Mendagri Heran Anggaran Pilkada Serentak Malah Membengkak

Kompas.com - 27/04/2017, 19:52 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo usai menjadi keynote speaker Seminar Nasional XXVII Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) di Ruang Seminar Timur Pascasarjana Fisipol UGM, Kamis (27/04/2017). Kontributor Yogyakarta, Wijaya KusumaMenteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo usai menjadi keynote speaker Seminar Nasional XXVII Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) di Ruang Seminar Timur Pascasarjana Fisipol UGM, Kamis (27/04/2017).
|
EditorCaroline Damanik

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa harapannya untuk menghemat anggaran dengan menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pupus. Menurut Tjahjo, justru anggaran untuk Pilkada serentak membengkak.

"Dengan segala mohon maaf, bayangan saya waktu saya menjadi menteri pertama, Pilkada Serentak 2015 itu akan hemat. Mohon maaf ternyata lebih membengkak hampir 200 persen," tegas Tjahjo usai menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional XXVII Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) di Ruang Seminar Timur Pascasarjana FISIPOL UGM, Kamis (27/4/2017).

Tjahjo menjelaskan, anggaran pembelian logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) selama 5 tahun meningkat. Selain itu, jika sebelumnya kendaraan operasional bisa meminjam milik Pemda, sekarang membeli mobil.

"Jadi efisiensinya tidak ada. Tahun 2017 juga sama, masih membengkak," ujarnya.

(Baca juga: Pilkada Serentak Berikutnya Digelar 27 Juni 2018)

Pemerintah, lanjutnya, ingin pelaksanaan Pilkada serentak dapat lebih efisien. Meskipun dia mengaku, ukuran suksesnya kegiatan politik tidak bisa dinilai hanya dengan uang.

Menurut Tjahjo, biaya politik memang besar. Dia mencontohkan, ada tokoh yang harus mengeluarkan uang sampai miliaran rupiah untuk maju menjadi anggota DPR.

"Tapi yang terpenting partisipasi masyarakat meningkat. Tidak ada politik uang, ada jaminan untuk kebebasan menyampaikan pendapat, sikap dan ada etika," tuturnya.

Bagi pemerintah, lanjut Tjahjo, Pilkada serentak diharapkan dapat membangun hubungan baik tata kelola antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

"Kalau enggak, repot lho. Janji kampanye seorang presiden begitu jadi menjadi rencana jangka pendek dan jangka panjang. Janji gubernur jadi program skala prioritas provinsi, janji wali kota/bupati sama, sekarang tinggal bagaimana menyelaraskan," pungkasnya.

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Kecelakaan Maut di Jember, Truk Alami Rem Blong sampai Tabrak 4 Motor

Kronologi Kecelakaan Maut di Jember, Truk Alami Rem Blong sampai Tabrak 4 Motor

Regional
Dampak Covid-19, PAD Kota Ambon Terjun Bebas

Dampak Covid-19, PAD Kota Ambon Terjun Bebas

Regional
Pesan Sultan HB X Jelang Peringatan Kemerdekaan: Jangan Ada yang Merasa Mayoritas

Pesan Sultan HB X Jelang Peringatan Kemerdekaan: Jangan Ada yang Merasa Mayoritas

Regional
Sempat Terlihat Menyapu di Pagi Hari, Dewi Ditemukan Tewas di Ruang Tamu Beberapa Jam Kemudian

Sempat Terlihat Menyapu di Pagi Hari, Dewi Ditemukan Tewas di Ruang Tamu Beberapa Jam Kemudian

Regional
Tingkatkan Kemampuan Petugas Indra, Dompet Dhuafa Gelar Workshop Pemeriksaan Mata Dasar

Tingkatkan Kemampuan Petugas Indra, Dompet Dhuafa Gelar Workshop Pemeriksaan Mata Dasar

Regional
Tiru Jawa Barat, Ambon Akan Terapkan PSBB Lokal di Setiap Desa

Tiru Jawa Barat, Ambon Akan Terapkan PSBB Lokal di Setiap Desa

Regional
Mahasiswa Kedokteran Asal Tegal Terkonfirmasi Positif Covid-19

Mahasiswa Kedokteran Asal Tegal Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Kecelakaan Beruntun, Sebuah Truk Tabrak 4 Sepeda Motor, 7 Orang Meninggal

Kecelakaan Beruntun, Sebuah Truk Tabrak 4 Sepeda Motor, 7 Orang Meninggal

Regional
Tingkatkan Keahlian Menjahit Kaum Dhuafa Cirebon, Dompet Dhuafa Gelar Jabar Bagja

Tingkatkan Keahlian Menjahit Kaum Dhuafa Cirebon, Dompet Dhuafa Gelar Jabar Bagja

Regional
Masih Zona Merah, PSBB Transisi di Ambon Bakal Diperpanjang

Masih Zona Merah, PSBB Transisi di Ambon Bakal Diperpanjang

Regional
105 Tenaga Kesehatan di Kabupaten Banjar Kalsel Terpapar Covid-19

105 Tenaga Kesehatan di Kabupaten Banjar Kalsel Terpapar Covid-19

Regional
Tracing Klaster DPRD Maluku, Belum Ada Anggota Dewan yang Jalani Tes Swab

Tracing Klaster DPRD Maluku, Belum Ada Anggota Dewan yang Jalani Tes Swab

Regional
Bahas Tata Ruang Ibu Kota Negara Baru, Wamen ATR Pastikan Tak Ada Penggusuran

Bahas Tata Ruang Ibu Kota Negara Baru, Wamen ATR Pastikan Tak Ada Penggusuran

Regional
Viral, Situs Belajar Daring di Surabaya Disisipi Iklan Pornografi, Ini Penjelasan Pemkot

Viral, Situs Belajar Daring di Surabaya Disisipi Iklan Pornografi, Ini Penjelasan Pemkot

Regional
Pilu Penderita Kanker Terpapar Covid-19, Terasing dari Keluarga yang Takut Tertular

Pilu Penderita Kanker Terpapar Covid-19, Terasing dari Keluarga yang Takut Tertular

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X