin Gizi Bayi Kembar Siam di Bekasi agar Bisa Dioperasi Pemisahan

Regional
Menag Akan Cari Jalan Tengah Terkait Polemik Aset First Travel

Menag Akan Cari Jalan Tengah Terkait Polemik Aset First Travel

Regional
Mantan TNI Ditemukan Tewas dalam Keadaan Sujud, Istri Curiga Akibat Kekerasan

Mantan TNI Ditemukan Tewas dalam Keadaan Sujud, Istri Curiga Akibat Kekerasan

Regional
Cerita Petugas Polsuska yang Melihat Seorang Pria Melompat ke Rel Saat Kereta Api Melaju

Cerita Petugas Polsuska yang Melihat Seorang Pria Melompat ke Rel Saat Kereta Api Melaju

Regional
Dua Kelompok Mahasiswa UNM Makassar Bentrok, 7 Orang Terluka

Dua Kelompok Mahasiswa UNM Makassar Bentrok, 7 Orang Terluka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X