Mayoritas Anak Korban Kekerasan Seksual Tidak Mau Melanjutkan Sekolah

Kompas.com - 03/05/2017, 07:18 WIB
Thinkstockphotos Ilustrasi

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Kasus kekerasan seksual yang menimpa anak di bawah umur wilayah DIY cukup tinggi. Dari catatan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rifka Annisa selama kasus sampai Maret 2017, sudah ada sekitar 15 kasus ditangani Rifka Annisa.

"Tahun 2017 terdapat 15 anak, angka ini tergolong tinggi, dan mencerminkan anak rentan jadi korban kekerasan seksual," kata  Legal and Research Officer Rifka Annisa, Triantono di Gunungkidul Selasa (2/5/2017).

Untuk tahun 2016 terdapat 43 kasus meliputi kekerasan terhadap istri 1 kasus (pernikahan di bawah umur), kekerasan dalam pacaran 3 kasus, perkosaan 23 kasus, pelecehan seksual 6 kasus, kekerasan dalam keluarga 3 kasus, trafficking 5 kasus, dan kekerasan terhadap anak 2 kasus. 

Baca juga: Culik dan Perkosa Gadis 14 Tahun, Pria Ini Dikepung Ratusan Warga


Menurut dia, mayoritas anak korban kekerasan tidak mau melanjutkan sekolah. Hanya sekitar 20 persen yang melanjutkan sekolah, padahal hak pendidikan setiap anak wajib diperoleh.

"Hanya 20 persen yang mau melanjutkan. Mereka (korban) trauma dan hampir semua tidak mau (melanjutkan studi)," sebutnya.

Dia menyebutkan, beberapa faktor yang menjadikan anak tidak mau melanjutkan studi antara lain, teman, sekolah, keluarga, dan lingkungan.

Banyak dari anak setelah menjadi korban kekerasan mereka menjadi korban bullying. Pihak sekolah juga membatasi korban kekerasan, seperti adanya kebijakan sekolah mengharuskan siswa yang terlibat kasus keluar sekolah.

"Saat masuk sekolah ada surat pernyataan, yang intinya kalau ada kasus hamil di luar nikah, siswa tersebut harus mengundurkan diri," ucapnya.

Kemungkinan hal ini untuk menjaga anak lebih berhati-hati, namun kebijakan ini justru menyebabkan anak korban kekerasan menjadi korban.

"Kebijakan ini malah blunder, anak-anak korban kekerasan malah kembali menjadi korban," ujarnya.

Triyanto berharap tak ada lagi kebijakan serupa. Sehingga anak mengalami kekerasan seksual bisa melanjutkan pendidikan dan masa depannya kembali terbuka.

"Jangan mem-bully korban kekerasan seksual karena hal ini semakin menyudutkan dan sulit untuk mereka kembali bersemangat untuk sekolah," sebutnya.

Baca juga: Kasus Kekerasan Seksual pada Anak di Kaltim Kerap Berakhir Damai dengan Pelakunya

Kompas TV Para pemuda ditangkap Satreskrim Polres Karangasem setelah melakukan kekerasan seksual terhadap anak berusia 14 tahun.



EditorErlangga Djumena

Terkini Lainnya

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Regional
Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Regional
Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Regional
Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Regional
Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Regional
Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Regional
Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Regional
Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik 'Jangan Bunuh Aku' kepada Pembunuhnya

Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik "Jangan Bunuh Aku" kepada Pembunuhnya

Regional
Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Regional
Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Regional
Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Regional
Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Regional
5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Regional

Close Ads X