Terkena Mesin "Press", Kaki TKI Asal Grobogan Harus Diamputasi

Kompas.com - 05/05/2017, 05:58 WIB
‎Siti Nurhayati (46) ‎menunjukkan foto anak sulungnya, Zudi Prasetyo (28), saat ditemui di rumahnya di Dusun Goledok, Desa Sindurejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (4/5/2017). Kompas.com/Puthut Dwi Putranto‎Siti Nurhayati (46) ‎menunjukkan foto anak sulungnya, Zudi Prasetyo (28), saat ditemui di rumahnya di Dusun Goledok, Desa Sindurejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (4/5/2017).
|
EditorErlangga Djumena

GROBOGAN, KOMPAS.com - Insiden nahas dialami oleh Zudi Prasetyo (28), seorang Tenaga Kerja Indonesia ( TKI) asal Dusun Goledok, Desa Sindurejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.  Zudi terpaksa harus merelakan kaki kanannya untuk diamputasi akibat kecelakaan kerja yang terjadi di PT Yuen Foong Yu, sebuah perusahaan kertas di Taiwan.

Saat ini dia menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit wilayah Kota Linkou, Taiwan.

Informasi itu sontak membuat keluarga Zudi di kampung halamannya menjadi syok berat.  Bagaikan petir di siang bolong, kedua orang tua Zudi langsung terguncang begitu mendapat informasi via telepon dari pihak perusahaan tempat Zudi mencari nafkah.

"Tiba-tiba ada telepon masuk di handphone yang mengabarkan jika Zudi harus diamputasi. Kami pun langsung dimintai persetujuan agar Zudi diamputasi kaki kanannya," sebut ibunda Zudi, Siti Nurhayati (46) saat berbincang dengan Kompas.com di rumahnya, Kamis (04/5/2017). 

Berdasarkan keterangan Siti, pihak keluarga menerima kabar ihwal kecelakaan kerja yang Zudi pada Senin (3/4/2017) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu Siti hendak pergi beraktivitas ke sawah.

"Semalaman saya tak bisa tidur dan cemas. Ternyata ini firasat. Katanya kaki kanan Zudi terkena mesin press kertas. Karena syarafnya sudah rusak maka harus diamputasi di atas lutut," tuturnya.

Siti mengaku, akhir-akhir ini dirinya selalu dirundung perasaan khawatir perihal bagaimanakah perkembangan kondisi kesehatan Zudi.

"Sakno kowe le (kasihan kamu nak). Emak pengen ngancani kowe ning rumah sakit, tapi piye neh biayane larang (Ibu ingin menemani kamu di rumah sakit, tapi bagaimana lagi biayanya mahal)," katanya.

Menurut dia, Zudi adalah anak pertama dari lima bersaudara hasil pernikahannya dengan Jayus (52). Sejak kecil, Zudi tak pernah neko-neko. Zudi menyadari jika ia hidup dalam lingkungan keluarga dengan kondisi perekonomian yang serba kekurangan. Sang ayah bekerja sebagai kuli bangunan, sementara ibundanya adalah petani.

Baca juga: Tertimpa Mesin Saat Bekerja, TKI Asal Magelang Meninggal di Jepang

Lulus dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purwodadi, Zudi memutuskan untuk bekerja dengan merantau di Jakarta. Hingga akhirnya keinginan kuat Zudi yang ingin mengubah strata hidup menghantarkannya menjadi TKI.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenang Sosok Artidjo Alkotsar, Haedar Nashir: Sederhana dan Bersahaja

Kenang Sosok Artidjo Alkotsar, Haedar Nashir: Sederhana dan Bersahaja

Regional
Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Regional
Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Regional
Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Regional
Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

Regional
Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X