Kompas.com - 07/05/2017, 13:04 WIB
Situasi depan Lapas Klas 1 Makassar yang dijaga polisi saat kedatangan tiga terpidana teroris dari Jakarta, Kamis (1/10/2015). KOMPAS.com/Hendra CiptoSituasi depan Lapas Klas 1 Makassar yang dijaga polisi saat kedatangan tiga terpidana teroris dari Jakarta, Kamis (1/10/2015).
|
EditorEgidius Patnistik

MAKASSAR, KOMPAS.com - Seorang terpidana mati dan dua orang lainnya terpidana seumur hidup kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Makassar, Minggu (7/5/2017).

Tiga narapidana itu diketahui bernama Rizal Budiman alias Ical (22) warga Jalan Apo Bengkel,  Jaya Pura Utara, Papua; Muh Tajrul Kilbareng Bin Kalbaren alias Arun (31) warga Jalan RA Kartini (Bengkel Pani Motor), Kelurahan Rutrei Distrik Sorong Wijaya Distrik Jaya Pura Utara, Papua; dan Iqbal alias Bala alias Color Ijo (34) warga Jalan Dusun Kampung Baru, Desa Sido Agung, Kecamatan Kalanea, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Ketiga orang itu tersangkut kasus pembunuhan. Ketiganya selama ditahan di Lapas Klas 1 Makassar, berada satu ruangan di Blok A 1, kamar 10.

Kepala Lapas Klas 1 Makassar, Marasidin Siregar belum berhasil dikonfirmasi terkait peristiwa itu. Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari Lapas Klas 1 Makassar.

Kepala Polrestabes Makassar, Komisaris Besar (Kombes) Endi Sutendi membenarkan tiga narapidana itu telah kabur. Pihaknya saat ini membantu petugas Lapas Klas 1 Makassar untuk melakukan pengejaran.

Ketiga orang itu diperkirakan kabur pada Minggu dinihari antara pukul 01.00 hingga pukul 03.00 waktu setempat. Mereka kabur, setelah menggergaji terali besi.

Mereka baru diketahui kabur dari penjara saat apel pagi bagi seluruh penghuni Lapas Klas 1 Makassar pada pukul 06.15.

"Ketiga terpidana diduga melarikan diri di Blok A1, kamar 10, dengan cara merusak ventilasi kamar yang terbuat dari besi dengan cara gergaji. Selanjutnya meloncat turun melalui selokan dan meloncat naik ke Pos 2 yang tidak dijaga oleh petugas lapas," kata Endi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X