Tersangka Penyerangan Mapolres Banyumas Batal Diancam UU Terorisme

Kompas.com - 03/05/2017, 21:24 WIB
Polres Banyumas menggeledah rumah warga di Desa Karangaren, Kutasari Purbalingga, Selasa (11/4/2017), yang diduga terkait penyerangan anggota polisi. Tribun Jateng/Khoirul MuzakiPolres Banyumas menggeledah rumah warga di Desa Karangaren, Kutasari Purbalingga, Selasa (11/4/2017), yang diduga terkait penyerangan anggota polisi.
|
EditorReni Susanti

PURWOKERTO, KOMPAS.com - M Ibnu Dar (22), tersangka kasus penyerangan Mapolres Banyumas, Jawa Tengah batal diancam dengan Undang-undang terorisme.

Sebaliknya, aktor tunggal atas aksi pembacokan sejumlah personel polisi itu dijerat dengan pasal berlipat, di antaranya percobaan pembunuhan, penganiayaan, dan penggunaan senjata tajam.

"Kalau (undang-undang) terorisme tidak, ancamannya justru percobaan pembunuhan, penganiayaan, penggunaan senjata tajam serta pasal berat lainnya kami masukkan," kata Kapolres Banyumas AKBP Azis Andrinsyah SH SIK MHum, Rabu (3/5/2017).

Menurut Azis, polisi belum bisa memberatkan tersangka dengan pasal terorisme. Sebab, penyidik tidak menemukan bukti kuat untuk menyimpulkan jika warga Desa Karangaren, Kecamatan Kutasari, Purbalingga itu terlibat dalam jaringan teroris manapun.

(Baca juga: Ini Kronologi Penyerangan Polisi di Banyumas)

Lebih lanjut Kapolres menyebut, beberapa barang bukti yang ditemukan di rumah pelaku, seperti serbuk hitam dan rakitan panci juga tidak dapat digunakan sebagai alat bukti untuk memperkuat tuduhan.

“Belum bisa kami sebut sebagai rakitan. Bahan-bahan serbuk itu hanya campuran arang batok kelapa dan gula pasir. Waktu kita coba bakar tidak ada reaksi apapun,” katanya.

Sementara barang sitaan lain seperti foto tersangka yang menggambarkan sebuah pelatihan militer di tengah hutan juga kemungkinan akan mentah.

“Tersangka mengaku itu foto kenang-kenangan waktu pelatihan pecinta alam. Kami belum bisa identifikasi tempatnya secara pasti,” ujarnya.

(Baca juga: Polisi: Penyerang Mapolres Banyumas Berkomunikasi dengan Terduga Teroris Tuban)

 

Dalam proses hukumnya, berkas kasus Ibnu Dar sampai saat ini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto. "Penyidik sudah menyelesaikan tahap pertama, jika tidak ada pengembalian dari Kejari, dalam jangka waktu dekat dapat P21," tutupnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Potensi Besar Luwu Utara, Bupati IDP: Infrastruktur Masih Harus Ditingkatkan

Soal Potensi Besar Luwu Utara, Bupati IDP: Infrastruktur Masih Harus Ditingkatkan

Regional
Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X