Sebelum Membunuh dan Rampok Korbannya, Nando Ajak Kawin Lari

Kompas.com - 02/05/2017, 19:46 WIB
Pelaku Nando yang membunuh korbannya dengan modus mengajak kawin lari, Selasa (2/5/2017) KOMPAS. com/Mei LeandhaPelaku Nando yang membunuh korbannya dengan modus mengajak kawin lari, Selasa (2/5/2017)
|
EditorReni Susanti

MEDAN, KOMPAS.com - Agustina Sitorus empat hari tak pulang ke rumah. Anak tertuanya, Eyren Juwita Triana Siburian (45), warga Jalan Air Bersih Ujung Nomor 191 B, Kota Medan, resah karena sang ibu tak memberi kabar.

Jumat (28/4/2017) tengah malam, keresahannya terjawab. Polda Sumut menangkap Perinando Simangunsong alias Nando (38), supir mobil rental yang tinggal di Desa Sei Belutu, Kecamatan Sei Bambam, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Ia adalah pembunuh ibunya.

Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumut Kombes Pol Nurfallah mengatakan, pelaku janji bertemu korban pada Selasa (25/4/2017) sekitar pukul 11.00 WIB di terminal Amplas.

Pelaku menggunakan mobil rental Toyota Avanza merah maron BK 1703 LN milik Anggiat Sitinjak.

"Pelaku mengajak korban kawin lari. Mereka sempat berhubungan intim di mobil, setelah itu pelaku mengatakan mau meminjam uang korban," kata Nurfallah, Selasa (2/5/2017).

Korban bilang tidak punya uang. Pelaku lalu meminta cincin yang dikenakan korban, kembali korban menolak. Tak senang ditolak terus, pelaku lalu menarik tangan untuk merampas perhiasan yang dikenakan korban.

"Korban marah, dia bilang pelaku merampoknya dan akan diadukannya ke anaknya. Pelaku langsung menjerat leher korban dengan sabuk pengaman mobil sampai pingsan," ungkapnya.

(Baca juga: Pembunuhan Dosen Undip Diduga Bermotif Perampokan)

 

Setelah pingsan, pelaku memindahkan korban ke bagasi, di sini pelaku kembali menjerat leher korban dengan kawat jok mobil sampai meninggal. Setelah itu pelaku menuju Kota Tebingtinggi.

Di tengah jalan, pelaku membeli dua karung goni ukuran 100 kilogram untuk membungkus mayat. Sore harinya di tepi Jalan Dolok Masihul, Kabupaten Simalungun, pelaku mengambil barang-barang korban berupa kalung dan cincin emas, tas hitam, uang Rp 450.000, dua ponsel dan jam tangan kuning emas.

Kemudian pelaku berangkat ke Kota Pematangsiantar mampir ke Pasar Horas untuk menjual kalung dan cincin korban seharga Rp 14 juta. Jelang malam, pelaku membawa mobil dan mayat korban pulang ke rumah orang tuanya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Regional
Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Regional
Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Regional
Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Regional
Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Regional
Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Regional
Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Regional
Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Regional
Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Regional
Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Regional
Saat 'New Normal', Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Saat "New Normal", Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X