TNI AL Tangkap 8 Imigran Gelap Asal Somalia

Kompas.com - 28/04/2017, 23:36 WIB
Ilustrasi imigran KOMPAS.com/ Kiki Andi PatiIlustrasi imigran
EditorReni Susanti

TANJUNGBALAI, KOMPAS.com - Pangkalan TNI AL Tanjungbalai Asahan menangkap imigran gelap asal Somalia yang diangkut perahu bermotor saat berlayar di perairan Sungai Asahan menuju Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Komandan Pangkalan Angkatan Laut Tanjungbalai Asahan, Letnan Kolonel Pelaut Bagus Amarullah mengatakan, perahu bermesin tanpa nama itu membawa delapan warga negara Somalia yang ditangkap pada 01.15 WIB Kamis (28/4/2017).

Menurut dia, sebelumnya Tim Reaksi Cepat Armada Barat Pangkalan TNI AL Tanjungbalai mendapatkan informasi dari masyarakat akan ada perahu yang berlayar dari Malaysia yang membawa imigran gelap.

Menindaklanjuti informasi itu, mereka dan Patroli Keamanan Laut SSG II-1-47 dikerahkan dan segera menggelar patroli terbatas ke lokasi yang sudah menjadi target operasi.

Setelah mengendap dan mengintai hampir satu jam, tim gabungan melihat secara visual target operasi dan menyergap mereka. Namun sebelum disergap, dua orang diduga nahkoda dan anak buah kapal melompat ke air, dan lari ke dalam hutan Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan.

"Penyergapan itu di posisi perairan Sungai Penyengat Kuala Bagan Asahan," kata Amarullah.

Setelah bisa menguasai kapal sasaran, mereka mengidentifikasi. Diketahui kemudian terdapat empat laki-laki dan empat perempuan, serta seorang perempuan TKI Ilegal.

Para imigran gelap Somalia itu berangkat dari Somalia kemudian transit di Malaysia selama dua minggu. Dengan menumpang perahu itu, imigran Somalia berangkat dari Malaysia menuju Tanjungbalai dan akan ke Medan melalui jalur darat.

"Oleh agen perahu di Malaysia, para imigran dari Somalia itu dikenakan ongkos 900 dollar Amerika Serikat. Dan hasil pemeriksaan tidak diketemukan barang berbahaya maupun barang terlarang lain," ujar Bagus Badari.

Catatan mereka, identitas para imigran gelap Somalia itu adalah Abdul Wahab Muh (23), Maulid Ali (20), Ahmed Abdullah (21), dan M Abdalla (23).

Sedangkan empat perempuan Somalia yaitu Samiya (20), Muse (20), Halimo (29), dan Mariam (59). Adapun TKI ilegal asal Indonesia yakni Kadijah (36). Personel TNI AL setempat lalu menyerakannya kepada petugas imigrasi Kota Tanjungbalai.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X