Dapat Hibah "Fly Over" dari Korsel, Bandung Siapkan Kawasan Khusus Korea

Kompas.com - 05/05/2017, 07:08 WIB
Walikota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui di Hotel Shangri-La‎ Jakarta, Kamis (20/4/2017).  ‎ KOMPAS.com/ACHMAD FAUZIWalikota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui di Hotel Shangri-La‎ Jakarta, Kamis (20/4/2017).  ‎
|
EditorErlangga Djumena

BANDUNG, KOMPAS.com - Hubungan kerja sama antara Pemkot Bandung dengan pemerintah Kota Seoul, Korea Selatan membuahkan hasil. Sejumlah pengusaha asal negeri ginseng itu rencananya akan meghibahkan sebuah jembatan layang (fly over) di Bandung.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, komitmen kerja sama itu merupakan hasil dari kunjungan kerjanya ke Korea Selatan beberapa waktu lalu.

"Kemarin saya kedatangan pengusaha Korea mereka cinta Bandung tahu saya ada kerja sama dengan Kota Seoul diberbagai bidang dan mereka menghibahkan satu infrastruktur fly over," kata Ridwan di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalemkaum, Kamis (4/5/2017).

Dia menyebutkan, teknologi pembangunan jalan layang itu mirip dengan yang diterapkan di jembatan layang Antapani. Karena itu, proses pengerjaannya hanya memakan waktu sekitar dua bulan.

"Karena teknologinya sama dengan yang di Antapani dengan waktu dua bulan jadi mereka menjanjikan membuat fly over keren dengan waktu dua bulan dengan harga murah sekitar Rp.20-25 miliar hibahnya," ujarnya.

Saat ini, lanjut Ridwan, Pemkot Bandung tengah mencari titik yang pas untuk proyek fly over tersebut. Ada tiga tempat yang akan diprioritaskan mendapat fasilitas tersebut salah satunya di Jalan Garuda dan Jalan Sukarno-Hatta.

"Mereka minta titiknya di mana. Kita kebut mungkin di Jalan Garuda yang macet itu, di (perlintasan) kereta yang riweuh kemungkinan bisa di Jalan Sukarno-Hatta kita ada tiga pilihan tapi apapun itu di ulang tahun Bandung bisa diresmikan," kata Emil, sapaan akrabnya.

Sebagai timbal balik, Pemkot Bandung akan membuat kawasan khusus bertema Korea Selatan. Lokasinya berada di Jalan Banten sepanjang 300 meter. Proyek itu pun diharapkan rampung bersamaan dengan pengerjaan fly over.

"Nah yang kedua saya akan bikin Jalan Korea yang dulu diliput sudah ada lokasinya di Jalan Banten panjang 300 meter. Temanya Korea ada restoran Korea dan sebagainya. Diharapkan selesai juga pada saat penyelesaian fly over hibah, (ini sebagai) timbal balik budaya," tuturnya.

Jalan Korea Selatan itu nantinya akan ditempati oleh pengusaha asli asal Korea Selatan serta setengahnya dari warga lokal.

"Setengahnya tenant orang Indonesia yang suka Korea setengah tenant-nya didatangkan dari Korea Selatan oleh Hermawan Kertajaya yang ahli marketing," ungkapnya.

"Peresmiannya diharapkan saya undang Wali Kota Seoul yang dikunjungan terakhirnya menjanjikan mau ke Bandung sebelum dia jadi Presiden Korea biasanya di sana begitu. Dan saya sudah minta ke pemilik fly over undanglah Opa-opa Korea Selatan," jelasnya.

Baca juga: Gunakan Baja Bergelombang, "Fly Over" Antapani Bandung Lebih Efisien

Kompas TV “Micro Library” Ramah Lingkungan Ini Pernah Jadi Juara Dunia

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Kampanye Terakhir, Ganjar Minta Paslon dan Parpol Tak Kerahkan Simpatisan Turun ke Jalan

Hari Kampanye Terakhir, Ganjar Minta Paslon dan Parpol Tak Kerahkan Simpatisan Turun ke Jalan

Regional
Meninggal dengan Luka Lebam, Bocah 7 Tahun Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Terbongkar Saat Akan Dimakamkan

Meninggal dengan Luka Lebam, Bocah 7 Tahun Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Terbongkar Saat Akan Dimakamkan

Regional
Kronologi Ditemukannya Kerangka Manusia di Hutan Probolinggo, Berawal dari Warga Bersihkan Lahan

Kronologi Ditemukannya Kerangka Manusia di Hutan Probolinggo, Berawal dari Warga Bersihkan Lahan

Regional
2 Anggota DPRD Kota Bima Dirawat di RS Setelah Positif Covid-19

2 Anggota DPRD Kota Bima Dirawat di RS Setelah Positif Covid-19

Regional
Gempa 5,5 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya, Tak Berpontensi Tsunami

Gempa 5,5 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya, Tak Berpontensi Tsunami

Regional
Ketinggian Banjir di Aceh Utara Mencapai 2 Meter, 5 Desa Terisolir, Warga Mengungsi

Ketinggian Banjir di Aceh Utara Mencapai 2 Meter, 5 Desa Terisolir, Warga Mengungsi

Regional
Fakta Istri Aniaya Suaminya dengan Kapak hingga Tewas, Berawal dari Pulang Mabuk

Fakta Istri Aniaya Suaminya dengan Kapak hingga Tewas, Berawal dari Pulang Mabuk

Regional
Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Jabar Membaik di Triwulan Keempat

Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Jabar Membaik di Triwulan Keempat

Regional
Bawaslu Minta Pemkab Semarang Tak Salurkan Bansos Selama Masa Tenang Pilkada

Bawaslu Minta Pemkab Semarang Tak Salurkan Bansos Selama Masa Tenang Pilkada

Regional
Cerita Korban Banjir Medan, Tak Sangka Bisa Lintasi Banjir Setinggi Dada, Padahal Gendong 2 Anak

Cerita Korban Banjir Medan, Tak Sangka Bisa Lintasi Banjir Setinggi Dada, Padahal Gendong 2 Anak

Regional
Fakta Terkini Gunung Semeru Meletus, Potensi Lahar Dingin hingga Imbauan Khofifah

Fakta Terkini Gunung Semeru Meletus, Potensi Lahar Dingin hingga Imbauan Khofifah

Regional
5 Kecamatan Terendam Banjir di Aceh Utara, Warga: Kami Puluhan Tahun Langganan Banjir...

5 Kecamatan Terendam Banjir di Aceh Utara, Warga: Kami Puluhan Tahun Langganan Banjir...

Regional
Akibat Guguran Lava, Morfologi Gunung Merapi Berubah, Permukaan Kawah Terangkat

Akibat Guguran Lava, Morfologi Gunung Merapi Berubah, Permukaan Kawah Terangkat

Regional
Paslon Pilkada Cianjur Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Bawaslu hanya Bisa Menegur

Paslon Pilkada Cianjur Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Bawaslu hanya Bisa Menegur

Regional
Penerima Dana PKH Direncanakan Maksimal 5 Tahun, Digilir untuk Keluarga Miskin Lain

Penerima Dana PKH Direncanakan Maksimal 5 Tahun, Digilir untuk Keluarga Miskin Lain

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X