Golkar Jabar Akan Tolak Caleg Poligami dan Merusak Lingkungan

Kompas.com - 05/05/2017, 16:21 WIB
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat akan membawa pulang TKW ilegal asal Karawang dan Purwakarta yang ditahan Keimigrasian Malaysia di Bandara Kuala Lumpur, Sabtu (29/4/2017). Dok. Humas Pemkab PurwakartaBupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat akan membawa pulang TKW ilegal asal Karawang dan Purwakarta yang ditahan Keimigrasian Malaysia di Bandara Kuala Lumpur, Sabtu (29/4/2017).
|
EditorFarid Assifa

PURWAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, sejak awal dirinya menjabat Bupati Purwakarta sampai sekarang selalu memberi perhatian penuh pada setiap pembangunan yang ramah lingkungan.

Dedi meyakini bahwa infrastruktur setiap daerah yang tak berbasis kelestarian lingkungan sekitar justru akan merusak tatanan pembangunan wilayah tersebut.

"Lingkungan alam sekitar kita sangat penting untuk dilestarikan dan dijaga. Pembangunan tak berbasis lingkungan justru akan merusak daerah itu sendiri," jelas Dedi kepada Kompas.com, Jumat (5/5/2017).

Baca juga: Golkar Buka Peluang Partai Lain Gabung ke Poros Jawa Barat

Saat ini pun, Golkar Jawa Barat menerapkan beberapa komitmen dalam menjaga lingkungan. Salah satunya, setiap kader yang mendaftarkan diri untuk menjadi calon legislatif kota/kabupaten dan provinsi yang memiliki bisnis merusak lingkungan tak akan diterima partai.

Hal ini pun telah menjadi salah satu syarat bagi setiap kader yang hendak mendaftarkan diri sebagai caleg.

"Jika diketahui kader yang ingin jadi caleg memiliki bisnis merusak lingkungan langsung akan ditolak pendaftarannya ke partai," ungkap dia.

Seperti bencana beberapa bulan lalu yang melanda Kabupaten Garut. Daerah pegunungan yang seharusnya menjadi penyangga banjir telah berubah menjadi lahan perkebunan. Pohon-pohon ditebang dan lahan ditanami tanaman perkebunan yang tak memiliki ketahanan penyerapan air.

"Contoh di Garut, banjir bandang kemarin adalah akibat dari tatanan lingkungan yang berubah," ungkap Dedi.

Selanjutnya, beberapa syarat lainnya untuk caleg dari Golkar Jabar adalah tak boleh menceraikan istri tanpa alasan kuat, tak boleh berpoligami tanpa persetujuan istri pertama, dan tak terlibat narkoba serta bisnis hitam lainnya.

"Syarat ini untuk mencegah saja. Jangan sampai sedang susah dengan istri lama, sudah jadi dewan malah punya istri lagi," ujar Dedi.

Selama ini, Dedi mengaku membangun Kabupaten Purwakarta berbasis kelestarian lingkungan dengan menjaga budaya para leluhur. Wilayah perkotaan tetap dibangun dengan konsep modern, tetapi tak melupakan akan datangnya bahaya akibat perubahan alam sekitar.

Saluran air tak diganggu akibat pembangunan karena bisa mengakibatkan banjir. Pepohonan tak dihilangkan karena kalau hujan akan mampu menyangga angin besar. Peremajaan pohon pun selalu menjadi prioritas utama pola pembangunan di daerahnya.

"Leluhur kita (khususnya Sunda) mewarisi budaya untuk kita terapkan kembali di zaman modernisasi sekarang. Pembangunan memperhatikan aspek lingkungan sudah diterapkan sejak zaman dulu," tambahnya.

Baca juga: Soal Pilkada Jabar, Golkar Tunggu Hasil Suvei

Pendaftaran bagi kader untuk menjadi caleg sendiri telah diumumkan sejak 1 Mei 2017. Para kader nantinya akan bersaing sesuai dengan rangking elektabilitasnya masing-masing. Setiap daerah nantinya akan dilakukan survei internal untuk mengatahui elektabilitas para caleg.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Guru Honorer di Samarinda, 11 Tahun Jalan Kaki Susuri Hutan Demi Mengajar

Kisah Guru Honorer di Samarinda, 11 Tahun Jalan Kaki Susuri Hutan Demi Mengajar

Regional
Dimaafkan Satgas Covid-19, Penahanan Warganet yang Ancam Polisi dan Dokter Ditangguhkan

Dimaafkan Satgas Covid-19, Penahanan Warganet yang Ancam Polisi dan Dokter Ditangguhkan

Regional
Debat Pilkada Mataram, Jaga Jarak Diabaikan, Para Pendukung Tak Pakai Masker dengan Benar

Debat Pilkada Mataram, Jaga Jarak Diabaikan, Para Pendukung Tak Pakai Masker dengan Benar

Regional
Setelah Lobi Sipir 1 Jam, Polisi Akhirnya Periksa Bandar Narkoba di Lapas Pekanbaru

Setelah Lobi Sipir 1 Jam, Polisi Akhirnya Periksa Bandar Narkoba di Lapas Pekanbaru

Regional
Libur Panjang, 113.283 Kendaraan dari Jakarta Masuk ke Puncak Bogor

Libur Panjang, 113.283 Kendaraan dari Jakarta Masuk ke Puncak Bogor

Regional
Alasan Hari Libur, Polisi Dihalangi Saat Akan Periksa Napi Bandar Sabu di Lapas Pekanbaru

Alasan Hari Libur, Polisi Dihalangi Saat Akan Periksa Napi Bandar Sabu di Lapas Pekanbaru

Regional
Malu karena Hamil di Luar Nikah, Seorang Siswi SMA Buang Bayi yang Baru Dilahirkannya di Depan Panti Asuhan

Malu karena Hamil di Luar Nikah, Seorang Siswi SMA Buang Bayi yang Baru Dilahirkannya di Depan Panti Asuhan

Regional
Liburan Bersama Teman-teman, Seorang Bocah Tewas Tenggelam di Sungai

Liburan Bersama Teman-teman, Seorang Bocah Tewas Tenggelam di Sungai

Regional
Diduga Gangguan Jiwa, Sutejo Angkut Jenazah Ibunya Pakai Sepeda Motor

Diduga Gangguan Jiwa, Sutejo Angkut Jenazah Ibunya Pakai Sepeda Motor

Regional
Tim Polda Riau Ditolak Saat Hendak Periksa Bandar Narkoba di Lapas Pekanbaru

Tim Polda Riau Ditolak Saat Hendak Periksa Bandar Narkoba di Lapas Pekanbaru

Regional
Fakta Pria di Boyolali Bawa Jenazah Ibunya Pakai Bronjong, Jadi Viral dan Penjelasan Polisi

Fakta Pria di Boyolali Bawa Jenazah Ibunya Pakai Bronjong, Jadi Viral dan Penjelasan Polisi

Regional
Enam Jam Api Berkobar Hanguskan Ratusan Rumah di Kotabaru Kalsel

Enam Jam Api Berkobar Hanguskan Ratusan Rumah di Kotabaru Kalsel

Regional
Positif Covid-19 DIY Capai 82 Kasus, Terbanyak dari Bantul

Positif Covid-19 DIY Capai 82 Kasus, Terbanyak dari Bantul

Regional
Bayi Baru Lahir Ditemukan di Depan Panti Asuhan, Ternyata Dibuang Ibunya yang Masih SMA

Bayi Baru Lahir Ditemukan di Depan Panti Asuhan, Ternyata Dibuang Ibunya yang Masih SMA

Regional
Kena Razia Polisi gara-gara Tak Pakai Helm, Pria Ini Rusak Motor Pakai Batu Besar

Kena Razia Polisi gara-gara Tak Pakai Helm, Pria Ini Rusak Motor Pakai Batu Besar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X