KPU Tetapkan Haryadi Suyuti sebagai Wali Kota Yogyakarta

Kompas.com - 27/04/2017, 19:32 WIB
Haryadi Suyuti dan Imam Priyono saat bersalaman usai rapat pleno penetapan yang digelar oleh KPU kota Yogyakarta KOMPAS.com / Wijaya KusumaHaryadi Suyuti dan Imam Priyono saat bersalaman usai rapat pleno penetapan yang digelar oleh KPU kota Yogyakarta
|
EditorErlangga Djumena

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta, menetapkan pasangan Haryadi Suyuti dan Heroe Purwadi sebagai calon terpilih wali kota dan wakil wali kota Yogyakarta periode 2017-2022.

Penetapan ini disampaikan melalui rapat pleno terbuka pada Kamis (27/04/2017) di kantor KPU Kota Yogyakarta.

Rapat pleno terbuka yang dipimpin langsung oleh Ketua KPU Kota Yogyakarta Wawan Budiyanto, digelar usai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan pasangan Imam Priyono dan Achmad Fadhli.

Turut hadir dalam rapat pleno terbuka pasangan Haryadi Suyuti dan Heroe Purwadi serta Imam Priyono dan Achmad Fadhli.

"Usai keputusan MK, KPU hari ini mengelar rapat pleno terbuka. Hasilnya nanti akan dikirimkan, mengenai kapan pelantikannya bukan kami," ujar Ketua KPU Yogyakarta Wawan Budiyanto, Kamis (27/04/2017).

Ia menyebutkan, KPU mengapresiasi kehadiran kedua pasangan dalam rapat pleno terbuka. Kehadiran kedua pasangan menunjukan bahwa telah menerima dengan Legowo keputusan dan menunjukan kedewasaan dalam berdemokrasi.

Rapat pleno terbuka, berlangsung dengan cair. Bahkan usai pembacaan penetapan, kedua pasangan calon saling bersalaman satu sama lain dan berpelukan. Keduanya juga menyatakan akan tetap menjalin silaturahmi dan komunikasi dengan tujuan memajukan kota Yogyakarta.

Imam Priyono menyampaikan ucapan selamat kepada pasangan Haryadi Suyuti dan Heroe Purwadi sebagai calon terpilih menjadi Walikota dan wakil walikota periode 2017-2022.

"Saya pasangan urut 1 atas nama pribadi maupun partai pengusung mengucapkan selamat kepada Bapak Haryadi Suyuti dan Heri Purwadi," ucap Imam di dalam rapat pleno terbuka.

Imam, juga meminta meminta kepada pendukungnya untuk menerima serta menghormati hasil Pilkada Kota Yogyakarta 2017. Apa yang terjadi selama masa kampanye lanjutnya merupakan bagian dari dinamika berdemokrasi.

Imam mengajak seluruh masyarakat bersatu, bersama-sama membangun kota Yogyakarta lebih maju.

"Saya meminta maaf bila dalam masa kampanye terbuka ada yang tidak pas di masyarakat. Saya dan Fadhli akan terus menjalin silahturahmi dan semoga kota Yogyakarta semakin maju dibawah kepemimpinan bapak Haryadi Suyuti dan Heroe Purwadi," tuturnya.

Sementara itu, Haryadi Suyuti menyampaikan permintaan maaf sekaligus berterima kasih kepada masyarakat Yogyakarta. Haryadi mengajak semua komponen masyarakat bersatu dan membangun harmoni demi membawa Yogyakarta lebih baik.

"Kami meminta doa restu, silaturahmi ini mari kita jaga bersama. Saya juga akan mendengarkan yang menjadi harapan masyarakat Yogyakarta," sebutnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

36 Pelajar SMP di Surabaya Positif Covid-19

36 Pelajar SMP di Surabaya Positif Covid-19

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 2 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 2 Desember 2020

Regional
Rizieq Minta Maaf soal Acara di Bogor, Bagaimana dengan Kasus Hukumnya?

Rizieq Minta Maaf soal Acara di Bogor, Bagaimana dengan Kasus Hukumnya?

Regional
Bupati Pati Larang Kerumunan Saat Perayaan Natal dan Tahun Baru 2021

Bupati Pati Larang Kerumunan Saat Perayaan Natal dan Tahun Baru 2021

Regional
Buru Kelompok MIT Pimpinan Ali Kalora, Kapolda Sulteng Berkantor di Poso

Buru Kelompok MIT Pimpinan Ali Kalora, Kapolda Sulteng Berkantor di Poso

Regional
Polisi Tembak Mati Kurir Sabu 30 Kg yang Punya 7 Identitas

Polisi Tembak Mati Kurir Sabu 30 Kg yang Punya 7 Identitas

Regional
Gudang Sekolah di Samarinda Jadi Pabrik Narkoba, Bahan Bakunya dari Jakarta

Gudang Sekolah di Samarinda Jadi Pabrik Narkoba, Bahan Bakunya dari Jakarta

Regional
Ibu Mahfud MD Batal Diungsikan Setelah Ada Jaminan Keamanan

Ibu Mahfud MD Batal Diungsikan Setelah Ada Jaminan Keamanan

Regional
Meski Tak Diwajibkan, Bawaslu Bali Berharap Saksi Paslon di Pilkada Jalani Rapid Test

Meski Tak Diwajibkan, Bawaslu Bali Berharap Saksi Paslon di Pilkada Jalani Rapid Test

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 2 Desember 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 2 Desember 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 2 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 2 Desember 2020

Regional
Bisa Tampung Ribuan Pasien Covid-19, Asrama Haji di Solo Diusulkan Jadi Tempat Isolasi

Bisa Tampung Ribuan Pasien Covid-19, Asrama Haji di Solo Diusulkan Jadi Tempat Isolasi

Regional
Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Maut di Sumedang Jadi Tersangka

Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Maut di Sumedang Jadi Tersangka

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 2 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 2 Desember 2020

Regional
Tertidur, Pasien di Rumah Sakit Dilecehkan Anak Teman Sekamarnya, Ini Kronologinya

Tertidur, Pasien di Rumah Sakit Dilecehkan Anak Teman Sekamarnya, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X