Kompas.com - 02/05/2017, 08:10 WIB
Guru SD Negeri Pojokklitih 3, Kecamatan Plandaan, Jombang, (dari kiri ke kanan) Sucipto, Laila Maulida, Trisno, dan Nurmala Sari, menyeberangi sungai untuk mengajar, Kamis (23/3/2017). KOMPAS/Bahana Patria GuptaGuru SD Negeri Pojokklitih 3, Kecamatan Plandaan, Jombang, (dari kiri ke kanan) Sucipto, Laila Maulida, Trisno, dan Nurmala Sari, menyeberangi sungai untuk mengajar, Kamis (23/3/2017).
EditorCaroline Damanik

KOMPAS.com - Hari ini tanggal 2 Mei, Hari Pendidikan Nasional.

Hari ini akan berlalu sama saja dengan hari-hari yang lain. 24 jam ke depan akan menguap begitu cepat.

Namun terimalah salam dari "kami", mereka yang gairahnya begitu besar untuk menerima pengajaran atau memberikan pendidikan yang layak bagi para generasi muda.

Harapan "kami", semoga sekolah lekas diperbaiki, guru-guru bertambah, biaya sekolah bisa lebih murah, nasib guru di pedalaman lebih diperhatikan, kesejahteraan bisa meningkat.

"Kami" hanya ingin melanjutkan sekolah....

"Kami" hanya ingin anak-anak di mana pun, di penjuru Indonesia, bisa mengenyam pendidikan dengan layak....

Itu saja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut ini cerita para siswa dan guru yang terus berjuang untuk pendidikan yang layak, di lima tempat berbeda di Indonesia:


1. Selamat Hari Pendidikan Nasional dari ruang SD Negeri 1 Suwatu Grobogan yang atapnya baru saja runtuh.

Kompas.com/Puthut Dwi Putranto kondisi lima ruang kelas SDN 1 Suwatu, Kecamatan Gabus, Grobogan, Jateng hancur, Senin (01/5/2017)
Meja dan kursi jadi hancur karena tertimpa puing atap. Mira Ramadhani, siswi kelas V SDN 1 Suwatu, mengaku, dia dan teman-temannya mulai takut karena tiang kayu penyangga kelas sudah mulai usang.

"Terkadang harus diganjal dengan kayu lain agar tidak ambruk. Kalau hujan deras disertai angin kencang, kami dipulangkan. Kami takut ketiga ruang yang tersisa ini bakalan ambruk. Bagaimana mau belajar dengan nyaman kalau begini," katanya, Senin (1/5/2017).

Kepala Sekolah SDN 1 Suwatu, Kusno, mengatakan, bangunan sekolah mulai didirikan pada 1982 dan sudah mengalami kerusakan. Karena dinilai membahayakan, lima ruang kelas sudah tidak dipakai lagi sejak tujuh tahun lalu.

"Kami sudah berkali-kali mengajukan proposal anggaran perbaikan ke Dinas Pendidikan tapi belum ada tanggapan," tutur Kusno.

(Baca selengkapnya cerita sekolah Mira: Lima Ruang Kelas SD di Grobogan Hancur, Aktivitas Belajar Terganggu)

 

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.